Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 84


__ADS_3

Eza masuk ke ruangan Alvin. Dia melihat Zivana ada disana sedang serius dengan laptopnya.


"Ekhm, Kak Zie ngapain disini?" tanya Eza.


Zivana menatap adiknya yang sedang berdiri di depan meja kerja Alvin.


"Kerja lah, memangnya ngapain lagi." ucap Zivana


Eza mendudukan dirinya di kursi depan Alvin.


"Za, hari ini terakhir kamu magang yah. Ini penilaian selama kamu magang." Alvin memberikan sebuah buku khusus yang memang di sediakan untuk penilaian karyawan magang.


"Makasih, Kak. Sekarang tinggal pusing ngurus skripsi. Nanti Kakak bantuin yah," ucap Eza.


Alvin belum menjawab, namun keburu Zivana yang berbicara.


"Enak saja, kamu kerjain sendiri, Eza." ucap Zivana


"Ih Kak Zie pelit amat, ya sudah Kak aku keluar dulu," ucap Eza sambil menatap Alvin.


"Iya Za, tenang saja nanti skripsinya Kakak bantuin," kata Alvin.


"Makasih Kak, Kakak memang terbaik deh." setelah mengatakan itu Eza keluar dari ruangan.


"Mas, jangan terlalu baik loh sama Eza, Biarkan dia mandiri." ucap Zivana


"Tidak kok, sayang. Kasihan tahu Mas tuh sama dia. Harusnya masih seneng-seneng sama teman-temannya, tapi ini mah harus mikir cari uang untuk membiayain anak."


"Resiko dia sendiri, Mas. Mungkin dengan cara itu bisa membuatnya lebih dewasa. Kalau sebelumnya kan Eza tuh memang masih suka seneng-seneng doang."


"Iya sih," ucap Alvin sambil menatap jam yang melingkar di tangannya.


"Sayang, sebentar lagi jam makan siang loh. Kita mau makan dimana?" tanya Alvin.


"Di kantin saja, Mas. Zie lumayan lama tidak pernah makan di kantin perusahaan."

__ADS_1


"Baiklah, nanti kita ajak Rayan juga." ucap Alvin


"Lalu Kak Desi?"


"Nanti biar sama Tio saja, lagian Mas hanya ingin bertiga saja sama kalian."


"Oke, Mas."


Mereka kembali melanjutkan pekerjaannya hingga waktu istirahat karyawan.


Alvin membereskan meja kerjanya. Begitu juga dengan Zivana. Mereka keluar ruangan itu untuk mengambil Rayan yang sedang bersama Desi.


Kebetulan Alvin melihat Asisten Tio yang baru keluar dari ruangannya juga.


"Tio, nanti kamu makan siangnya sekalian ajak Desi yah." pinta Alvin


"Ha," Tio menautkan sebelah alisnya. Dia belum pernah sama sekali makan siang di kantor dengan seorang wanita. Jika karyawan lain melihat itu, pasti mereka bisa berpikiran yang tidak-tidak.


"Kenapa? Kamu tidak mau? Kalau tidak mau, nanti gaji kamu bulan ini saya potong," ucap Alvin mengancam.


Zivana masuk ke ruang bermain Rayan. Dia mengajak Rayan dan Desi untuk keluar.


"Kak Des, nanti Kakak makan siang bareng Kak Tio yah, karena Zie mau makan bertiga sama Rayan juga." ucap Zivana kepada Desi.


"Saya bisa sendiri kok," Desi merasa tidak nyaman jika harus pergi bersama orang yang tidak di kenalnya.


"Nanti nyasar loh, kamu bareng Kak Tio saja. Lagian Kak Tio orangnya baik kok." ucap Zivana


"Baiklah," Akhirnya Desi menurut saja. Dia tidak mau menentang permintaan majikannya.


Alvin menggandeng tangan Istinya dan sebelah tangannya menggendong anaknya. Keduanya melangkah berdampingan. Siapapun yang melihat keromantisan mereka pasti kagum. Keduanya melangkah menuju ke lift. Mereka akan pergi ke kantin perusahaan.


Tio memegang tangan Desi, saat hendak melangkah pergi. Desi menoleh ke belakang melihat Asisten Tio.


"Kenapa pegang tangan saya?" tanya Desi.

__ADS_1


Asisten Tio tidak menjawab, namun malah ikut bertanya.


"Kenapa kamu melangkah pergi?"


"Mau ikut ke lift, kita mau makan siang juga bukan?"


"Iya sih, tapi kita itu hanya bawahan. Sedangkan mereka itu atasan. Kalau tadi kamu ikut, itu sama saja mengganggu privasi orang lain."ucap Asisten Tio


"Maaf, saya tidak tahu. Biasanya selalu bareng sih sama Nona Zie."


"Tapi tadi kamu di suruh bareng saya kan? Itu berarti mereka tidak ingin kamu mengganggu privasinya." ucapnya lagi.


Astaga lelaki ini so ngatur sekali, dan aku terlihat bodoh di hadapannya.' batin Desi


Terlihat Asisten Tio melangkah pergi. Desi mengikutinya karena tadi dia di suruh pergi bersama Asisten Tio.


Asisten Tio menghentikan langkahnya lalu menoleh menatap Desi.


"Mau kemana kamu? Mau ikut saya? Saya mau ke toilet loh," ucap Asisten Tio.


"Saya kira mau ke kantin," ucap Desi.


"Nanti dulu, kamu tunggu disini saja." Asisten Tio kembali melanjutkan langkahnya.


Desi tetap diam di tempatnya berdiri. Dia menatap Asisten Tio yang melangkah pergi menjauhinya.


Astaga, gemes banget sama itu orang. Kalau bukan orang penting, sudah aku ajak berantem.' batin Desi


Saat ini Alvin dan Zivana sudah berada di kantin perusahaan. Mereka menjadi pusat perhatian. Beberapa karyawan menatap mereka penuh kekaguman. Alvin menyuapi anak dan istrinya di depan karyawannya. Tentu itu sesuatu yang belum pernah mereka lihat.


"Mas, sudah deh. Zie malu di lihatin karyawan kamu."


"Tidak apa-apa, sayang. Biarkan saja mereka iri dengan keromantisan kita." ucap Alvin


°°°°

__ADS_1


__ADS_2