Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part.136


__ADS_3

Tiga hari sudah telah berlalu. dan selama tiga hari itu Rey dan Putri sama-sama diam. Rey mulai menerka-nerka cueknya Putri kepadanya. dan selama tiga hari ini dia belum mendapatkan jawabannnya.


Rey mengikuti Istrinya yang mau masuk ke dalam kamar.


"Putri" Rey memanggil Istrinya.


"Ada apa Kak?" tanya Putri yang sudah menoleh menatap suaminya.


Rey langsung memeluk Istrinya.


"Maafkan aku jika selama ini banyak menyakitimu. tapi tolong jangan diam terus seperti ini." ucap Rey


"Kak Rey tidak ada salah kok sama Putri."


"Lalu kenapa kamu mendiamiku?"


"Putri hanya tidak ingin tambah sesak menahan ini sendirian." jawab Putri


"Apa yang kamu maksud?"


"Kak Rey tahu kan jika Putri sangat mencintai Kak Rey. Putri tidak ingin jika perasaan ini semakin dalam sedangkan Kak Rey sekalipun tak mau membuka hati untuk Putri. Putri tidak ingin jadi satu-satunya orang yang tersakiti karena cintanya bertepuk sebelah tangan." ujar Putri dengan tatapan sendu.


"Maafkan aku" Rey langsung merengkuh Putri ke dalam pelukannya.


Aku tidak menyangka jika itu beban yang selama ini kamu rasakan. tapi aku bersyukur karena kamu sudah bertahan sampai di titik ini. aku janji akan membalas semua rasa cintamu. karena jujur saja, semenjak malam pertama kita, aku sudah mulai menerimamu." batin Rey sambil mengelus punggung istrinya.


"Tapi malam itu--" Putri bingung mau mengatakan ini kepada suaminya atau tidak.


"Apa sayang, katakanlah!" pinta Rey yang sudah menatap intens wajah istrinya.


"Malam itu Kak Rey menyebut nama Ayu saat kita sedang melakukan malam pertama." ujar Putri mengatakan sejujurnya.


"Apakah itu benar? kenapa aku tidak mengingatnya?"


"Mana mungkin Kak Rey ingat, saat itu sedang enak-enaknya. kata Putri


"Jadi kamu mendiami aku karena itu. Maaf sayang, ijinkan aku memperbaiki hubungan kita dari awal." Rey mendaratkan bibirnya di ceruk leher istrinya.


"Ah geli Kak" Putri merasakan geli saat Rey sudah bermain-main disana.


"Tapi kamu suka kan?"


"Ti-ti dak" jawab Putri dengan sedikit gugup.


Rey langsung membaringkan istrinya di ranjang mereka. dan terjadilah percintaan di sore hari.

__ADS_1


Rara yang kebetulan baru keluar dari kamarnya mendengar suara dari kamar sebelahnya. karena penasaran Rara mencoba menengok. ternyata pintu kamar Rey tertutup kurang rapat. dan bisa dipastikan suara bersahutan itu suara indah dari kedua insan yang sedang memadu kasih.


Rara langsung merapatkan pintu itu dengan sedikit keras.


Brak


Rey dan Putri menatap ke arah pintu.


"Eh lupa, pintu belum di kunci." ucap Rey


"Iissh Kak Rey gimana sih. cepat di kunci dulu. jangan-jangan tadi ada yang melihat kita."


"Tidak mungkin, siapa juga yang mau mengintip kita." ucap Rey


Rey segera bangkit dan segera mengunci pintu kamarnya. mereka kembali melakukan kegiatan panas mereka hingga menjelang maghrib.


Juna, Rara, Bu Farah,dan Baby Zie sudah berkumpul di ruang makan untuk makan malam. Rara tampak kerepotan karena dia sambil menggendong Baby Al.


"Ra, cepat panggil Rey sama Putri. mereka kok belum keluar juga sih." pinta Bu Farag kepada menantunya.


"Tidak usah Mah, mending kita makan duluan saja. mereka pasti sedang tidur karena kelelahan." ucap Rara


"Loh, memangnya mereka habis ngapain?" tanya Bu Farah


"Habis main dari sore Mah." jawab Rara


"Main di atas ranjang Mah." ucap Rara


"Kok kamu bisa tahu?"


"Tadi sore Rara tidak sengaja mendengar suara dari kamar mereka. terus Rara dekati ternyata pintu kamar mereka tertutup kurang rapat." jelas Rara


"Berarti tidak di kunci juga dong." sahut Juna yang ikut kepo.


"Ya tidak" ucap Rara


"Kenapa kamu tidak ngajakin Mas sih sayang."


"Ngajakin kemana?" Rara bertanya kepada suaminya.


"Ngajakin Mas lihat adegan live"


"Iisshh jangan ngintip Mas, tidak baik." ucap Rara


"Sudah-sudah, kalian kebiasaan deh saat makan bahas urusan ranjang." kata Bu Farah saat mendengar anak dan menatunya masih saja mengobrol.

__ADS_1


"Maaf Mah" ucap Rara lalu mereka langsung memulai untuk makan malam.


Putri yang sedang tidur merasa terusik dan geli. dia membuka kedua matanya dan melihat suaminya sudah memulai aksinya lagi.


"Kak Rey, Putri masih lelah." ucap Putri


"Kamu rilex saja sayang, biar Mas yang bekerja." ucap Rey lalu melanjutkan aksinya.


"Tapi ahh"


Tiba-tiba terdengar perut Putri berbunyi.


Kruyuk kruyuk


Rey menghentikan aksinya saat mendengar bunyi perut istrinya. dia langsung bangkit dan duduk di pinggiran ranjang.


"Ayo kita bersih-bersih dulu. setelah itu baru makan. kamu butuh tenaga untuk babak selanjutnya."


"Memangnya mau ngapain lagi?" tanya Putri


"Mau melanjutkan yang tadi." jawab Rey dan dia langsung berjalan menuju ke kamar mandi.


"Mau ikut masuk tidak?" tanya Rey dengan sedikit menengok dari balik pintu kamar mandi.


"Kak Rey duluan saja." ucap Putri


Keduanya sudah selesai membersihkan diri.


Rey menyuruh Putri tetap di kamar. sedangkan dia keluar dari kamar karena akan mengambil makan untuk mereka berdua.


"Ekhm asyik bener di dalam kamar jam segini baru keluar." sindir Juna yang melihat Rey berjalan menuruni tangga.


"Apaan sih Kak" Rey tampak malu-malu.


"Berapa ronde?" tanya Juna


"Cuma dua ronde, nanti lanjut lagi." jawab Rey


"Iishh itu anak di urusin, Kakak juga pengen enak-enak loh bukan kamu doang." ucap Juna


"Ngalah dulu dong sama adik." ucap Rey


"Sepertinya Kakak perlu mencari baby sister."


"Cari saja Kak, tapi harus orang baik dan penyayang."

__ADS_1


"Baik, nanti Kakak yang carikan Baby Sister untuk Al. enak saja yah kamu bisa bermalam dengan istri sedangkan Mas harus puasa karena Rara sibuk jagain Al." ujar Juna


Setelah mengatakan itu Juna langsung pergi untuk menyusul istrinya yang sedang berada di kamar Al.


__ADS_2