
Sore ini Zivana sedang menyiapkan keperluan yang akan mereka bawa untuk liburan. Niatnya mereka akan pergi ke kota Yogyakarta. Mereka memilih liburan yang dekat karena Baby Rayan masih kecil. Jadi jangan dulu dibawa liburan jauh. Takutnya tidak bersahabat dengan cuacanya.
"Sayang, apa keperluannya sudah semua?" Alvin bertanya saat melihat Istrinya sedang menutup koper besar berisi pakaian.
"Sudah Mas, tinggal keperluan Rayan. Nanti Kak Desi saja yang menyiapkannya."
"Bagus deh, berarti sekarang tinggal istirahat dong," Alvin memeluk Istrinya dari belakang.
"Iya Mas, tapi Mas pijitin kakiku yah, pegal-pegal nih."
"Iya deh," Alvin menuntun Istrinya hingga mereka dudukan di atas ranjang.
Alvin mulai memijat kaki Istrinya.
"Sayang, kamu jangan tidur loh," Alvin melihat Istrinya mengantuk. Mungkin karena keenakan di pijat. "Tidur sore-sore itu tidak baik," ucap Alvin.
"Memangnya kenapa?" tanya Zivana
"Intinya tidak baik, Mas lupa alasannya itu apa."
"Nggak jelas banget sih Mas Alvin," kata Zivana
"Di bilangin yeh, malah ngatain tidak jelas." Alvin menjauhkan tangannya dari kaki istrinya. "Sudah dulu yah, Mas mau mandi," Alvin beranjak dari atas tempat tidur.
"Mas Alvin, belum selesai ih," Zivana menatap suaminya yang hendak pergi ke kamar mandi.
"Lanjut nanti malam saja, sayang. Kalau sekarang keenakan kamu di pijit malah tidur."
"Yah, kalau malam beda lagi. Bisa-bisa Mas Alvin mijitnya yang lain."
__ADS_1
"Itu sih resiko," ucap Alvin lalu membuka pintu kamar mandi.
Zivana beranjak dari atas tempat tidur. Dia akan menyiapkan pakaian yang nanti di pakai oleh suaminya. Setelah itu, dia keluar kamar untuk melihat anaknya.
Zivana melihat Baby Rayan sedang di temani oleh Dewi dan Bi Salma.
"Bi, tumben nih main sama Rayan?" tanya Zivana yang kini sudah berada di hadapan mereka.
"Iya Neng, kebetulan pekerjaan Bibi sudah selesai semua," kata Bi Salma yang kini sedang menggendong Baby Rayan.
Zivana menyuruh Bi Salma yang sedang berdiri, untuk duduk bersamanya di sofa.
"Bi, Bibi duduk sinih," Zivana menepuk-nepuk sofa sebelahnya. "Cape loh kalau gendong sambil berdiri."
"Tidak usah Neng, Bibi tidak enak."
"Kayak sama siapa saja, Bi. Lagian Zie itu sudah menganggap Bibi sebagai keluarga sendiri."
Mereka bertiga saling mengobrol hingga tak tahu waktu.
Kebetulan Alvin sudah selesai mandi. Dia keluar kamar untuk mencari keberadaan Istrinya. Dia melihat Istrinya yang sedang mengobrol bersama Bi Salma dan Desi. Alvin merasa senang karena Istrinya akrab dengan pekerja di rumahnya. Zivana tidak suka membeda-bedakan orang dari statusnya. Itu yang membuatnya mudah akrab dengan siapapun.
Alvin kembali ke kamar. Dia tidak akan mengganggu Istrinya yang sedang mengobrol. Karena jika dia menghampirinya, nanti Bi Salma dan Desi akan merasa tidak nyaman.
°°°
Alvin meraba ke sebelahnya. Ternyata Istrinya masih terlelap di sampingnya. Mungkin kelelahan karena semalam Alvin meminta jatah. Padahal hari ini mereka akan langsung pergi ke beberapa wisata di kota Yogyakarta.
Zivana terusik saat merasakan ada yang memegang rambutnya. Saat dia membuka mata, dia melihat suaminya sedang memainkan rambutnya.
__ADS_1
"Mas lagi ngapain?" Zivana bertanya dengan suara khas orang baru bangun tidur.
"Lagi nungguin kamu bangun," jawab Alvin
"Cape sekali Mas, semalam sih kamu nakal."
"Tapi kamu suka kan?"
Zivana hanya menganggukan kepalanya. Namun dia terlihat malu-malu.
"Kita berangkat kapan, Mas?" tanya Zivana
"Nanti saja agak siangan, lagian kalau berangkat pagi, kamu masih cape kan?"
"Iya Mas," jawab Zivana
Alvin kembali memeluk Istrinya. Dia juga memejankan kedua matanya.
"Mas, aku mau bangun," Zivana menyingkirkan tangan suaminya yang sedang memeluknya.
"Kita tidur lagi saja, kamu masih cape loh."
"Masih cape itu bukan berarti kita bermalas-malasan, Mas." Zivana mendudukan dirinya di atas ranjang. Lalu dia beranjak dari atas tempat tidur.
"Kamu mau kemana?" Alvin bertanya kepada Istrinya.
"Mau berendam air hangat," jawab Zivana.
"Aku ikut," Alvin turun dari atas tempat tidur. Lalu dia mengikuti Istrinya memasuki kamar mandi.
__ADS_1
Mereka hanya berendam lalu mandi. Tidak ada yang terjadi di antara keduanya di dalam kamar mandi.
°°°