Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 55


__ADS_3

Eza sudah memutuskan hubungannya dengan Sela. Entah mengapa, Sela menerimanya begitu saja. Eza juga sempat heran karena Sela tidak marah sama sekali.


Bu Rara melihat Eza yang sedang melangkah menuruni tangga.


"Za, kamu mau kemana?"


"Mau kuliah Mah," jawab Eza sambil melangkah menghampiri Ibunya.


"Biar berangkat sama Mas Alvin saja, Za." ucap Zivana yang kini sudah berada disana.


"Loh, Memangnya kenapa?"


"Mulai sekarang kamu berangkat kuliah harus bareng Mas Alvin. Setelah pulang kuliah, kamu di rumah saja." ucap Zivana


“Tidak mau Kak, Eza mau berangkat sendiri.” ucap Eza


“Tidak ada penolakan! Kamu memilih berangkat sama Mas Alvin, atau home schooling?” Zivana memberikan pilihan untuk Eza.


“Baiklah, Aku mau berangkat bareng Kak Alvin.”


“Bukan hanya berangkat, tapi pulangnya juga.” Kata Zivana


“Baik Bu Bos,” jawab Eza


Zivana merangkul adiknya menuju ke ruang makan. Kebetulan Alvin melihat kedekatan Eza dan Zivana.


“Mas, Nanti kamu antar Eza ke kampus yah. Sekalian pulangnya juga kamu jemput.” Ucap Zivana kepada suaminya.


Sejenak Alvin diam, dia tahu jika


Eza sudah memutuskan hubungannya dengan Sela. Entah mengapa, Sela menerimanya begitu saja. Eza juga sempat heran karena Sela tidak marah sama sekali.


Bu Rara melihat Eza yang sedang melangkah menuruni tangga.


"Za, kamu mau kemana?"


"Mau kuliah Mah," jawab Eza sambil melangkah menghampiri Ibunya.


"Biar berangkat sama Mas Alvin saja, Za." ucap Zivana yang kini sudah berada disana.


"Loh, Memangnya kenapa?"


"Mulai sekarang kamu berangkat kuliah harus bareng Mas Alvin. Setelah pulang kuliah, kamu di rumah saja." ucap Zivana


“Tidak mau Kak, Eza mau berangkat sendiri.” ucap Eza


“Tidak ada penolakan! Kamu memilih berangkat sama Mas Alvin, atau home schooling?” Zivana memberikan pilihan untuk Eza.


“Baiklah, Aku mau berangkat bareng Kak Alvin.”

__ADS_1


“Bukan hanya berangkat, tapi pulangnya juga.” Kata Zivana


“Baik Bu Bos,” jawab Eza


Zivana merangkul adiknya menuju ke ruang makan. Kebetulan Alvin melihat kedekatan Eza dan Zivana.


“Mas, Nanti kamu antar Eza ke kampus yah. Sekalian pulangnya juga kamu jemput.” Ucap Zivana kepada suaminya.


Sejenak Alvin diam, dia tahu jika niat Zivana itu supaya Eza tidak menemui Sela di luaran.


“Baik sayang,” jawab Alvin


Tak lama, Pak Juna dan Farizki juga ikut bergabung dengan mereka. Kini semuanya memulai untuk sarapan bersama.


Setelah selesai sarapan, mereka berkumpul di ruang keluarga. Itulah rutinitas yang di lakukan setiap pagi. Terkadang Eza tidak ikut berkumpul bersama mereka. Namun kali ini Eza ada disana ikut berkumpul.


“Mah, Pah, niatnya Alvin mau mengajak Zivana kembali tinggal bersama di rumah Alvin.” ucap Alvin kepada mertuanya.


“Yah, nanti rumah ini sepi dong kalau tidak ada kalian dan cucu Mamah.” ucap Bu Rara


“Biarkan saja Mah, biar mereka mandiri.” ucap Pak Juna


“Tenang saja Mah, di rumah Mas Alvin ada Bi Salma juga Mah, Bi Salma baik sekali sama Zie.” Kata Zivana


“Yes, Eza bakalan bebas dong kalau tidak ada Kak Zie.” Ucap Eza yang merasa senang.


