
Rey baru pulang dari kantor. dia langsung ke kamarnya karena merasa lelah sekali. dia melihat Putri juga ada di dalam kamar. Putri hanya diam tidak menyapanya.
Rey menghampiri Putri yang sedang tiduran di sofa sambil menonton televisi.
"Lagi nonton?" tanya Rey kepada Putri yang masih asyik mengarahkan pandangannya ke televisi.
"Iya" hanya kata itu yang terlontar dari mulutnya.
"Ya sudah di lanjut" ucap Rey lalu dia segera bersiap untuk membersihkan dirinya.
Toktok
Terdengar ketukan pintu dari luar kamar. Putri segera membuka pintu kamarnya karena dikunci dari dalam.
Cklek
"Kenapa Ra? Baby Al rewel yah?" tanya Putri saat melihat Rara sedang menggendong Baby Al.
"Iya Put, sepertinya Al mau sama kamu." ujar Rara
"Sinih Mamah gendong sayang." Putri mengambil Al yang ada di gendongan Rara.
"Nanti kalau Al sudah tidur, tidurkan lagi dikamarnya. aku yang akan tidur menemani Al. kamu nikmati malammu saja sama suamimu." kata Rara
"Hm, aku jadi tidak enak ngerepotin kamu terus Ra." ucap Putri
__ADS_1
"Tidak perlu sungkan Put." Rara malah senang bersama Al. dia juga sedang menghukum suaminya malam ini. dan dia juga ingin jika Putri dan Rey semakin lebih dekat lagi.
"Terimakasih Ra, kalau begitu aku masuk dulu." ucap Putri lalu dia segera masuk ke dalam kamarnya.
Rara juga kembali ke kamarnya. walaupun dia sedang menghukum Juna, namun suaminya itu masih harus dia layani saat baru pulang dari kantor.
Rey membuka pintu kamar mandi. pandangan pertamanya tertuju kepada Putri yang sedang menimang-nimang anaknya. Rey yang hanya menggunakan haduk langsung menghampiri anak dan istrinya.
"Wah anak tampan Papah." ucap Rey lalu mencium bibir mungil anaknya.
Putri mencium aroma khas badan Rey yang sangat wangi. karena Rey habis mandi dan jarak mereka saat ini begitu dekat. bahkan tetesan airnya pun ada yang mengenai tangan Putri.
Rey belum beranjak dari sana. sekarang tatapannya beralih kepada Putri. dengan jarak yang begitu dekat dia memperhatikan wajah istrinya. Putri merasa malu dan mengalihkan pandangannya.
Seketika wajah Putri langsung memerah.
Rey hanya memperhatikan respon istrinya. lalu dia langsung menjauhkan dirinya dari Putri.
Putri merasakan jantungnya berdetak begitu cepat. apalagi jaraknya dan rey begitu dekat. itu membuatnya tak bisa berkutik. dia bersyukur Rey sudah menjauh dari dia. Putri malu jika Rey tahu bahwa dia merasa getaran yang begitu hebat saat di dekat suaminya.
Hampir saja jantungku melompat keluar. Kak Rey, entah aku tak bisa membencimu. semakin lama, hanya rasa cinta yang kurasakan. walaupun aku tahu rasa cinta itu kau balas atau tidak. setidaknya kamu tahu jika aku selalu menunggumu menerimaku sebagai wanita yang kau cinta." batin Putri
Beberapa saat kemudian Al sudah tertidur. Putri segera keluar dari kamarnya. Putri sudah berada di kamar Al. dia menidurkan Al di ranjang bayi. setelah itu dia kembali ke kamarnya.
Hari sudah semakin malam. semuanya beristirahat di kamar masing-masing. tapi tidak dengan Juna, dia tidak bisa tidur karena tidak ada istrinya disampingnya.
__ADS_1
Malam itu Putri merasa sangat gerah. dia yang kebetulan memakai setelan piyama panjang mengganti dengan lingeria hitam. Putri bangun dari ranjang setelah melihat suaminya tertidur. lalu dia berganti pakaian. ya, Putri memutuskan tidur di ranjang setelah kejadian kemarin. dia menganggap kejadian kemarin adalah awal bahwa Rey mau menerima Putri tidur bersama. walaupun Putri tahu sendiri jika itu bukan atas dasar cinta.
Rey ternyata belum tidur. dia hanya pura-pura tidur dengan memejamkan kedua matanya. Rey bahkan menyaksikan Putri berganti pakaian di kamarnya.
Putri kembali tiduran di samping Rey dengan menutup semua badannya dengan selimut.
Rey merasa sudah tidak ada pergerakan dari Putri dia menengok ke belakang karena posisi tidur mereka saling membelakangi. Rey melihat Putri sudah tidak lagi memakai selimutnya. dia menatap pemandangan indah itu. Rey tidak menyia-nyiakan kesempatan.
karena Rey mendengar sendiri kemarin Putri mengatakan jika sudah kewajiban dia untuk melayani suaminya.
Rey semakin gencar memberikan sentuhan-sentuhan kepada istrinya. Putri merasa geli dan mengeluarkan suara-suara yang begitu indah.
Putri sudah sadar dan melihat suaminya sedang menggerayanginya. Putri hanya diam dan pura-pura belum bangun.
Rey sudah memposisikan dirinya dengan jarak yang paling intim. Putri merasakan tangan Rey mulai meraba penutup bagian bawahnya. namun beberapa saat Rey langsung menjauhkan diri dari Putri. dia tak melanjutkan keinginannya. Rey teringat jika Putri sedang cuek. dia tidak ingin jika Putri tambah acuh kepadanya gara-gara kejadian kemarin terulang lagi.
Rey langsung bangkit dari ranjang dan berjalan menuju ke sofa. dia akan tidur disofa saja. dia tidak tahan jika tidur disamping istrinya yang memakai pakaian seperti itu.
Putri sangat kecewa kepada rey. dia mengira jika mereka akan melewati malam kedua. Putri sudah senang saat Rey mau menyentuhnya tanpa pengaruh alkohol atau obat lainnya. namun dia kecewa saat Rey menyudahinya begitu saja. padahal Rey tidak tahu jika Putri sedang menahan hasratnya yang bergelora. Putri juga menginginkan itu dari suaminya.
Putri kembali memejamkan kedua matanya. dia berharap jika besok setelah bangun tidur akan menjadi hari yang paling indah untuknya.
Rey yang sedang tiduran di sofa sekilas menatap istrinya.
Bahkan tubuhmu saja meresponnya. tapi aku tidak mau melakukan itu disaat kamu tidak sadar." batin Rey lalu dia memejamkan kedua matanya. Rey juga lelaki normal. jadi saat mendapatkan lampu hijau, dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan. apalagi Putri sendiri yang kemarin mengatakan jika itu sudah kewajibannya.
__ADS_1