
Juna dan yang lainnya sedang berkumpul dan bersantai di ruang keluarga. karena kebetulan besok hari libur. Juna menatap Putri yang sedang menggendong Baby Al. lalu dia berbisik kepada istrinya yang duduk di sebelahnya.
"Sayang, itu Baby Al sama kamu dulu. biar Putri dan Rey bisa langsung istirahat dulu di kamar." bisik Juna
"Tumben Mas Juna nyuruh Rara gantiin Putri. biasanya Mas uring-uringan karena tidurnya sendirian." balas Rara yang juga berbisik di telinga suaminya.
"Untuk kali ini Mas mengalah karena Mas ingin Rey dan Putri tidak canggung lagi seperti itu." bisiknya lagi
"Memangnya apa yang Mas rencanakan?" tanya Rara kepada suaminya.
"Nanti juga kamu tahu sendiri kok sayang."
"Awas yah jangan macam-macam." ancam Rara
"Mas cuma macam-macamnya sama kamu doang kok." Juna mengedipkan sebelah mata genitnya.
"Kalian sedang berbisik-bisik apa?" tanya Bu Farah yang ternyata memperhatikan anak dan menantunya.
"Tidak kok Mah, cuma berdiskusi antar suami istri." jawab Juna
"Kalau mau berdiskusi berdua mending di kamar saja sana." sahut Rey ikut berbicara.
"Kebalik kali, noh kamu saja mending yang ke kamar." ujar Juna menimpali.
Sesuai permintaan suaminya, Rara mencoba membujuk Putri agar mau menyerahkan Baby Al kepadanya. dan dia menyuruh Putri untuk segera beristirahat di kamar.
"Put, sinih biar Baby Al sama aku saja. mending sekarang kamu ke kamar untuk istirahat. pasti kamu kelelahan jagain Baby Al seharian." ucap Rara
"Tidak usah Ra, aku tidak capek kok." kata Putri
"Benar kata Rara, biar Baby Al sama Rara saja." sahut Juna ikut berbicara.
"Ya sudah deh, beneran tidak apa-apa jika Al bareng kamu?" tanya Putri sambil menatap Rara.
"Tidak apa-apa Put." jawab Rara
Putri segera ke kamar setelah memberikan Baby Al kepada Rara. karena jujur saja dia juga merasa lelah.
"Rey, cepat susul istrimu!" pinta Juna
"Nanti saja Kak, Rey belum ngantuk." ucap Rey
"Ya sudah kalau gitu kita bikin teh hangat saja." ucap Juna lalu tatapannya beralih kepada Rara. "Sayang, buatkan teh hangat untuk kita yah." pinta Juna
__ADS_1
"Oke Mas" lalu Rara bergegas pergi menuju ke dapur.
Juna menghampiri istrinya di dapur. dia melihat Rara sudah membuatkan teh hangat untuk mereka.
"Sayang, sinih biar Mas yang bawa. mending kamu tengok Baby Zie saja tadi dia rewel." kata Juna
"Rewel kenapa Mas?" Rara bertanya kepada suaminya.
"Kamu lihat sendiri deh." pinta Juna kepada istrinya. lalu Rara langsung pergi dari hadapan suaminya.
Maaf yah sayang, kamu jadi repot ngurusin dua bocil. nanti Mas akan carikan pengasuh untuk Al kalau hubungan Rey sama Putri sudah lebih hangat." batin Juna lalu dia membawa nampan menuju ke ruang keluarga.
"Teh hangat sudah datang, silahkan di nikmati." ucap Juna lalu menaruh semua gelas di atas meja.
"Terimakasih Kak" ucap Rey lalu dia langsung meneguk habis teh hangat miliknya.
"Ini enak sekali" puji Rey lalu menaruh lagi gelas yang sudah kosong.
Bu Farah dan yang lainnya ikut menyeruput teh hangat milik mereka.
Mereka kembali mengobrol, namun beberapa menit kemudian Rey merasakan aneh pada tubuhnya. dia merasa gerah padahal cuaca diluar cukup dingin karena sedang gerimis.
"Rey kamu kenapa?" tanya Bu Farah saat melihat anaknya duduk tak mau diam.
"Mending ke kamar saja Rey ganti baju dulu kalau kamu merasa gerah." ucap Juna memberikan sarannya. karena kebetulan Rey memakai piyama panjang.
"Kalau gitu Rey permisi." pamit Rey yang buru-buru pergi dari hadapan mereka.
Cklek
Rey membuka pintu kamarnya. dia melihat Istrinya yang sudah berganti pakaian daster rumahan. dan kebetulan Putri sedang menata bantal dan selimut di sofa untuk tidur.
Rey langsung berlari menuju ke kamar mandi. karena dia merasa gerah di tambah dia melihat sitrinya baru kali ini memakai pakaian seperti itu di dalam kamar. seketika langsung membangkitkan hasratnya.
