
Seperti biasa, Rara dan Juna bersiap-siap untuk bekerja. kebetulan toko kue milik Rara lebih rame dari sebelumnya. bahkan kini sudah ada tiga karyawan yang membantunya disana. Rara hanya memantau saja. dia tidak banyak bekerja. karena Juna melarangnya agar dia tidak terlalu kecapean.
Juna terlebih dahulu mengantar istrinya ke toko kue. baru dia menuju ke kantornya.
Juna yang baru datang langsung dihampiri oleh Rey.
"Kak Juna, Rey mau bicara penting." ucap Rey kepada Juna yang baru menutup pintu mobilnya.
"Bicara apa?" tanya Juna sambil menatap Rey.
"Kita bicarakan di dalam saja Kak." lalu keduanya berjalan berdampingan.
Mereka sudah sampai di ruangan Juna. Rey langsung duduk berhadapan dengan Juna.
"Apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Juna
"Begini kak, Rey niatnya mau mengesahkan pernikahan Rey dan Ayu. sekalian mengadakan resepsi pernikahan juga."
"Ide yang bagus Rey, tapi sebaiknya lebih baik di percepat saja."
"Iya Kak, niat Rey juga seperti itu. tapi, nanti resepsinya untuk kita berdua. Kakak juga belum resepsi, bukan?" tanya Rey
"Tapi Kakak sudah punya anak. masa baru resepsi sekarang sih."
"Tidak apa-apa Kak, lagian Kakak dan Rara juga sama-sama masih muda. oh iya, pernikahan Kakak sama Rara sudah di resmikan?"
"Sudah lama Rey, sejak Kakak memutuskan keluar dari rumah. saat itu juga Kakak langsung mengurus semuanya."
"Syukur deh kalau seperti itu. semoga rencana kita semuanya lancar yah Kak." ujar Rey
"Amin Rey, mudah-mudahan semuanya berjalan sesuai yang kita rencanakan."
"Ya sudah Kak, itu saja yang mau Rey katakan. Rey mau langsung menghubungi Ayu." ucap Rey berpamitan
"Tunggu!" Juna mencegah Rey yang hendak pergi.
"Kenapa Kak?" Rey bertanya kepada Juna.
"Kamu hubungi Ayu untuk datang kesini nanti siang. Kakak juga mau menghubungi Rara. sebaiknya kita makan siang bersama. nanti Kakak minta Rara untuk membawa makan siangnya." ujar Juna menjelaskan
"Baiklah, tapi apa tidak sebaiknya kita pesan saja makan siangnya?"
"Lebih baik kita makan masakan rumahan saja Rey. lagian Rara juga tidak terlalu suka makan makanan diluar."
"Ya sudah terserah Kakak saja, Rey hanya menurut." ucap Rey lalu dia segera pergi meninggalkan ruangan Kakaknya.
__ADS_1
Rey baru keluar ruangan Juna. dia langsung berjalan menuju ruangan sekretarisnya.
"Putri, nanti siang saya meminta kamu menemani Rio mengurus pekerjaan diluar." pintanya
"Loh kok saya Kak? lagian Kak Rio itu Asisten Kak Juna. Kalau saya yang pergi harusnya sama Kak Rey. karena saya Sekretaris Kakak." ujar Putri
"Saya sama Kak Juna nanti siang ada urusan. jadi lebih baik kamu saja yang pergi." pinta Rey
"Baiklah Kak, Putri mau." Putri menuruti permintaan atasannya.
Setelah mengatakan itu, Rey langsung keluar dari ruangan Sekretarisnya. Rey sengaja menyuruh Putri. semua itu dia lakukan untuk mendekatkan Putri dan Rio.
Kira-kira urusan apa yang mau dilakukan Kak Rey sama Kak Juna? sepertinya mereka ada janji khusus." gumam Putri setelah kepergian Rey.
°°
Rara dan Ayu baru datang di kantor suaminya. mereka berjalan masuk ke dalam gedung yang tampak menjulang tinggi itu. Rara dan Ayu berjalan menghampiri resepsionis. Rara menanyakan ruangan Juna. karena sudah lama dia tidak bekerja diperusahaan itu, jadi dia sudah lupa.
"Maaf Kak, saya mau tanya ruangan Mas Juna." ucap Rara
"Mas Juna? yang Nona maksud itu Pak Juna CEO disini?" tanya salah satu dari mereka.
"Iya Kak, Saya mau tanya dimana ruangannya."
"Memangnya ada apa yah nona nona ini mencari Pak Juna?"
Kedua Resepsionis itu memandang penampilan Rara dan Ayu dari atas kepala sampai ke kaki. lalu keduanya saling pandang.
