Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 64


__ADS_3

Alvin membuka pintu kamarnya. Dia menghampiri Istrinya yang sedang duduk di pinggiran ranjang.


"Sayang, kamu jangan ngambek dong?" Alvin duduk di sebelah Istrinya. Dia membelai rambut panjang Istrinya.


Zivana masih diam tak mau bicara apa pun.


"Sayang, kamu jangan mendiamkan Mas seperti ini dong," Alvin masih mencoba untuk mengajak Istrinya berbicara.


Zivana beranjak dari duduknya. Dia menyibukan diri tanpa menghiraukan suaminya yang sejak tadi berbicara kepadanya.


"Oke, Mas minta maaf kalau memang punya salah sama kamu. Lebih baik kita bicarakan semua ini agar kamu tidak cemburu tanpa alasan."


Zivana menoleh ke suaminya yang sedang berdiri di belakangnya.


"Siapa bilang kalau aku cemburu?"


"Dari sikapmu saja sudah terlihat, sayang."


"Baiklah, kita bicarakan sama Desi. Zie tidak mau yah kalau ada hubungan terlarang antara kalian berdua."


"Tidak sayang, Mas tidak akan pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun," Alvin menuntun Istrinya keluar dari kamar.


Desi melihat kedua majikannya kembali turun ke lantai bawah. Kebetulan Desi sedang duduk sambil memangku Baby Rayan. Dia beranjak dari duduknya saat melihat majikannya berjalan ke arahnya.


"Tuan, Nona, ada yang bisa saya bantu?" tanya Desi yang saat ini sedang menggendong Baby Rayan.


"Duduklah! kita harus bicara," ucap Alvin


"Baik, Tuan." Desi kembali duduk di sofa.


Alvin dan Zivana duduk di depan Desi.


"Sayang, coba kamu ungkapkan semua yang mengganggu fikiran kamu," pinta Alvin sambil menatap Istrinya.


"Sebentar, Mas! Aku mau memanggil Bi Salma dulu," ucap Zivana


Zivana beranjak dari duduknya. Dia melangkah ke belakang untuk memanggil Bi Salma.


Zivana dan Bi Salma sudah kembali ke ruang keluarga. Zivana kembali duduk di sebelah suaminya. Sedangkan Bi Salma duduk di sebelah Desi.


"Jadi begini Mas, Zie lihat-lihat Kak Desi perhatian sekali sama kamu. Padahal ada Bi Salma loh yang kapan saja bisa membuatkan minum atau makanan yang kamu mau. Dan menurut Bi Salma juga begitu." ucap Zivana sambil menatap Bi Salma.

__ADS_1


"Iya, Tuan. Menurut saya juga Desi terlalu perhatian sama Tuan. Saya takutnya ada kesalah pahaman antara Tuan dan Neng Zivana."


"Jadi menurut Bibi, Desi mencoba mendekati saya," Alvin menatap Bi Salma yang duduk di depannya.


"Iya, Tuan. Maaf bukannya saya lancang ikut campur urusan Tuan dan Neng Zie."


Alvin hanya tersenyum karena merasa senang dengan perhatian Bi Salma.


"Kenapa kamu tersenyum, Mas?" Zivana tak habis fikir, di suasana yang cukup tegang seperti ini, suaminya masih bisa tersenyum.


"Tidak kok," ucap Alvin


"Jelas-jelas tadi Zie lihat Mas Alvin tersenyum."


Alvin menatap Zivana yang juga sedang menatapnya. Namun tatapan keduanya terlihat berbeda. Alvin menatap Zivana dengan tatapan biasa saja, sedangkan Zivana menatap Alvin dengan tatapan curiga.


"Tuan Alvin, Nona Zie, saya minta maaf jika kehadiran saya di keluarga ini meresahkan kalian." ucap Desi


Zivana dan Alvin kembali mengalihkan arah pandang mereka.


