
Alvin sudah bicara kepada Istrinya bahwa dia akan ke luar kota selama satu hari untuk mengurus pekerjaan. Zivana mengijinkan suaminya untuk pergi.
Zivana menatap suaminya yang sedang bersiap untuk pergi.
"Mas, awas loh nanti ada yang ketinggalan," ucap Zivana yang sedang duduk di sofa.
"Tidak ada, sayang."
Zivana menutup hidungnya saat melihat suaminya sedang menyemprotkan parfum.
"Mas, kamu kok pakai parfum banyak banget kaya orang mau ngapel saja?"
"Benarkah, perasaan biasanya juga pakai parfumnya segini," kata Alvin sambil menoleh ke belakang, menatap Istrinya.
Alvin menghampiri Istrinya yang sedang duduk sendirian.
"Sayang, ini pakaikan dasi dong!" pinta Alvin yang kini berdiri di depan Istrinya.
"Baik, Mas" Zivana beranjak dari duduknya. Dia membantu suaminya memakaikan dasi.
Setelah selesai bersiap, Zivana mengantar suaminya ke depan.
"Mas, hati-hati yah di jalan," ucap Zivana sambil mencium punggung tangan suaminya.
"Iya, sayang," Alvin mencium sekilas kening Istrinya.
Zivana menatap suaminya yang kini sedang membuka pintu mobil. Alvin menoleh ke belakang dan melambaikan tangannya. Zivana membalas lambaian tangan suaminya sambil tersenyum.
Alvin mengemudikan mobilnya meninggalkan halaman rumahnya.
Maaf yah sayang, aku terpaksa berbohong,' batin Alvin
Alvin mengemudikan mobilnya menuju ke puncak. Niatnya dia akan berangkat bersama Eza. Mereka sudah janjian di suatu tempat.
__ADS_1
Alvin berhenti di depan cafe. Dia melihat mobil Eza yang sudah terparkir disana. Alvin turun dari mobil dan hendak menghampiri Eza. Dia melangkah memasuki cafe. Alvin melihat Eza yang sedang duduk di salah satu kursi.
"Za, apa kita mau berangkat sekarang?" tanya Alvin
"Duduk dulu, Kak! Mau aku pesankan kopi tidak?"
"Tidak usah," Alvin mendudukan dirinya di depan Eza.
"Kakak mau?" Eza menawarkan kopi yang sedang dia minum.
"Tidak, untuk kamu saja," jawab Alvin
Eza menyeruput kopi miliknya hingga habis. Dia beranjak dari duduknya dan akan membayar kopi yang telah dia minum.
Eza kembali menghampiri Alvin yang sedang duduk.
"Ayo, Kak!" ajak Eza
"Iya," alvin beranjak dari duduknya. Dia dan Eza melangkah keluar cafe. Mereka akan segera melanjutkan perjalanannya.
°°
Alvin dan Eza di sambut hangat oleh Bi Asih dan warga lainnya. Mereka masuk ke dalam Vila. terlihat ada dekorasi pernikahan yang cukup sederhana.
Alvin dan Eza duduk bergabung dengan tamu yang datang. Bi Asih menghampiri mereka dan mengatakan akan memanggil Sela.
Terlihat Sela yang baru keluar dari kamar. Dia sangat cantik menggunakan balutan kebaya berwarna putih. Di sebelah Sela ada Lina yang tak kalah cantiknya. Lina memakai batik dengan motif yang sama seperti yang di pakai ibunya.
Eza melihat kedatangan Sela. Walaupun sekarang Sela terlihat kurus, namun itu tak mengurangi kecantikannya. Lina menemani Sela hingga duduk di sebelah Eza.
"Kamu cantik," ucap Eza sambil menatap Sela.
"Kamu juga tampan, Za." ucap Sela sambil tersenyum.
__ADS_1
Setelah mengantar Sela, kini Lina bergabung dengan Ibunya dan tamu lainnya.
"Ibu kamu datang?" Eza bertanya kepada Sela.
"Belum sampai, paling sebentar lagi," ucap Sela
Baru juga di omongin, terlihat Bu Luna yang datang di antar oleh supirnya. Bu Luna langsung melangkah memasuki Vila. Sela merasa senang saat dia melihat kedatangan ibunya.
Bu Luna menghampiri anaknya dan calon menantunya. Mereka saling bersalaman.
Bu Luna menatap Alvin yang duduk tak jauh dari Eza.
"Istrimu tidak ikut, Vin?" tanya Bu Luna
"Tidak," jawab Alvin cuek, karena memang dia tidak terlalu suka dengan Bu Luna.
Bu Luna kembali diam, dia menatap putrinya yang terlihat begitu cantik.
Tak lama, Pak penghulu datang dan siap untuk menikahkan Eza dan Sela.
Eza mulai menjabat tangan Pak penghulu. Dia melafadzkan ijab qabul dengan baik.
Semua tamu yang datang merasa senang atas kebahagiaan Eza dan Sela.
Lina menatap Eza dengan senyum yang di paksakan.
Biarkan rasa ini hilang seiring berjalannya waktu. Lagian Kak Eza juga sudah menjadi milik orang lain.' batin Lina saat melihat Eza yang sedang menyematkan cincin di jari Sela.
Pak penghulu memimpin doa dan semua tamu undangan yang datang ikut mengaminkan.
Setelah acara ijab qabul, Eza dan Sela berfoto di depan dekorasi pelaminan mini yang terlihat sederhana. Alvin dan Bu Luna juga ikut berfoto. Begitu juga dengan tamu undangan yang datang. Beberapa dari mereka ikut berfoto dengan pengantin yang baru sah itu.
Setelah selesai berfoto, mereka menikmati hidangan yang sudah di sediakan sambil mengobrol santai.
__ADS_1
Alvin akan menginap di Vila selama satu malam. Padahal dia merasa malas menginap karena disana ada Bu Luna yang juga menginap. Namun dia sudah mengatakan kepada Istrinya, jika dia akan pergi keluar kota selama sehari. Jika dia pulang sekarang, nanti Zivana malah curiga.
°°°