Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part.67


__ADS_3

Rey sudah sampai ke rumahnya. dia yang baru masuk ke dalam rumah, melihat Ibu dan Kakaknya yang sedang duduk bersantai


di ruang keluarga. dan sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu.


"Hey Mah, Kak" sapa Rey yang baru datang. Rey ikut bergabung dengan mereka.


"Lagi bahas apa nih?" tanya Rey


"Ini loh Rey, Kakakmu sudah punya calon lagi." Bu Farah tampak girang.


"Calon? Apakah secepat itu? kok Rey tidak tahu sih?"


"Ini Mamah kasih tahu, lihat deh ini Mamah punya fotonya." Bu Farah memperlihatkan foto Putri yang ada di ponselnya.


"Cantik Mah, cocok sama Kak Juna." puji Rey


Juna hanya cuek saja mendengarkan pembicaraan mereka.


"Nah sekarang giliran Mamah cariin calon untuk kamu." kata Bu Farah kepada anak bungsunya.


"Loh kok aku sih, Rey tidak mau Mah, lagian Rey bisa cari calon sendiri." Rey menolak niat ibunya untuk menjodohkannya.


"Kamu masih mencintai wanita yang masih menjadi istri orang?" tanya Bu Farah kepada anak bungsunya.


Juna dari tadi memang hanya cuek tanpa ikut merespon pembicaraan mereka. tapi saat dia mendengar perkataan terakhir yang diucapkan ibunya membuat dia sedikit kepo.


Juna ikut menyimak pembicaraan mereka.


"Sudah berpisah kok Mah, sekarang dia hidup berdua dengan anaknya." ucap Rey karena setelah dia menyelidiki Rara, dia tidak pernah melihat ada laki-laki bersamanya.


"Anak? jadi wanita itu sudah punya anak? Rey..Rey...coba kamu buka matamu lebar-lebar. masa kamu suka sama janda anak satu sih?" Bu Farah tidak habis pikir jika anaknya itu tergoda dengan pesona janda.

__ADS_1


"Memangnya kenapa kalau janda Mah? lagian dia cantik sekali." Rey tersenyum membayangkan wajah cantik Rara.


"Pokoknya Mamah tidak setuju! Mamah memang menginginkan cucu, tapi bukan anak orang lain." tegas Bu Farah


"Memangnya siapa sih Mah wanita itu?


kok aku tidak tahu?" tanya Juna kepada ibunya.


"Itu loh, wanita yang disukai adikmu. beberapa bulan yang lalu kata Rey, wanita itu masih bersuami. terus sekarang sudah menjanda." jelas Bu Farah


"Memangnya wanita itu seperti apa Mah?" tanya Juna yang sudah penasaran.


"Mamah tidak tahu, tanyakan saja kepada adikmu." ucap Bu Farah


"Oh iya Rey lupa ngasih tahu Mamah. bentar, Rey cari dulu foto dia. kayaknya Rey pernah nyimpen fotonya deh." Rey sedang menggeser layar ponselnya dan mencari foto Rara.


"Nah ini Mah, untung Rey pernah menggambil foto dia secara diam-diam." kata Rey lalu memperlihatkan foto Rara kepada ibunya.


"Cantik, tapi kok wajahnya seperti mirip seseoarang. tapi siapa yah? Mamah lupa." Bu Farah mengingat-ingat wajah Rara yang menurutnya familiar.


Juna kaget saat melihat foto Rara di ponsel adiknya. ternyata Rey memang mencintai Rara. dia kira Rey hanya main-main saja. karena sebelumnya dia bukan tipe lelaki yang setia. Juna semakin yakin jika Rey mengetahui siapa ayah dari anaknya Rara.


"Kamu ternyata suka sama Rara?" tanya Juna


"Iya Kak, Karyawan yang dulu kakak pecat gara-gara dia sering ijin kerja."


"Jadi dia pernah kerja di perusahaan kita?" sahut Bu Farah yang ikut bertanya kepada anak bungsunya.


"Iya Mah, tapi karena dia sering ijin akhirnya dipecat oleh Kak Juna."


"Kerja dibagian apa dia? Sekretaris,

__ADS_1


Staf Accounting, atau Ketua Devisi mungkin?" tanya Bu Farah


"Office girl Mah" ucap Rey


"WHAT..kamu suka sama janda ditambah lagi dia mantan office girl." Bu Farah menggeleng-gelengkan kepalanya. dia tidak habis pikir jika anak bungsunya mencintai wanita dari kalangan bawah.


"Rey, memangnya Rara pernah menikah berapa kali?" tanya Juna


"Sekali lah, anaknya juga baru satu." jawab Rey


"Terus dia sering ijin kerja karena apa?" tanya Juna


"Ngapain Kakak nanya-nanya?" tanya Rey penuh selidik


"Heh kalian berdua, kenapa malah bahas janda? ah sudahlah Mamah pergi saja." Bu Farah melangkah pergi meninggalkan mereka berdua yang masih berada di ruang keluarga.


Rey juga ikut pergi dari sana. sedangkan Juna masih duduk termenung memikirkan perkataan yang dikatakan adiknya.


Rara hanya pernah menikah satu kali, jika hanya satu kali, apakah anaknya itu anakku?" Juna masih bingung memikirkan kebenaran itu.


Juna mengingat-ingat lagi saat dirinya masih menjadi suami Rara. dia mengingat lagi apakah dirinya pernah menyentuh Rara. karena seingat dia, dulu mereka tidur pisah kamar.


"Ah aku ingat, malam itu...." Juna teringat jika malam itu, dirinya dan Rara pernah melakukan untuk pertama dan terakhir kalinya.


"Apa jangan-jangan dia anakku." Juna mengingat saat dirinya menimang Baby Zie yang sedang menangis dan seketika langsung terdiam dari tangisannya.


Jika dia anakku, maka aku sosok ayah yang sangat jahat. karena sudah tega menelantarkan istri dan anak.


"Besok aku harus menemui Rara." gumam Juna yang berniat bertanya semua kebenarannya kepada Rara.


Juna memang tidak mencintai Rara walaupun kadang ada perasaan kagum pada dirinya. tapi jika anak Rara itu adalah anaknya. dia akan belajar mencintai keduanya. dia akan berjuang untuk membuat Rara jatuh cinta lagi kepadanya.

__ADS_1


°°°°


juna ngomong sendirian😆😆😆😆


__ADS_2