
Mohon maaf saya ganti judulnya😊😊
•
•
Rara sedang memasak untuk makan malam, karena nenek akhir-akhir ini sering sakit-sakitan sehingga semua pekerjaan rumah dia yang melakukan. sedangkan Putri bekerja di toko pakaian. sudah satu bulan Bu Susan tidak mengirim mereka uang untuk biaya hidup. ya, memang selama ini Bu Susan mentransfer uang untuk Rara dan Putri lewat rekening milik pamannya. tapi bulan ini pamannya berbicara kepada Rara dan Putri bahwa Susan tidak lagi mengirimkan uang.
bahkan biaya membeli obat nenek juga mereka berdua yang menanggung.
Oek oek
"Cup cup sebentar sayang, mamahmu lagi masak. jangan rewel dong cantik." Putri tampak menenangkan Baby Zie yang baru terbangun dari tidurnya.
Zivana Afrera yang mereka panggil Baby Zie adalah anak Rara dan Juna. selama ini Putri ikut membantu Rara merawat bayi cantik mungil yang baru berusia satu bulan itu.
"Ra Rara " Putri memanggil Rara yang sedang memasak di dapur.
"Bentar Put, ini udah selesai kok." Rara berbicara sedikit keras sambil berjalan ke arah Putri dengan tergesa-gesa.
__ADS_1
"Aduh sayangnya mamah sudah bangun.
cup cup cup" Rara menggendong Baby Zie yang sedang menangis.
"Putri mandi dulu yah Ra" Putri berpamitan akan mandi dulu karena tadi dia baru pulang kerja belum sempat mandi.
"Oke deh, makasih Put sudah bantuin Rara jagain Baby Zie."
"Sama-sama Ra, kayak sama siapa saja." Putri segera keluar kamar lalu segera keluar rumah untuk pergi ke sungai.
Saat adzan maghrib berkumandang, Putri baru sampai ke rumah. untung saja tadi mandinya tidak mengantri jadi dia bisa lebih cepat selesai.
beruntung Baby Zie sudah tidur jadi Rara tidak terlalu kerepotan. setelah makan malam, Rara mengambil nasi dan sayur sop untuk makan nenek.
"Nek makan dulu yuk, biar Rara yang suapin yah Nek." Rara menyuapi nenek dengan telaten.
Nenek juga sudah menganggapnya sebagai cucu karena Rara sangat baik dan sabar merawatnya. bahkan Mang Ujang yang merupakan anak bungsunya tidak pernah mengurusnya. memang sejak kedua orang tua Susan meninggal dunia, Nenek sudah tidak bisa bergantung dengan siapapun. Susan sendiri ikut dengan suami ke kota. sebenarnya Susan selalu mentransfer uang setiap bulannya untuk biaya hidup Neneknya tapi Mang Ujang tidak pernah memberikan uang itu. jadi Nenek hanya hidup bergantung dari hasil kebun dan belas kasih tetangga.
Setelah menyuapi Nenek, Rara kembali ke kamarnya.
__ADS_1
"Rara, aku mau bicara penting sama kamu." tanpa basa-basi Putri langsung bicara kepada Rara.
"Ada apa Put?" tanya Rara yang baru memasuki kamarnya.
"Ini mengenai Nenek, sepertinya kita harus bicarakan kepada Bu Susan tentang kwadaan Nenek yang sekarang." Putri tampak tidak tega melihat Nenek yang sakit-sakitan.
"Tapi Nenek sendiri tidak membolehkan kita untuk bicara keadaannya yang sakit-sakitan Put." memang nenek tidak mau jika membebani Susan cucu perempuan satu-satunya.
"Tapi Ra, aku merasa kasihan dengan nenek. keluarganya sama sekali tidak ada yang perduli."
"Kita hubungi Bu Susan tanpa sepengetahuan Nenek. jika Nenek tahu kita menyuruh Bu Susan pulang pasti Nenek melarang kita untuk bicara." ucapnya lagi
"Baiklah Put, aku juga merasa kasihan dengan Nenek. Ya sudah besok kamu cari tempat yang gampang sinyalnya. agar kamu bisa menghubungi Bu Susan." pinta Rara karena memang disana tidak ada sinyal sama sekali.
Keesokan harinya Putri tampak bersantai karena dia libur kerja. dia membantu untuk menjaga Baby Zie karena Rara harus membuat jajanan pasar untuk di titipkan ke warung-warung sekitar.
Memang itu dia lakukan untuk membantu perekonomian mereka. karena tidak mungkin jika dia terus bergantung kepada Putri.
"Put, aku titip Baby Zie bentaran yah. nih mau nitipin ini di warung depan." Rara berpamitan kepada Putri untuk pergi sebentar.
__ADS_1
"Baiklah Ra, aku akan menjaga Baby Zie yang cantik ini." Putri sangat gemas melihat bayi mungil yang sangat cantik itu.