
Sepulang kerja, Zivana langsung pergi ke Dokter untuk mengecek kandungannya. dia sangat senang karena kandungannya kuat dan dia bisa pergi jauh. hanya satu pesan Dokter yaitu dia harus menjaga baik-baik kandungannya dan jangan kecapean.
Zivana langsung memesan taxi online. dia menunggu di depan rumah sakit sambil duduk di salah satu kursi.
Saat taxi online yang di pesan sudah datang, Zivana beranjak dari duduknya dan segera pergi dari sana. Zivana melihat taxi yang dia pesan sudah terparkir di dekat gerbang masuk rumah sakit. dia langsung masuk ke dalam taxi.
Zivana sudah duduk di kursi belakang. taxi itu langsung pergi menjauh dari sana.
Zivana menatap ke luar jendela. dia menatap keramaian Ibu kota dan kedaraan yang terus berlalu lalang.
tring tring
Zivana mendengar ponselnya berdering menandakan ada panggilan masuk. dia mengambil ponsel miliknya yang ada di dalam tas. Zivana menatap layar ponselnya. ternyata itu panggilan masuk dari Ibunya. Zivana langsung mengangkat panggilan telfon itu.
📞"Assalamu'alaikum, ada apa Mah?" Zivana bertanya setelah dia mengucapkan salam.
📞"Waalaikum'salam, kamu dimana Nak? Mamah khawatir karena kamu belum pulang?" Bu Rara sangat mengkhawatirkan putrinya. apalagi saat ini putrinya sedang hamil.
📞"Aku di jalan Mah, nih lagi naik taxi menuju ke rumah," kata Zivana
📞"Syukurlah, Mamah lega jika kamu baik-baik saja."
📞"Iya Mah"
Kini keduanya sudah selesai bertelfonan. Zivana kembali menaruh ponselnya ke dalam tas.
Setelah menempuh perjalan yang tak terlalu lama, kini taxi yang di naiki Zivana sudah sampai di depan rumahnya. Zivana langsung turun dari taxi. dia melangkah masuk melewati halaman rumahnya.
Zivana langsung mengetuk pintu rumahnya. kebetulan Bu Rara yang membuka pintunya. karena sejak tadi Bu Rara mengkhawatirkan anaknya.
"Assalamu'alaikum Mah," ucap Zivana
"Waalaikum'salam, ayo masuk!" Bu Rara menggandeng tangan Zivana dan mengajaknya masuk ke dalam rumah.
Kini keduanya duduk di sofa yang ada di ruang keluarga.
"Kenapa kamu bisa pulang telat Nak?"
__ADS_1
"Maaf Mah, tadi Zie pergi dulu ke Rumah Sakit," jawab Zivana
"Kamu kenapa? kamu sakit? kandungan kamu baik-baik saja bukan?" Bu Rara bertanya dengan pertanyaan beruntun.
"Aku tidak apa-apa kok Mah, kandunganku juga baik-baik saja," jawab Zivana
"Lalu kenapa pergi ke rumah sakit?"
"Habis konsultasi ke Dokter karena Zie mau pergi ke New York."
"Ngapain kamu ke New York?"
"Hanya urusan pekerjaan kok Mah," jawab Zivana
"Astaga, ini pasti Alvin yang modus ngajakin kamu liburan. lagian kalian sudah bukan suami istri lagi loh, kalau nanti berdua-duaan bisa bahaya." ucap Bu Rara
"Tidak Mah, Zie akan menjaga jarak kok," ucap Zivana
"Mama tetap tak tenang Zie, apalagi Alvin itu lelaki normal. jika di posisi hanya berdua apalagi di tempat sepi, bisa saja kan dia melakukan apa pun ke kamu."
"Lalu Zie harus bagaimana Mah? apa tidak usah pergi?"
"Menikah lagi?"
"Iya, bukannya kamu memutuskan hubunganmu dengan Aldo? itu berarti kamu akan kembali sama Alvin" ucap Bu Rara
"Tapi Zie tidak memikirkan itu Mah, untuk saat ini Zie ingin sendiri," ucap Zivana
"Itu sih terserah kamu, kalau mau pergi ya harus nikah dulu sama Alvin," ucap Bu Rara
"Nanti Zie fikirkan lagi deh," setelah mengatakan itu Zivana berlalu pergi menuju ke kamarnya karena dia akan membersihkan diri.
Saat ini Zivana sedang berada di bawah guyuran air sower yang hangat. dia kembali terngiang perkataan Ibunya.
Apa iya aku harus menikah lagi sama Alvin, kalau nanti aku di jadikan pembantu lagi bagaimana? mending aku tidak menikah jika dia memperlakukanku tidak adil," batin Zivana
Setelah selesai mandi, Zivana segera mengambil handuk putih yang tergantung di pinggiran pintu. Zivana keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk. dia mendekati meja kecil yang ada di kamarnya. Zivana mengambil ponselnya lalu dia duduk di pinggiran ranjang. Zivana mengirim pesan kepada Alvin. dia mengatakan jika Ibunya tidak memperbolehkannya pergi jika dia tidak menikah terlebih dahulu dengan Alvin.
__ADS_1
Alvin langsung menelfon Zivana untuk berbicara. namun Zivana menolak panggilannya dan mengirim pesan.
Jangan telfon! aku habis mandi dan mau pakai baju.
Seperti itulah isi pesan yang di kirimkan oleh Zivana.
Alvin langsung melakukan video call. Zivana kembali menolak panggilannya. lalu dia kembali mengirimkan pesan kepada Alvin.
Aku bilang jangan telfon dulu!"
Namun Alvin kembali melakukan Video call.
Astaga, dasar Alvin," akhirnya Zivana mengangkat panggilan video call itu.
📱"Ada apa?" tanya Zivana
Alvin tak menjawab, namun dia malah melihat penampilan Zivana yang hanya memakai handuk saja.
📱"Woyyy..." Zivana menyadarkan Alvin yang sejak tadi hanya fokus menatapnya.
📱"Ayo kita menikah?"
📱"Kamu waras? tidak mau! nanti kamu malah menyiksaku dan menjadikanku pembantu," ucap Zivana
📱"Tidak kok, aku akan menjadikanmu ratuku dan mengurungmu setiap hari di kamar. tugasmu hanya melayaniku dan melahirkanku anak-anak yang banyak."
📱"Memangnya aku ini mesin cetak anak? ngawur kalau bicara," ucap Zivana
📱"Wik..wik..." gumam Alvin namun terdengar oleh Zivana
📱"Apa kamu bilang?"
📱"Itu handuk kamu melorot jadi ingin," ucap Alvin sambil menatap Zivana dari layar ponsel miliknya.
📱"Astaga, kenapa aku tidak sadar," Zivana menatap handuknya yang melorot. dan dadanya sedikit terlihat.
Zivana buru-buru mematikan panggilan video call itu. dia malu sekali karena tubuhnya sudah menjadi tontonan Alvin.
__ADS_1
°°°