Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 9


__ADS_3

Kini Alvin dan Zivana sudah berada di dalam mobil. Alvin segera mengemudikan mobilnya menuju ke rumahnya. sepanjang perjalanan keduanya hanya diam termenung memikirkan kenyataan yang ada. apalagi Zivana yang sedikit demi sedikit mulai tahu fakta yang di sembunyikan oleh suaminya. entah dia masih bisa memaafkan Alvin atau tidak.


Saat ini mobil yang mereka naiki sudah sampai di rumah. keduanya segera turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah.


Alvin melangkah mendahului Istrinya. Zivana hanya menatap sikap aneh Alvin yang sejak tadi hanya diam saja.


Apa dia sedih karena ternyata Sela itu adik tirinya. dan mereka tidak bisa berhubungan lagi." batin Zivana menduga.


Zivana memilih masuk ke dalam rumah. dia menutup pintu rumah itu lalu melangkah menuju ke kamarnya. Zivana menaruh tas slempang yang tadi dia pakai. setelah menaruh tas, Zivana keluar dari kamarnya. dia akan bersantai di ruang depan. dia menduga jika kemungkinan Alvin akan berada di kamar saja dengan kondisinya saat ini.


Cukup lama Zivana menonton televisi di ruang depan. namun dia tak melihat suaminya keluar dari kamar. Zivana memilih untuk memulai aksinya. dia berjalan pelan menuju ruang kerja suaminya. dia menengok kanan kiri karena takut ada yang melihatnya masuk ke ruangan itu.


Zivana langsung mencari apapun itu yang menyangkut Alvin dan keluarganya. dia membuka setiap laci yang ada di ruangan itu. dia bahkan mencari sesuatu yang bisa dia dapat di selipan-selipan buku yang ada di rak buku.


Alvin yang ada di kamarnya merasa bosan. dia memilih untuk melihat CCTV rumahnya. dia akan melihat kinerja ketiga ARTnya lewat rekaman CCTV. semuanya baik-baik saja tidak ada masalah. namun saat dia melihat CCTV di setiap ruangan, dia melihat Istrinya sedang mencari sesuatu di ruang kerjanya.


Sedang ngapain dia? apa sedang mencari berkas penting perusahaanku dan kemungkinan berniat untuk menjatuhnya. ah tapi aku rasa tidak mungkin. dia sudah kaya dan bukan wanita serakah juga." batin Alvin sambil menatap Istrinya yang terlihat mencurigakan.


Alvin memilih untuk keluar dari kamarnya. dia akan menghampiri Istrinya yang ada di ruang kerjanya.


Sepertinya tidak asyik jika aku langsung memarahinya. sepertinya harus bermain-main terlebih dahulu." gumam Alvin yang kini berdiri di luar ruang kerjanya.

__ADS_1


Cklek


Alvin membuka pintu ruang kerjanya. Zivana yang ada di dalam mendengar ada yang mencoba membuka pintu. Zivana menatap ke segala arah lalu dia mencari tempat persembunyian. Zivana memilih bersembunyi di pojokan dekat rak buku.


Zivana melihat seseorang masuk ke dalam ruangan. ternyata orang itu adalah Alvin. Zivana memilih untuk diam sambil berdiri di tempat persembunyiannya.


Alvin duduk di kursi yang biasa dia duduki. dia memilih untuk memainkan ponselnya. Alvin melihat tayangan CCTV saat ini. dia melihat jelas dimana Istrinya itu bersembunyi. Alvin menunggu Istrinya keluar dari tempat persembunyiannya. namun lama dia menunggu, Zivana tak juga keluar dari sana.


Zivana merasa pegal karena cukup lama dia berdiri disana. sejak tadi Alvin tidak pergi juga dari ruangan itu.


"Lebih baik aku ke kamar saja deh mau tidur. sekalian nanti kunci pintu ruangan ini, takut kalau ada tikus masuk." gumam Alvin dengan suara sedikit meninggi agar terdengar oleh Zivana.


Alvin sudah beranjak dari duduknya. dia melangkah menuju ke pintu untuk keluar dari ruangan itu.


Zivana yang melihat itu fikirannya sudah tidak tenang. dia memilih untuk keluar dari persembunyiannya. terserah nanti Alvin mau memarahinya atau apapun itu dia sudah pasrah.


"Tunggu!" Zivana berlari menghampiri Alvin.


Alvin menyeringai penuh kemenangan. rencana dia menakut-nakuti Zivana berhasil juga. Alvin buru-buru merubah ekspresi wajahnya karena takut jika Istrinya curiga.


"Ngapain kamu disini?" Alvin menatap Zivana penuh selidik.

__ADS_1


"Em aku, em itu" Zivana tampak bingung mau beralasan apa.


"Kamu mau nyuri?"


"Jangan fitnah! lagian ngapain aku nyuri sedangkan orang tuaku juga sangat kaya. kalau aku ingin, aku bisa meminta sekarang juga warisan kepada orang tuaku." ucap Zivana penuh percaya diri.


"Baiklah, karena kamu ketahuan menyelinap masuk ruangan ini, maka kamu dapat hukuman." ucap Alvin kepada Istrinya.


"Apa itu?"


"Mulai besok kamu harus masak untuk saya mulai dari sarapan hingga makan malam." pinta Alvin


Astaga, bagaimana ini? aku tidak pintar masak." batin Zivana


"Kenapa diam?"


"Baiklah" akhirnya Zivana menerima tawaran itu walaupun dirinya tidak pintar masak. dia hanya berharap jika suaminya itu menyukai apapun yang dia masak agar hukumannya tidak bertambah berat.


Alvin segera menutup pintu ruang kerjanya setelah dia selesai berbicara dengan Istrinya. Zivana juga pergi dari sana setelah kepergian suaminya.


°°°

__ADS_1


__ADS_2