
Keesokan harinya Rara sudah bersiap untuk pergi. dia pergi diam-diam tanpa berbicara dahulu kepada kedua pembantunya. saat itu Rara menyuruh Bi Darmi pergi ke pasar dan Bi Minah menyuci baju.
Rara menggendong Baby Zie dan tangan satunya membawa tas jinjing yang lumayan besar. Rara hanya membawa baju beberapa saja. itu juga baju miliknya bukan baju yang Juna beli untuknya.
Rara memesan taxi online karena tidak ada taxi yang lewat perumahan. Rara berniat pulang ke kampung halamannya. jujur saja karena sudah lama tidak pulang, dia sudah merindukan suasana kampung.
Taxi yang dinaiki Rara sudah sampai di terminal. Rara mencari Bus yang menuju ke kampung halaman. kini dia tinggal menuju jadwal keberangkatan. 2 jam kemudian Bus sudah bersiap-siap untuk meninggalkan terminal. Rara juga sudah memasuki Bus itu.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, kini Rara sudah sampai di terminal kampung halamannya. dia segera mencari ojek untuk mengantarkannya ke rumah.
satu jam sudah perjalanan, akhirnya kini Rara sudah tiba di depan rumahnya.
Setelah membayar ojek, Rara segera mengajak Baby Zie turun. dia terlebih dahulu pergi ke rumah Bu Sri. karena kebetulan dulu dia menitipka kunci rumahnya kepada Bu Sri.
"Assalamu'alaikum" Rara yang sudah berdiri di depan rumah Bu Sri segera mengetuk pintu dan mengucapkan salam.
"Waalaikum'salam, sebentar!" jawab Bu Sri dari dalam karena dia sedang sedikit sibuk.
Beberapa menit kemudian, Bu Sri membukakan pintunya. dia terkejut melihat Rara yang berdiri di depan rumahnya dengan menggendong anak kecil yang sedang tertidur.
"Loh, kok Rara baru pulang sih? sama siapa? suaminya mana?" Bu Sri menengok ke belakang Rara untuk mencari keberadaan Juna.
"Rara hanya berdua Bu, Rara kesini mau ambil kunci rumah." ucap Rara
"Sebentar ibu cari dulu Ra. ayo kamu masuk dulu kedalam." pinta Bu Sri
Rara mengikuti Bu Sri untuk masuk kedalam rumah.
"Lebih baik kamu istirahat dulu disini Ra. biar ibu ke rumahmu untuk membersihkan rumah dulu. kasihan kamu kalau baru pulang langsung beres-beres rumah."
"Tapi Rara tidak mau merepotkan Ibu." Rara memang tidak mau merepotkan Bu Sri.
"Tidak sama sekali kok Ra, kamu tenang saja. ya sudah, ibu mau ke rumahmu sekarang. kamu istirahatlah!" lalu Bu Sri berjalan keluar dari rumahnya.
Rara ikut tiduran disamping Baby Zie yang sudah ditidurkan di sofa.
Bu Sri yang baru selesai membersihkan rumah Rara langsung kembali ke rumahnya. dia melihat Rara yang sudah tertidur disamping Baby Zie. Bu Sri memahani jika Rara masih merasa cape. akhirnya dia membiarkan Rara tidur disana.
°°°
Juna yang baru pulang kerja langsung mengemudikan mobilnya ke rumah Rara. dia yang baru sampai melihat kedua pembantu dirumah itu sedang bertanya ini itu kepada Satpam depan.
"Ada apa ini?" Juna yang sudah membuka kaca jendela mobilnya segera bertanya kepada Satpam dan pembantunya.
"Maaf tuan, kita sedang mencari keberadaan Nyonya Rara. karena sejak pagi sudah tidak ada dirumah." ucap Bi Darmi
__ADS_1
"Rara pergi? pergi kemana dia?" tanya Juna
"Saya tidak tahu Tuan, tadi pagi Nyonya Rara menyuruh saya pergi kepasar dan menyuruh Bi Minah untuk mencuci. setelah saya selesai menyiapkan sarapan, saya memanggil Nyonya Rara untuk sarapan. namun sudah tidak ada dikamarnya." Jelas Bi Darmi
"Kenapa kalian tidak memberitahu saya?" tanya Juna
"Maaf Tuan, kami tidak punya nomor ponsel Tuan yang bisa dihubungi."
"Arrgghhhhh" Juna mengusap wajahnya.
