Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part_53


__ADS_3

Rey baru datang memasuki rumahnya. dia melihat ibu dan kakaknya sedang duduk di ruang keluarga. Rey langsung menghampiri mereka.


"Ah capenya" gumam Rey lalu mendudukan dirinya disamping Juna.


"Dari mana Rey?" tanya Bu Farah


"Rey habis pergi keluar Mah, tapi tadi ketemu sama karyawannya Kak Luna jadi ikut ngobrol dulu." ucap Rey


"Karyawan Luna yang mana?" tanya Juna penasaran


"Itu loh Inara sama Santi" ucapnya lagi


"Berarti sama Luna juga ketemu?" tanya Bu Farah kepada anak bungsunya.


"Luna? aku tidak melihat Luna. aku hanya bertemu mereka berdua yang habis pergi ke supermarket." ucap Rey


"Lalu kemana perginya Luna?" Bu Farah merasa heran dengan kepergian menantunya.


Rey dan Juna saling tatap. Rey hanya menggelengkan kepalanya saat melihat kakaknya menatap ke arahnya.


Juna segera melangkah pergi keluar rumah tanpa berpamitan dengan kedua orang itu.


"Juna, mau kemana?" teriak Bu Farah saat Juna hendak berjalan keluar pintu.


"Cari Luna Mah" ucap Juna lalu dia sudah tidak terlihat lagi oleh oandangan Bu Farah dan Rey.


Setelah kepergian Juna, Bu Farah kembali bertanya kepada anak bungsunya.


"Kamu yakin Rey tidak melihat keberadaan Luna?"


"Tidak Mah, Rey beneran tidak melihat keberadaan Kak Luna." Ucap Rey lagi


Bu Farah semakin penasaran dengan kepergian menantunya itu. dia tidak menyangka jika menantunya sudah membohongi dirinya bahkan suaminya sendiri juga tidak dia beri tahu. Bu Farah takut jika Luna kenapa-napa karena dia sedang hamil.


Juna melajukan mobilnya tanpa arah tujuan. sepanjang jalan dia hanya gelisah memikirkan istrinya. dia takut jika istrinya kenapa-napa.


Rey yang sedang memegang ponselnya dan tidak melihat kekanan kirinya. hingga beberapa saat kemudian dia melihat perempuan yang sedang menyebrang tepat didepan dia mengemudi.

__ADS_1


CIT.......


Juna mengerem mendadak karena terkejut. dia melihat seoarang wanita yang tadi dia lihat sudah berjongkok tepat di depannya. Juna keluar dari mobil dan menghampiri wanita itu.


"Maaf Nona, saya tidak sengaja." ucap Juna lalu dia mengambil dompet miliknya dan mengambil beberapa uang ratusribuan.


"Ini Nona uang ganti rugi saya, saya mohon maaf sedang terburu-buru. Apa Nona ada yang luka?" tanya Juna


Wanita itu beranjak berdiri dan langsung menatap orang yang berbicara dengannya.


"Mas Juna" Rara terkejut karena bertemu dengan Juna lagi.


"Rara" Juna juga terkejut karena dia bisa bertemu Rara disini. sedangkan beberapa bulan yang lalu dia sudah mencari keberadaan Rara tapi tidak ada jejaknya sama sekali.


"Permisi saya pergi dulu" Rara berniat akan pergi karena dia tidak sanggup bertemu dengan Juna. dia sedang mencoba melupakan rasa cintanya untuk Juna. tapi jika mereka kembali dipertemukan, entah butuh waktu berapa lama lagi untuk menghilangkan rasa cintanya.


"Tunggu Ra, kamu kemana saja?" tanya Juna


"Ngapain Mas Juna menanyakan keberadaanku. bukankan aku sudah tidak dibutuhkan lagi oleh Mas Juna." ucap Rara


Belum sempat Rara menjawab pertanyaan Juna, tiba-tiba Putri sudah berada disana sambil menggendong Baby Zie.


Rara yang mendengar tangisan bayi langsung menoleh.


"Put, kenapa Baby Zie menangis?" tanya Rara kepada Putri.


"Aku tidak tahu Ra, dia menangis sejak tadi. sepertinya dia haus Ra." ucap Rara


"Sini biar sama aku Put." Rara mengambil Baby Zie yang ada di gendongan Putri.


Juna sangat penasaran dengan Bayi yang ada di dalam gendongan Rara. dan seketika bayi itu sudah diam setelah ditimang-timang.


"Ini anakmu Ra? jadi kamu sudah menikah lagi?" tanya Juna saat melihat bayi mungil yang sangat cantik.


"Iya dia anakku, aku sudah menikah lagi.


permisi Mas aku pergi dulu karena sudah ditunggu oleh suamiku." ucap Rara lalu langsung melangkah pergi diikuti Putri.

__ADS_1


"Selamat Ra, semoga kamu berbahagia." ucap Juna saat Rara sudah mulai melangkah pergi.


Rara masih mendengar perkataan Juna. dia hanya tersenyum kecut mengingat nasibnya.


raut wajah Rara langsung berubah sendu. bahkan kedua matanya sudah berkaca-kaca.


Putri yang melihat itu segera bertanya kepada Rara.


"Ra, kenapa kamu sedih? apa kamu mengenal orang tadi?" Putri bertanya kepada Rara.


"Dia ayah Zivana" ucap Rara


Putri kaget karena baru tahu jika dia ayah Zivana. sebelumnya dia memang pernah melihat Juna di televisi bersama istrinya. tapi dia melihat tidak terlalu jelas. dan saat dia melihatnya secara langsung ternyata Juna terlihat lebih tampan.


"Pantas saja Baby Zie cantik sekali, ayah ibunya berkualitas."


"Memangnya barang berkualitas segala." ucap Rara


"Hehe orang juga berkualitas Ra, kamu cantik dan ayahnya Baby Zie tampan. lalu jadilah sosok Peri cantik seperti Baby Zie."


"Ah jangan ngawur kalau bicara." ucap Rara menanggapi perkataan Putri.


Rara dan Putri kembali ke Mess yang dia tinggali.


°°


Juna kembali melajukan mobilnya hingga melewati keramaian ibukota. dia masih gelisah dengan kepergian istrinya dan disisi lain dia juga penasaran dengan Rara yang secepat itu sudah menikah lagi bahkan sudah mempunyai anak.


Cukup lama Juna berkeliling tapi dia tidak menemukan keberadaan istrinya. akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke rumahnya.


saat hendak memasuki gerbang, dia melihat Luna yang baru turun dari taxi. Juna segera mengemudika mobilnya memasuki gerbang. lalu dia parkirkan di garasi rumahnya.


dia kembali berjalan menghampiri Luna yang masih di belakangnya. dia melihat Luna yang jalan dengan kaki pincang.


"Kamu kenapa sayang? kamu dari mana saja?" tanya Juna


"Maaf sayang, ini kakiku pegal sekali." ucap Luna

__ADS_1


"Sini biar Mas gendong" Juna menggendong istrinya hingga masuk ke dalam rumah.


__ADS_2