
Hanya tiga hari Zivana berada di rumah sakit. Saat ini dia sedang bersiap-siap untuk pulang. Kebetulan hanya ada Alvin dan Ibunya yang saat ini sedang bersamanya. Karena yang lainnya sedang sibuk kerja.
“Mah, apa semua barangku sudah di masukin ke tas semua?” Zivana bertanya kepada Ibunya.
“Sudah, sayang. Kita hanya tinggal otw pulang saja,” jawab Bu Rara.
“Terima kasih yah, Mah. Mamah sudah mau menemani Zie di sini,” ucap Zivana.
“Sama-sama, Nak. Lagian itu sudah menjadi kewajiban seorang ibu.”
“Sayang, ini anak kamu menangis,” Alvin memberikan anaknya kepada Zivana.
“Cup cup anak Mamah haus yah,” Zivana menidurkan Baby Rayan di sampingnya lalu dia memberinya ASI.
Setelah anaknya tidur, Zivana dan yang lainnya langsung bersiap untuk pulang. Alvin membantu istrinya untuk duduk di kursi roda. Lalu dia mendorong kursi roda itu keluar ruangan. Sedangkan Bu Rara menggendong cucunya. Dia berjalan di belakang anak dan menatunya.
Kini mereka sudah sampai di depan rumah sakit. Alvin meminta Bu Rara dan Istrinya untuk menunggunya, karena dia akan mengambil mobil dulu di parkiran.
Alvin kembali keluar mobil, dia membantu istrinya masuk ke mobil. Zivana duduk di belakang bersama anak dan ibunya. Alvin langsung mengemudikan mobilnya menuju ke rumahnya. Kali ini dia akan pulang ke rumahnya. Karena memang perjanjiannya mereka hanya menginap di kediaman Dirgantara saat Zivana hamil saja.
“Mah, Mamah menginap di rumah Mas Alvin yah,” pinta Zivana.
“Iya, sayang. Mamah akan menginap kok,” ucapnya.
Cukup lama mengemudi, kini mobil yang di kendarai oleh Alvin sudah sampai di tempat tujuan. Alvin segera turun dan membantu membukakan pintu mobil untuk istrinya.
“Selamat datang di rumah kita, sayang.” Alvin tersenyum menatap istrinya.
“Mas Alvin perhatian sekali sih?”
“Iya dong, sayang. Mas akan memberikan perhatian penuh untuk kamu dan anak-anak kita.”
__ADS_1
“Terima kasih, Mas.”
“Sama-sama sayangku,” ucap Alvin lalu dia menggendong istrinya.
Alvin membawa istrinya memasuki rumah. Begitu juga dengan Bu Rara yang ikut dengan mereka.
Kebetulan Bi Salma sudah menyiapkan sambutan untuk Zivana. Bi Salma sengaja masak banyak, bahkan juga membuat beberapa macam cemilan. Karena pasti akan banyak yang datang untuk melihat putri kedua dari pasangan Alvin dan Zivana.
“Selamat datang, Tuan Alvin, Neng Zie, Bu Rara,” ucap Bi Salma yang melihat kedatangan majikannya.
“Terima kasih, Bi. Bibi sudah menyambut kami, oh iya, apa Rayan ada di sini?” tanya Zivana.
“Den Rayan tidak ada di sini,” ucap Bi Salma.
“Maaf, sayang. Mamah lupa memberitahu kamu. Rayan di rumahnya Eza. Dia main bareng Alana.” ucap Bu Rara.
“Memangnya tidak merepotkan Lina sama Tante Luna?”
Hanya sebentar mereka mengobrol. Kini Alvin membawa Zivana menuju ke kamarnya. Zivana meminta suaminya untuk menjemput Rayan. Karena Zivana tidak enak jika merepotkan Bu Luna dan Lina.
Bu Rara menghampiri Bi Salma yang sedang sibuk di dapur. Bu Rara memilih untuk membantunya.
°°°°
Alvin sudah kembali bersama Baby Rayan. Dia memasuki rumah dengan menggendongnya.
“Sayang, Mas pulang nih sama Rayan,” ucap Alvin. Alvin tahu jika istrinya tidak mungkin menunggu kedatangannya di depan pintu masuk. Tapi dia memang sengaja agar istrinya tahu jika dia sudah pulang. Alvin melangkah menuju ke kamarnya. Kebetulan pintu kamarnya tidak tertutup, dia masuk begitu saja.
“Sayang, ini Rayan pulang,” ucap Alvin.
“Sinih,” Zivana meminta Rayan.
__ADS_1
Alvin mendudukan Rayan di pinggir ranjang.
Baby Rayan menatap adiknya yang sedang tidur. Dia sedikit heran karena baru pertama kali malihat bayi mungil. Apalagi berada di kamar orang tuanya.
“Sayang, ini adik kamu loh.” Ucap Zivana memberitahu.
Baby Rayan hanya memperhatikan bayi mungil itu. Dia masih belum tahu siapa bayi itu.
“Bobo,” ucap Rayan.
“Iya, sayang. Adik Rayan bobo. Rayan juga bobo yuk,”
Zivana merayu anaknya agar mau tidur.
Baby Rayan hanya menganggukkan kepalanya. Lalu Alvin mengajakanya ke kamarnya. Dia menidurkan Baby Rayan ke kasur, lalu mulai menepuk-nepuk pantatnya.
"Malam ini tidur sama Papah yah sayang,” gumam Alvin lalu kembali menepuk pelan pantat anaknya.
Setelah melihat anaknya terlelap, Alvin juga ikut memejamkan matanya.
°°°
Alvin terbangun saat merasakan tangan mungil anaknya menarik-narik rambutnya.
“Eughhh...” Alvin mengerjapkan kedua matanya. Dia melihat anaknya sedang menatapnya sambil tersenyum.
"Sayang sudah bangun yah? Wah pintar sekali nih bangunin Papah," Alvin mencium pipi anaknya. Lalu dia beranjak dari atas tempat tidur.
Alvin membawa anaknya keluar kamar. Dia akan bersantai bersama Baby Rayan.
Saat ini keduanya sudah berada di ruang keluarga. Alvin memberikan Baby Rayan mainan. Lalu dirinya duduk si sofa sambil memperhatikan Baby Rayan bermain.
__ADS_1