"Ya sudah, biar saya yang mencari Rara." Juna segera mengemudikan lagi mobilnya meninggalkan area rumah itu.
Juna mengemudikan mobilnya menuju
ke arah Mess yang pernah Rara tinggali.
setelah sampai disana, dia segera mencari Rara.
"Ra...Rara..." Juna sudah berteriak memanggil Rara dari depan pintu masuk.
"Siapa sih teriak-teriak." gumam Bu Susan sambil membukakan pintu.
"Dimana Rara?" tanya Juna dengan menunjukan ekspresi serius.
"Rara? bukannya Rara sudah pindah bersama Tuan."
"Rara pergi?" Bu Susan sangat khawatir mendengar Rara yang pergi begitu saja.
"Iya Bu, Rara pergi dari rumah. dan saya tidak tahu apa yang membuatnya pergi dari rumah."
"Siapa Bu yang datang?" tanya Putri yang baru keluar dari dalam rumah.
"Loh Putri? kamu sudah tinggal disini lagi?" tanya Juna
"Iya Kak, Putri memilih untuk pergi dari rumah. ada apa Kak Juna kesini?" tanya Putri
"Saya sedang mencari Rara. dia pergi dari rumah sejak pagi."
"Kok bisa sih Rara pergi? mungkin Kak Juna bikin salah ke Rara."
"Tidak Kok, aku tidak merasa punya salah apapun." ucap Juna
"Atau mungkin Rara mengetahui acara pertunangan itu sehingga dia kecewa."
Juna kembali mengingat saat malam itu. dia melihat Rara sedang berjalan kaki dan jaraknya tidak jauh dari hotel tempat acara pertunanga.
__ADS_1
Apa malam itu Rara datang ke hotel? tapi dia tahu dari mana kalau aku ada disana?" Juna mengingat-ingat lagi saat dia bertemu dengan Rara yang sedang berjalan dipinggir jalan.
"Maaf, saya permisi dulu." Juna terburu-buru pergi dari sana.
Bu Susan dan Putri hanya saling pandang saat melihat Juna pergi begitu saja.
Bu Susan tampak mengkhawatirkan Rara. apalagi dia pergi dengan membawa Baby Zie yang masih kecil. Putri yang melihat Bu Susan gelisah mencoba menenangkan.
"Sudah Bu jangan gelisah lagi. Putri yakin kok kalau Rara baik-baik saja." ucap Putri
"Iya Put, tapi Ibu masih khawatir."
Bu Susan mengingat Juna mengatakan acara pertunangan. lalu dia bertanya kepada Putri mengenai acara pertunangan yang dikatakan oleh Juna.
"Put, acara pertunangan yang dimaksud Pak Juna itu pertunangan siapa?" tanya Bu Susan.
"Ayo kita masuk kedalam dulu Bu, biar Putri jelaskan semuanya." Putri mengajak Bu Susan masuk ke dalam Mess.
Putri yang sudah duduk berhadap-hadapan dengan Bu Susan, segera menjelaskan semuanya mengenai perjodohan dia dengan Juna.
Juna mencurigai ibunya yang mengatakan mengenai acara pertunangan itu. dia segera mengemudikan mobilnya ke arah rumahnya. dia ingin bertanya kepada ibunya, apakah ibunya yang menyuruh Rara pergi atau bukan.
Juna yang baru datang segera masuk
ke dalam rumah. dia melihat ibunya yang sedang bersantai di ruang keluarga.
"Mah, Juna mau bertanya penting sama Mamah." Juna tampak serius berkata kepada ibunya.
"Tanya apa?"
"Apa Mamah yang memberitahukan Rara jika Mamah sudah merencanakan pertunangan dengan Putri."
"Siapa itu Rara? Mamah tidak kenal?"
"Kekasihku Mah, dia namanya Rara."
"Oh jadi janda itu namanya Rara. Mamah Baru tahu namanya. dan kamu bertanya kepada Mamah? memangnya apa urusan Mamah dengan wanita tidak penting seperti itu?"
"Jadi bukan Mamah yang memberitahukan kepadanya?" tanya Juna
"Bukan, lagian Mamah tidak berminat untuk bertanya kepada wanita itu." ucap Bu Farah
Juna pergi begitu saja dari hadapan Bu Farah setelah dia bertanya seperti itu.
°°°
__ADS_1
Jika ada yang bertanya kenapa Rara belum bahagia juga. saya kasih tahu yah, mungkin sebentar lagi😆😆 tunggu saja.