"Sejujurnya saya bekerja disini memang sengaja. Tapi niat saya bukan untuk menggoda Tuan Alvin. Saya hanya ingin membalas budi atas semua kebaikan Pak Devan." jelas Desi


"Almarhum Ayah saya dulu sering bercerita jika bisa mencari nafkah karena bantuan Pak Devan. Ayah saya yang sebelumnya bekerja sebagai satpam di kantor Arganta Group."


"Jadi kamu anaknya Pak Toni?"


"Iya Tuan, sudah lama sekali saya ingin mendatangi keluarga Tuan, namun belum ada waktu yang pas. Dan saat inilah waktu yang tepat. Saya ingin membalas semua kebaikan Pak Devan dengan merawat cucunya."


Zivana merasa terharu sekaligus merasa bersalah kepada Desi.


"Maaf yah Kak Des, Zie sudah berburuk sangka," ucap Zivana


"Iya Nona Zie, mungkin Desi juga bersalah karena sudah perhatian kepada Pak Alvin."


"Untuk ke depannya kamu urus anak saya saja yah, Des. Sekalian bantu Istri saya jika dia memerlukan bantuan. Kamu tidak perlu perhatian sama saya. Karena takutnya terjadi salah paham seperti ini lagi."


"Baik Tuan, tapi, memangnya saya masih di perbolehkan bekerja disini?"


"Boleh," jawab Alvin sambil menoleh menatap Istrinya.


Zivana hanya menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Bi Salma juga meminta maaf kepada Desi karena sudah berburuk sangka.


Zivana merasa senang karena selain Bi Salma yang begitu perhatian kepadanya, sekarang juga ada Desi yang punya niat tulus untuk membantu mengurus anaknya.


°°°


Zivana dan Alvin sedang bersantai di dalam kamar. Mereka terlihat romantis seperti pasangan pengantin baru. Zivana membaringkan kepalanya di paha suaminya. Keduanya saling mengobrol.


"Mas, Zie merasa lega karena kecurigaan Zie ternyata salah."


"Iya, sayang. Mas juga senang karena kamu tidak berburuk sangka lagi. Pasti karena kamu sangat cinta sama Mas, kamu terlihat sangat cemburu loh saat Desi perhatian sama Mas."


"Kamu percaya diri sekali sih," Zivana menatap wajah tampan suaminya.


"Harus dong, sayang." Alvin menundukan kepalanya.


Kini mereka berdua saling tatap dengan jarak yang begitu dekat. Baru juga Alvin akan menempelkan wajahnya, namun terhenti karena mereka mendengar ketukan pintu dari luar kamar. Alvin kembali mengangkat kepalanya.


"Mas, aku bukain pintu dulu yah," ucap Zivana lalu beranjak dari atas tempat tidur.


Siapa sih yang datang, mengganggu saja,' batin Alvin


Zivana membuka pintu kamarnya. Ternyata yang datang Desi dengan menggendong Baby Rayan.


"Maaf Nona Zie, Rayan rewel sepertinya mau asi," ucap Desi


"Biar sama saya dulu, Kak Desi boleh kembali," Zivana mengambil Baby Rayan yang ada di gendongan Desi.


"Baik Nona Zie," Desi berbalik lalu dia kembali pergi ke lantai bawah.


Alvin melihat Istrinya kembali masuk ke kamar dengan menggendong Baby Rayan.


"Hm, ternyata bocil lagi nih yang mengganggu," gumam Alvin


Zivana mendekati suaminya lalu menidurkan Baby Rayan di atas kasur.


"Mas Alvin jangan cemburu dong, masa sama anak sendiri juga cemburu sih." ucap Zivana sambil membuka kancing bajunya karena akan me*nyusui anaknya.


"Tidak kok, sayang. Mas hanya bercanda." Alvin ikut berbaring di sebelah anaknya. Dia memeluk anaknya dan mulai memejamkan kedua matanya.


°°°

__ADS_1


__ADS_2