Rey sudah mandi air dingin namun dia tetap saja merasa gerah. rasanya masih ada hasrat yang belum tertuntaskan.
Sial, sepertinya ada yang sudah memasukan obat perangsang ke dalam minumanku. apa ini perbuatan Rara? atau mungkin Kak Juna? ssttt kenapa dengan mandi air dingin juga tidak mempan? ahhhhh benar-benar sial." batin Rey lalu dia segera memakai handuk karena sudah selesai mandi air dingin.
Rey keluar kamar mandi hanya dengan memakai handuk. dia menatap istrinya yang sudah tiduran di atas sofa.
"Put, tolong aku" ucap Rey yang sudah berdiri di belakang istrinya.
"Minta tolong apa Kak?" tanya Putri karena kebetulan dia belum tidur.
__ADS_1
"Badanku panas sekali Put setelah meminun teh hangat. mungkin ada yang sudah memasukan obat perangsang ke dalam minuman itu. bolehkan aku melakukan itu untuk malam ini. lagian kita suami istri loh. kamu juga tidak akan merasa sakit karena ini bukan yang pertama kalinya untuk kamu loh." ucap Rey panjang lebar karena dia sudah tak tahan.
Jadi Kak Rey masih mengira jika saat itu aku sudah ternoda. apa itu alasan yang membuatnya sulit menerimaku? apa karena dia mengira aku sudah bukan gadis lagi." Putri tampak bergelut dengan pikirannya. hingga dia tak sadar jika saat ini posisi dia dan Rey sudah sangat intim.
Putri kaget saat melihat jarak mereka yang begitu dekat.
"Aku----" baru juga Putri akan berbicara, Rey langsung membungkam mulutnya. namun Putri sudah keburu menutup rapat mulutnya, jadi hanya menempel saja.
"Buka mulutmu" pinta Rey kepada Putri yang masih menutup rapat mulutnya.
"Ta--" Putri tak lagi berkata saat Rey sudah memulai permainan.
Putri menerima semua perlakuan Rey. walaupun Rey belum mencintainya tapi dia suaminya yang wajib mendapatkan haknya. jadi saat Rey ingin, Putri siap untuk melayaninya.
Rey menggandeng istrinya menuju ke ranjang mereka. Rey menidurkan Putri disana dan dia mulai memberikan sentuhan-sentuhan secara perlahan. Putri ikut terbuai dengan permainan Rey. hingga saat ini keduanya sudah di posisi paling intim.
"Argghh sakit" teriak Putri saat merasakan tusukan di bagian bawahnya.
"Ternyata kamu masih virgin." ucap Rey kaget karena setahu dia Putri sudah pernah ternoda.
Putri hanya meganggukan kepalanya. Rey tersenyum lalu kembali melakukan aksinya.
"Ahhh Ayu" teriak Rey tak sadar saat dia baru mendapat pelepasan pertamanya.
Deg
Seketika Putri langsung merasakan sakit di dadanya. bisa-bisanya suaminya meneriaki nama mantan istrinya saat mereka sedang melakukan hubungan. apa memang sesulit itu untuk melupakan Ayu. apa sudah tidak ada celah lagi agar Putri menjadi wanita yang dicintai oleh Rey.
Rey masih saja melakukan permainannya karena dia belum puas. sedangkan Putri sejak tadi hanya menangis dalam diam. hanya air mata saja yang keluar. namun suara tangis dia tahan.
Rey sudah selesai karena kelelahan. Putri segera menghadap ke belakang. dia tak mau tidur berhadapan dengan suaminya. Putri mulai sesegukan karena dia tak bisa lagi menahan rasa sakitnya. bukan hanya fisiknya yang merasa sakit, namun hatinya jauh lebih sakit.
Apa sesakit itu melakukan hubungan hingga kamu menangis seperti itu." batin Rey saat mendengar Putri sesegukan.
Rey tak tahu harus berbuat apa. walaupun dia belum mencintai Putri. namun dia harus mencoba pelan-pelan agar tumbuh rasa cinta dihatinya. Rey memeluk Putri dari belakang. Putri semakin merasa sakit saat mendapat pelukan dari suaminya.
Jika memang tidak cinta, kenapa mau memelukku." batin Putri saat mendapatkan pelukan dari suaminya.
Cukup lama Putri terisak akhirnya dia tidur juga karena merasa lelah.
°°°°°°°°°°°
Semua adegan di sensor karena tidak sesuai dengan novel ini yang pemerannya wanita sholehah.😂😂😂😂😂😂
__ADS_1
Jangan bosan-bosan untuk meninggalkan jejak kalian. cukup dengan like, rate bintang 5, dan komentar terbaiknya.😉