Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 23


__ADS_3

Zivana yang baru masuk ke kamar langsung merebahkan dirinya di atas kasur.


Tring


Dia mendengar notif dari ponsel miliknya.


Zivana mengambil ponselnya di dalam tas. dia melihat pesan masuk dari Aldo.


Bagaimana keadaanmu sekarang? kamu istirahat saja yah, jangan kecapean.


miss you bidadariku❤


Zivana membaca pesan dari Aldo sambil tersenyum. menurutnya Aldo begitu perhatian dan romantis. Zivana bingung mau membalas pesan itu.


Apa aku katakan jawabanku sekarang saja yah," gumam Zivana sambil mengetik pesan lalu menghapusnya lagi karena masih ragu.


Ah, aku katakan saja sekarang," Zivana langsung mengetikan sesuatu dan mengirimkannya kepada Aldo.


Hanya beberapa detik terkirim, Aldo langsung membalasnya.


"Berarti sekarang kita sepasang kekasih,"


Zivana membalas pesan dari Aldo. sekarang keduanya mulai saling memanggil dengan panggilan sayang.


Sebenarnya Zivana belum sepenuhnya mencintai Aldo. dia hanya merasa nyaman saja. namun dia kasihan jika Aldo menunggu jawaban darinya terlalu lama.


Entah berapa jam mereka saling berbalas pesan. hingga Zivana merasa mengantuk dan ketiduran.


Tok tok


Zivana merasa terusik dari tidurnya saat dia mendengar ketukan pintu dari luar kamarnya.


Siapa sih, mengganggu saja," gumam Zivana lalu dia beranjak dari atas tempat tidur.


Zivana segera membuka pintu kamarnya.


Ternyata yang ada di hadapannya itu Farizki.


"Ada apa Ki?" Zivana bertanya kepada adiknya.


"Kak, Iki mau minta tolong dong, lusa ada pertemuan dengan klien dari luar negeri. nanti Kakak bantu dampingi Iki yah, soalnya Papah tidak bisa hadir. Iki takut salah bicara." ucap Farizki

__ADS_1


"Pertemuannya dimana?"


"Di hotel X," jawab Farizki


"Baiklah, nanti Kakak dampingi kamu," ucap Zivana


"Makasih kak," Farizki merasa senang karena Zivana mau membantunya.


"Sama-sama, sudahlah Kakak mau istirahat lagi," Zivana langsung menutup pintu kamarnya.


Farizki juga sudah pergi dari sana.


Baru juga Zivana duduk di pinggir ranjang dia mendengar lagi pintu kamarnya di ketuk.


Fariski kenapa kembali lagi sih," gumam Zivana lalu dia kembali membuka pintu kamarnya.


Cklek


"Ada apa lagi Ki?" tanya Zivana yang belum melihat siapa yang berdiri di depannya.


"Zie, ini Mamah," ucap Bu Rara yang sedang menatap anaknya.


"Eh Mamah, kirain tadi Farizki," ucap Zivana


"Wah Zivana jadi lapar nih," gumam Zivana sambil mengusap perut datarnya.


"Ya sudah, ayo!' Bu Rara langsung menggandeng tangan Zivana menuju ke ruang makan.


Saat ini keduanya sudah sampai di ruang makan. namun sejak tadi Zivana menutup rapat hidungnya karena mencium aroma udang.


"Mah, kok ada udang sih? Zie mual nih," ucap Zivana yang masih menutup hidungnya.


"Loh, bukannya udang ini makanan kesukaan kamu?"


"Entahlah, sekarang aku tak suka," jawab Zivana


"Ya sudah kamu makan yang lain saja," pinta Bu Rara


Zivana mulai mangambil nasi dan ayam goreng. dia juga mengambil minum. lalu dia memilih makan di ruang depan.


Pak Juna, Eza, dan Iki baru sampai di ruang makan. mereka hanya melihat Bu Rara yang sedang duduk sendirian.

__ADS_1


"Kak Zie dimana Mah? apa dia sedang tidur?" tanya Eza


"Lagi makan tuh di ruang depan," jawab Bu Rara


"Kok tidak di sini saja?" sahut Pak Juna yang juga bertanya kepada Istrinya.


"Mual dia mencium aroma udang," ucap Bu Rara dan Pak Juna langsung terdiam memikirkan sesuatu.


"Kok kayak orang hamil saja, bukankah udang ini makanan kesukaannya," ucap Pak Juna


Bu Rara menghentikan sejenak aktivitasnya. dia menaruh sendok yang tadi dia pegang.


Apa benar Zivana hamil, tapi kok dia tidak cerita apa-apa," batin Bu Rara


"Kenapa Mamah diam?"


"Tidak kok Pah," ucap Bu Rara lalu melanjutkan lagi makan siangnya.


"Masa sih Kak Zie hamil, dari yang Eza lihat sih dia tidak meminta yang macam-macam. cuma suka nyuruh-nyuruh doang." gumam Eza


"Sttt sekarang kita fokus makan dulu, kalau mau bahas yang lain nanti saja," ucap Pak Juna


Mereka diam dan tak ada lagi yang bersuara.


Setelah selesai makan siang, Bu Rara menghampiri anaknya yang saat ini sedang menoton televisi di ruang keluarga.


Bu Rara duduk di sebelah anaknya.


"Zie, Mamah mau tanya sesuatu sama kamu," ucap Bu Rara yang terlihat sangat serius.


"Tanya apa Mah?"


"Apa kamu sedang hamil?"


"Hamil? tidak kok," jawab Zivana


"Kirain Mamah, kamu sedang hamil. ya sudah kalau begitu, Mamah mau kembali ke belakang. Mamah mau beres-beres dulu."


"Iya Mah," ucap Zivana


Bu Rara segera pergi ke dapur. setelah kepergian ibunya, Zivana terlihat heran.

__ADS_1


Kok Mamah bisa tanya mengenai kehamilan sih, aneh." gumam Zivana


°°°


__ADS_2