Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 49


__ADS_3

Eza memberitahukan kepada keluarganya jika saat ini Alvin sudah sadar. Bu Rara akan pergi menengok Alvin jika Zivana sudah pulang. karena tidak mungkin jika harus membawa Baby Rayan yang masih bayi.


Alvin terlihat lebih bersemangat karena pagi-pagi sudah diberi tenaga ekstra oleh Istrinya. saat ini keduanya sedang bercerita romantis. namun obrolan keduanya terhenti saat Dokter masuk ke dalam ruangan.


"Selamat Pagi Pak Alvin," ucap Pak Dokter


"Pagi Dok, maaf Dok apa saya sudah boleh pulang?"


"Mohon bersabar Pak, hasil pemeriksaan belum keluar," kata Dokter yang saat ini sudah berada di dekat Alvin. "Apa Pak Alvin ada keluhan? mungkin sakit di perut atau yang lainnya?"


"Sedikit Dok, terkadang terasa nyeri," ucap Alvin


"Itu wajar Pak, karena bekas jahitannya belum kering," ucap Pak Dokter


"Berarti suami saya belum boleh banyak gerak yah Dok."


"Benar Bu, suami Ibu jangan terlalu banyak gerak. dan tidak boleh mandi dulu. cukup di lap saja badannya."


"Baik Dok," ucap Zivana


Setelah selesai bertanya keluhan dan memeriksa Alvin, kini Pak Dokter kembali keluar dari ruangan itu.


Bi Salma kembali masuk ke dalam ruangan Alvin.


"Bi, Bibi kalau cape bisa pulang saja, nanti Mamah Rara juga akan kesini," ucap Zivana


"Nanti siang saja Neng," jawab Bi Salma


°°°


Tak terasa waktu berputar begitu cepat. saat ini sudah siang menjelang siang. Zivana akan pulang, namun dia juga mengajak Bi Salma untuk pulang bersamanya. Zivana dan Eza mengantar Bi Salma dulu. namun saat Eza akan mengemudikan lagi mobilnya meninggalkan halaman rumah, Bi Salma menahannya dan memintanya untuk menunggu sebentar.

__ADS_1


Bi Salma kembali dengan membawa ponsel milik Zivana.


"Neng Zie, ini ponsel milik Neng Zie. maaf yah karena Bibi sudah menyembunyikannya. selama ini Bu Rara yang menyuruhnya.


Bi Salma menyodorkan ponsel milik Zivana.


"Iya Bi tidak apa-apa, Makasih yah karena sudah menyimpan ponselku," ucap Zivana sambil tersenyum menatap Bi Salma.


"Sama-sama Neng," jawab Bi Salma lalu kembali masuk ke dalam rumah.


Eza juga segera mengemudikan mobilnya meninggalkan halaman rumah Alvin.


Tak lama, mobil yang di kendarai oleh Eza sampai di depan rumahnya. kini keduanya turun dari dalam mobil. mereka melangkah masuk ke dalam rumah. kebetulan Bu Rara dan yang lainnya juga sudah rapih. mereka sudah bersiap untuk pergi.


Zivana menghampiri Ibunya yang saat ini ada di kamarnya.


"Mah, Zie pulang nih," ucap Zivana yang sudah masuk ke dalam kamar.


"Kalau gitu Mamah pergi dulu Nak," Bu Rara beranjak dari duduknya lalu bersalaman dengan Zivana sebelum keluar dari kamar.


Oek oek


Baby Rayan menangis saat Zivana menyebut nama Ayah. mungkin dia juga merindukan ayahnya.


"Uluh uluh anak Mamah kangen Papah yah, sabar sayang cup cup, nanti Papah juga pulang kok," Zivana menenangkan anaknya yang sedang menangis.


Cklek


Pintu kamar terbuka dan terlihat Eza berdiri disana. Eza masuk ke dalam kamar untuk melihat Baby Rayan. namun dia salah fokus saat melihat Baby Rayan sedang me*nyusu.


"Astaga Kakak, di tutupin dong. gawat nih kalau aku mau."

__ADS_1


"Yeh kamu saja yang asal masuk."


"Ya sudah deh, mending aku keluar saja," Eza kembali keluar dari dalam kamar. pemandangan yang tadi di lihatnya membuatnya sedikit merasa panas dingin. Eza menyambar kunci mobilnya yang tergeletak di atas meja. lalu dia pergi dari rumah.


Eza mengemudikan mobilnya menuju ke keramaian Ibu kota. Eza melihat seseorang yang di kenalnya sedang duduk di pinggir jalan. lalu dia menghentikan mobilnya.


"Sela, kamu kenapa?" Eza melihat tangan Sela sedikit lecet.


"Aku kecopetan, aku tidak bisa pulang ke rumah," ucap Sela


"Biar aku yang mengantar," ucap Alvin


"Terima kasih," Sela beranjak dari duduknya. saat dia akan jalan, kakinya terasa sakit jadi dia bisa jalan agak cepat.


Eza menoleh ke belakang dan melihat Sela tertinggal di belakang.


"Biar aku bantu," Eza memapah Sela menuju ke mobilnya.


Eza mengemudikan mobilnya menuju ke rumah Sela.


Setelah sampai di rumah Sela, kini Eza membantu memapah Sela hingga ke dalam rumah.


"Mau duduk di sofa saja, atau mau ke kamar?" Eza bertanya kepada Sela dari jarak dekat. karena posisinya saat ini dia sedang memapahnya.


"Ke kamar saja, aku mau istirahat."


Eza memapah Sela menuju ke kamarnya. namun saat dia menidurkan Sela, kakinya tersandung sehingga dia ikut terjatuh ke atas ranjang.


Sela cantik juga jika di lihat dari jarak dekat." batin Eza sambil menatap wajah Sela.


Begitupun Sela yang saat ini sedang menatap Eza.

__ADS_1


Ternyata Eza cukup tampan, walaupun dia berondong, tapi setidaknya jika tidak dapat Alvin, maka aku bisa mendapatkan Eza," dengan tidak malunya Sela mendekatkan wajah mereka. sedangkan Eza yang memang lelaki normal, jika di kasih gratisan pasti dia tidak akan menolak.


°°°°


__ADS_2