Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part_19


__ADS_3

Sehabis makan malam Rara memilih untuk duduk bersantai di ruang depan. Rara duduk di atas tikar sambil mendengarkan radio jadul miliknya. sungguh ironis hidupnya, di jaman modern seperti ini tapi ponsel saja masih jadul. yang hanya bisa di pakai untuk sms dan telpon. untung saja Rara bukan sosok wanita yang suka ikut trend seperti wanita muda pada umumnya. dia hanya membeli sesuatu yang memang di perlukannya saja. tidak suka menghambur-hamburkan uang karena memang hidupnya juga pas-pasan, mana ada uang untuk bergaya.


Juna keluar dari kamar dengan pakaian yang rapih, sepertinya akan keluar. dia melewati Rara begitu saja tanpa menyapa.


"Mas mau kemana?" tanya Rara saat melihat Juna hendak membuka pintu keluar.


"Ngapain tanya-tanya? mau pergi kemanapun juga terserah saya." Clalu pergi tak menghiraukan triakan istrinya.


"Mas...mas..." Rara mengejar suaminya sampai ke pintu gerbang depan.


"Ngapain kamu ngikutin saya? cepat masuk!" Juna menyuruh Rara kembali masuk.


"Mas jangan pergi, mas juna mau kemana?" tanya Rara yang sudah memegang tangan Juna untuk menghalanginya pergi.


"Apa urusanmu? saya mau pergi kemana juga terserah saya. lebih baik kamu masuk atau kamu mau saya bertindak kasar." usirnya lagi


"Tapi" Rara melihat sorot mata Juna yang menajam seperti tidak menerima penolakan.


Rara terpaksa kembali masuk ke dalam kontrakan lagi. dia takut jika ada tetangga yang melihat pertengkarannya dengan Juna.


Dari dalam mobil, Rio melihat bosnya berbicara dengan seorang gadis. dia bisa melihat jika itu Rara, karena lampu penerangan di dekat gerbang cukup terang.


Sebenarnya ada hubungan apa antara bos dan Nona Mutiara?" Rio memikirkan kedekatan antara bosnya setelah melihat interaksi keduanya seperti saling mengenal satu sama lain.

__ADS_1


Brak (Juna menutup pintu mobil dengan keras.)


"Eh" Rio kaget dengan tingkah bosnya yang sepertinya sedang bad mood.


"Jalan" ucap Juna lalu Rio mengemudikan mobilnya.


"Maaf tuan kita mau kemana?" tanya Rio


"Ke rumah utama" jawab Juna


30 menit kemudian keduanya sudah sampai di rumah utama. Juna segera turun dari mobil dan langsung menemui ibunya. karena ibunya bilang ada sesuatu penting yang akan di bicarakan dengannya.


"Mamah" sapa Juna yang baru memasuki ruang keluarga dan melihat ibunya sedang menonton acara televisi.


"Duduklah!" pintanya dan Juna duduk di depan ibunya.


"Ada apa mamah memanggil Didi kesini?" tanya Juna


"Kamu itu kemana saja? kenapa jarang nengokin mamah?" tanyanya


"Maaf Mah, Didi sibuk kerja jadi tidak sempat mengunjungi mamah."


"Hm kamu tidak menyayangi Mamah lagi. kenapa kamu seperti ayahmu pergi meninggalkan mamah?" Bu Farah sudah berkaca-kaca ketika mengucapkan kata *A*yah.

__ADS_1


Memang setelah kepergian Pak Dirga, Juna juga ikut keluar dari rumah itu dengan membawa segala kekecewaannya. dia sangat kecewa karena Ayahnya selama ini diam-diam berselingkuh dengan pembantunya. hingga akhirnya semuanya terbongkar dan Pak Dirga lebih memilih pergi dengan selingkuhannya itu.


Juna menghela nafas kasar, dia bingung untuk menjelaskan keadaannya yang sekarang kepada ibunya.


"Baiklah, Juna akan tinggal disini bersama Mamah. "ucapnya


"Dan satu lagi permintaan Mamah, kamu harus menurutinya. pokoknya Mamah tidak menerima penolakan." ujar Bu Farah


"Apa mah? Didi janji bakalan menuruti apapun kemauan mamah." ucap Juna


Bu Farah tersenyum menatap anaknya sebelum mengatakan keinginannya.


"Mamah ingin kamu segera menikahi Luna. bukankah kalian sudah cukup lama berpacaran? sekarang saatnya untuk kalian menikah. apa kamu tidak kasihan sama mamahmu ini yang semakin menua. mamah sudah ingin menimang cucu." ucap Bu Farah


"Tapi Mah, apa tidak terlalu cepat?"


"Jangan menunda waktu lagi, Mamah ingin kamu secepatnya menikahi Luna. bagaimana jika minggu depan saja kalian menikah. dan mulai malam ini kamu harus tinggal disini." ucap Bu Farah dan tentu itu membuat Juna kaget.


"Ya sudah Mah, tapi malam ini Didi tidak akan menginap disini. kasih waktu dua hari, setelah dua hari Didi akan terus disini bersama mamah."


"Baiklah" Bu Farah akhirnya menyetujui perkataan anaknya.


Juna yang tidak ingin mengecewakan ibunya, akhirnya menuruti keinginan ibunya untuk menikahi luna. tapi dia menolak untuk menginap malam ini. dia meminta waktu dua hari, setelah dua hari dia akan pulang kesini.

__ADS_1


Kalau soal Rara, dia belum memikirkan untuk kedepannya. mengingat dia menikahinya hanya untuk membalaskan dendam karena ibunya yang sudah membuat rumah tangga Bu Farah dan Pak Dirga berantakan. bahkan sekarang dendamnya belum terbalaskan semua, tapi Bu Farah sudah menyuruhnya untuk menikahi Luna kekasihnya.


__ADS_2