“Enak saja, nanti Mas Alvin tetap antar jemput kamu.” Ucap Zivana


“Sesekali bisa di antar Farizki juga,” sahut Farizki


“Astaga, aku ini ibarat anak TK saja.” Gumam Eza


“Kalau kamu masih belum bisa jadi anak bener, Mamah juga akan tetap mengawasimu, Za.” Kata Bu Rara


"Hm, Baiklah.” Eza hanya berpasrah saja.


Setelah selesai mengobrol, kini mereka bersiap untuk pergi ke kantor. Bu Rara dan Zivana melihat kepergian suami mereka dari depan rumah.


°°°


Saat ini Zivana dan Alvin sedang membereskan pakaian anaknya dan beberapa barang mereka yang akan di bawa pindahan.


Bu Rara berdiri di depan pintu. Dia melihat anak dan menantunya sedang membereskan pakaian Baby Rayan.


"Tidak perlu Mah, ini juga sudah beres kok," kata Zivana yang kini menutup koper kecil berwarna biru.


Zivana melihat anaknya yang kini berada di gendongan Ibunya.


"Rayan tidak rewel Mah?"

__ADS_1


"Tidak, Dia sejak tadi diam di gendongan Mamah." kata Bu Rara sambil menatap cucunya. "Tuh dia lihatin kamu terus," ucapnya lagi


"Hy sayang, kamu lihatin Mamah yah," Zivana menatap anaknya dan mengajaknya mengobrol.


Baby Rayan hanya tersenyum sambil melihat ibunya.


"Pede sekali kamu, dia itu lihatin Papahnya loh," sahut Alvin


"Kayaknya Mas Alvin yang kepedean."


"Ayo kita dekati, biar kita tahu dia lihatinnya siapa," Alvin memberikan tantangan untuk Istrinya.


"Siapa takut, kalau Mas yang salah berarti Zie kasih hukuman."


"Oke," kini Alvin dan Zivana melangkah mendekati Bu Rara yang sedang menggendong cucunya.


"Hy sayangnya Mamah, pasti kamu lihatin Mamah yah." ucap Zivana, lalu dia melihat anaknya sedang menatapnya.


"Sayang, jagoan kecil Papah, pasti kamu lihatin Papah kan, bukan lihatin Mamah?" Kini Alvin juga mengajak anaknya bicara. Baby Rayan yang tadi melihat Ibunya, sekarang melihat ke arah ayahnya.


Beberapa kali, Zivana dan Alvin mengajak Baby Rayan untuk bicara. Namun tetap saja, Baby Rayan melihat keduanya.


Kini Alvin dan Zivana merasa cape karena sejak tadi mengoceh terus di hadapan anaknya.


"Kalian ini rebutan apa sih, kayak anak kecil saja." ucap Bu Rara yang melihat tingkah anak dan menantunya sejak tadi.


"Niatnya sih mau kasih hukuman sama Mas Alvin, tapi gagal deh." ucap Zivana


"Oh, jadi kamu sengaja yah sayang," Alvin menatap Istrinya dan berpura-pura marah.


"Piss," Zivana menunjukan dua jarinya sambil memperlihatkan deretan gigi putihnya.


"Ah Mas," Zivana merasa geli saat Alvin menggelitiknya. Mereka berdua terlihat romantis di hadapan Ibunya.


"Baiklah kalau kalian mau romantis-romantisan mending kunci kamarnya. Mamah sama Rayan keluar dulu." setelah mengatakan itu Bu Rara pergi keluar kamar.


Alvin dan Zivana saling tatap setelah melihat kepergian Ibunya.


"Tuh kan salah Mas Alvin," kata Zivana


"Kok Mas sih, memangnya Mas salah apa?"


"Mamah sama Rayan jadi pergi."


"Sudahlah sayang, ini kesempatan untuk kita." Alvin memeluk Istrinya dari belakang.


"Mas, kita itu mau pindahan loh, lebih baik istirahat saja. jangan menguras tenaga."


"Baiklah sayang," Alvin melepaskan pelukannya. lalu dia mengecup singkat kening Istrinya.

__ADS_1


Kini keduanya naik ke atas tempat tidur untuk tidur siang. karena jarang sekali siang hari bisa berduaan. biasanya Zivana sibuk mengurus Baby Rayan.


°°°°


__ADS_2