Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 53


__ADS_3

Saat ini Alvin sudah sampai di depan rumahnya. setelah memarkirkan mobil, dia melangkah memasuki rumah. Namun rumah itu terlihat sepi. Alvin menuju ke kamar Istrinya yang ada di lantai bawah.


Tok tok


Alvin mengetuk pintu namun tidak ada jawaban dari dalam. Akhirnya dia masuk begitu saja ke dalam kamar. Alvin melihat Istrinya sedang tidur sambil memeluk anaknya. Alvin mendekati ranjang, lalu dia duduk di dekat Istrinya.


"Pasti kamu cape sekali sayang, mengurus anak kita sendirian," kata Alvin sambil menaruh plastik berisi makanan untuk Istrinya.


"Eugghhhh..." Zivana terusik karena merasakan ada yang memegang wajahnya.


Zivana membuka kedua matanya. Dia melihat suaminya sedang memperhatikannya.


"Mas Alvin, Ngapain Mas lihatin aku?"


"Kamu cantik sekali, Mas jadi ingin memakanmu," ucap Alvin


"Memangnya aku makanan pakai di makan segala?"


"Hehehe, maklum sayang, Mas ini sudah lama berpuasa."


"Tunggulah sebentar lagi Mas," ucap Zivana


"Baiklah, Mas selalu setia menunggu kok.


Oh iya, ini makanan untuk kamu." kata Alvin sambil menunjuk bungkusan makanan yang ada di atas meja.


"Apa itu?"


"Buka sendiri dong, pasti kamu suka," pinta Alvin


Zivana mendudukan dirinya di samping suaminya.


Mas, kita pindah saja duduknya di sofa. takut Baby Rayan terbangun.'bisik Zivana di telinga suaminya.


"Oke sayang," jawab Alvin


Kini keduanya menuju ke sofa yang ada di kamar itu. Mereka duduk disana sambil menikmati makanan yang tadi Alvin beli.


"Sayang, tadi Mas lihat Eza loh sama cewek di cafe," ucap Alvin kepada Istrinya.


"Benarkah?"


"Iya sayang, tapi sayangnya Mas tidak tahu siapa wanita itu. Karena posisinya membelakangi Mas." kata Alvin


"Kenapa tidak menghampiri mereka?"


"Niatnya sih gitu, tadi saat Mas habis bayar di kasir, Mas mau menghampiri mereka. Tapi keburu mereka sudah pergi dari sana."


"Jadi penasaran sama My Love itu siapa," gumam Zivana


"Sama, Mas juga penasaran."


"Gimana kalau Mas Alvin membuntuti Eza. ya, sehari saja besok. Zie penasaran nih sama My Love."


"Masa segitunya sih sayang, sampai harus buntutin Eza segala."


"Ayolah Mas," Zivana menatap suaminya dengan tatapan memohon.

__ADS_1


"Baiklah sayang, lagian besok hari libur."


Setelah selesai mengobrol, kini keduanya kembali fokus melahap makanan mereka.


Zivana merasa senang karena suaminya terlihat sangat mencintainya. Bahkan sekarang Alvin lebih menuruti semua perkataannya.


°°°


Alvin mengerjapkan kedua matanya. Dia mendengar suara Istrinya yang sedang bersenandung dari dalam kamar mandi. Dia menghampiri Istrinya yang sedang memandikan Baby Rayan. Ternyata Zivana sambil menyanyikan lagu anak-anak.


Alvin menatap anaknya yang sedang di mandikan.


"Hallo sayang, tampan sekali sih seperti Papah," Alvin berbicara kepada anaknya. Namun Baby Rayan malah merengek dan akhirnya menangis.


Oek oek


"Mas Alvin, tuh kan Rayan menangis. Pasti karena mendengar suara jelek." ucap Zivana sambil menatap suaminya.


"Masa suami sendiri di katain suaranya jelek sih sayang?"


"Stttt, Mas keluar saja deh! Ini Rayan masih menangis."


Akhirnya Alvin keluar dari dalam kamar mandi.


Tak lama, Zivana juga ikut keluar dari kamar mandi dengan menggendong anaknya.


Dia melihat suaminya yang sedang menyiapkan pakaian untuk Baby Rayan.


"Mas perhatian sekali sih," ucap Zivana


"Iya dong, kasihan kamu kerepotan," ucap Alvin yang kini sedang mengambil bedak bayi dan minyak telon.


"Mas, cepat siap-siap!" ucap Zivana yang kini menatap suaminya.