"Bagaimana? mereka mau menemui Pak Juna. sebaiknya kita ijinkan saja atau tidak?" bisik Resepsionis yang satunya.
"Kamu yakin dengan ucapan mereka? Masa Pak Juna kenal dengan wanita yang berpenampilan seperti itu." ucapnya yang masih berbisik.
"Mungkin saja pembantunya."
"Masa pembantu tampangnya terlihat cantik." bisiknya lagi
Rara merasa cape berdiri terus disana. dia bertanya lagi kepada dua resepsionis itu.
"Maaf Kak, apakah saya bisa langsung ke ruangan Mas Juna?" Rara bertanya lagi kepada keduanya. karena jujur saja, sejak tadi mereka hanya bertanya tanpa memberikan jawaban kepada Rara.
"Nona tunggu dulu di sebelah sana. nanti saya hubungi Pak Juna. sepertinya beliau sedang sibuk jika siang seperti ini." ucapnya sambil menyuruh Rara dan Ayu untuk duduk dulu di kursi tunggu.
"Baiklah Kak, terimakasih."ucap Rara lalu dia dan Ayu segera menuju kursi tunggu yang tak jauh dari meja resepsionis.
Rara dan Ayu sudah menunggu selama 15menit.namun tidak ada omongan apalagi dari resepsionis itu.
__ADS_1
"Mbak, kok lama sekali yah?" tanya Ayu karena sudah merasa gerah.
"Mungkin sebentar lagi Yu." jawab Rara
Juna dan Rey sedang duduk berdua sambil menunggu kedatangan istri mereka.
"Kak, kok Ayu dan Rara lama sekali sih?" Rey bertanya kepada Juna. karena dia sudah merasa lapar sejak tadi.
"Tunggulah sebentar! mungkin mereka masih di jalan."
"Tapi tidak biasanya mereka seperti ini. Rey tahu jika Rara dan Ayu itu orang yang selalu tepat waktu dan tidak pernah ingkar janji. Rey takut jika mereka kenapa-kenapa." ujar Rey sudah berfikir yang tidak-tidak.
"Ya sudah, Kakak mau menguhungi Rara dulu." Juna mengambil ponselnya lalu menghubungi Rara.
"Bagaimana Kak?" tanya Rey saat melihat Juna yang sudah menghakhiri panggilan telponnya.
"Mereka sudah di bawah, namun reserpsionis menahannya." ujar Juna
"Kok bisa?" tanya Rey heran
"Lebih baik kita menghampiri mereka saja." Ajak Juna
Juna dan Rey berjalan meninggalkan ruangan itu.
Kini keduanya sudah sampai di lantai bawah. mereka melihat Rara dan Ayu yang sedang duduk.
"Ra, kenapa tidak naik?" tanya Juna yang sudah berada di hadapannya.
"Tadi sudah bertanya kepada dua resepsionis itu Mas. tapi katanya kita suruh menunggu dulu disini." ucapnya sambil menunjuk kedua resepsionis yang tidak jauh dari tempat mereka saat ini.
"Biar Mas meminta penjelasan mereka." Juna berjalan mendekati kedua resepsionis itu. Rey dan yang lainnya mengikuti Juna yang sudah berjalan terlebih dahulu.
"Vira, Nori, kenapa kalian menahan kedua wanita itu?" tanya Juna penasaran
"Maaf Pak, tadi kami mengira jika mereka berdua hanya mau mengganggu Bapak saja." ucap salah satu resepsionis itu.
"Kenapa harus mengganggu? mereka itu istri saya dan istri Rey." ujar Juna
Kedua resepsionis itu terkejut. mereka sudah mencari masalah dengan istri dari atasannya. mereka mengira jika kedua wanita itu hanya mencari alasan saja untuk mencari Juna. terlihat dari pakaian yang dipakai oleh mereka yang sangat sederhana. jelas, sama sekali tidak mengira jika Rara dan Ayu adalah istri dari atasannya. apalagi, mereka tahunya jika atasan mereka belum menikah.
"Sudahlah Mas, mereka itu tidak tahu. lagian sekarang kita sudah ketemu." ucap Rara yang tidak mau memperpanjang masalah itu.
"Baiklah, karena istri saya ini baik, saya akan memaafkan kalian. tapi ingat! jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi."
"Baik Tuan, kami meminta maaf. maaf nona karena kami sudah menahan kalian." ucap mereka sambil menunduk.
__ADS_1
"Iya, saya sudah memaafkan." ucap Rara.
Rara langsung mengajak Juna pergi dari sana. mereka berjalan berdampingan menuju ke lift yang tak jauh dari sana untuk menuju ke lantai atas.