"Kemana sayang?"


"Masa Mas lupa sih, itu loh yang kemarin kita bicarakan."


Alvin tampak berpikir dan mengingat-ingat.


"Oh iya, membuntuti Eza yah. Baiklah, Mas mau ke atas dulu yah, mau siap-siap."


"Iya Mas," ucap Zivana


Alvin keluar dari kamar itu. Lalu dia melangkah menuju ke kamar atas untuk bersiap.


Kini Alvin keluar dari kamarnya. Kebetulan bersamaan dengan Eza yang baru keluar dari kamar.


"Za, mau kemana?" tanya Alvin


"Biasa Kak, mau pacaran."


"Wah enak yah pacaran, mau ke cafe yah, atau taman?"


"Belum tahu nih Kak, terserah pacarku saja. Sudah dulu yah Kak, pacarku sudah menelfon nih." Eza berlalu pergi sambil mengangkat panggilan telfon.


Alvin buru-buru menghampiri Istrinya untuk berpamitan. Dia takut ketinggalan jejaknya Eza.

__ADS_1


Alvin melihat mobil Eza keluar dari gerbang rumah itu. Dia mengejar mobil yang di kendarai Eza sebelum dia ketinggalan jejak.


Saat ini kedua mobil itu melewati keramaian kota. Alvin terus menatap ke depan. hingga dia melihat mobil yang Eza kendarai berhenti di depan perumahan. namun, Alvin terkejut saat melihat Sela menghampiri Eza. bahkan mereka cipika cipiki. Eza juga membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Sela masuk.


Jadi pacarnya Eza itu Sela, Kenapa dunia sempit sekali? Kenapa harus Sela? Seperti tidak ada wanita lain saja.' gumam Alvin


Alvin kembali mengikuti mobil Eza. Hingga kini mobil itu memasuki gerbang hotel. Alvin ikut masuk dan memarkirkan mobilnya. Dia terus mengikuti pasangan itu. hingga Eza dan Sela berhenti di depan resepsionis.


"Kak, Pesan satu kamar, ucap Sela


"Sebentar Kak," ucap Resepsionis


"Sayang, aku ke toilet dulu yah," ucap Eza


"Aku ikut, aku tidak mau sendirian," Sela bergelayut manja di tangan Eza.


"Hanya ke toilet loh,"


"Iya, aku ikut, nanti aku nungguin kamu di luar."


"Baiklah," akhirnya Eza mengijinkan Sela untuk ikut bersamanya.


"Kamarnya jadi tidak, Kak?"


"Jadi, tapi nanti yah, ini mau ke toilet dulu." ucap Eza, lalu keduanya melangkah pergi.


Alvin mengikuti mereka. Dia bersembunyi sehingga Sela yang ada di depan toilet tidak melihatnya.


Alvin melihat Sela yang sedang menengok kanan kirinya. Lalu Sela masuk ke toilet laki-laki. Alvin melangkah menuju ke depan toilet. Dia melihat ke dalam. Namun dia tidak melihat keberadaan Sela.


Apa sela masuk ke salah satu toilet,' batin Alvin


Tiba-tiba Alvin mendengar de*sahan dari toilet paling ujung. Dia paham sekali jika itu suara Sela.


"Sayang, jangan keras-keras. Nanti ada yang dengar." ucap Eza yang kini sedang bersama Sela.


"Biarin sayang lagian toiletnya sepi," ucap Sela


Astaga, kalau gaya pacaran mereka seperti itu, bisa-bisa Sela merusak Eza.' batin Alvin lalu dia masuk ke toilet sebelahnya.


Dia menutup pintunya dengan pelan agar tidak terdengar oleh Eza dan Sela.


Alvin kembali mendengar de*sahan mereka. Dia sampai merinding sendiri. Karena sudah lama dia berpuasa.


Lima belas menit kemudian, suara itu sudah terhenti.


"Sayang, kamu bawa tisu?" tanya Eza


"Ada nih di tas," ucap Sela


Alvin yang mendengar itu, dia tahu mereka sedang ngapain.


"Sayang, lap punya aku juga dong." ucap Sela


"Baik sayang," jawab Eza


Alvin masih diam di dalam, hingga dia mendengar suara pintu terbuka. Dia juga mendengar langkah kaki yang semakin menjauh.

__ADS_1


Mungkin mereka sudah keluar,' guman Alvin, lalu dia juga keluar dari toilet.


°°°°


__ADS_2