Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part.14


__ADS_3

Juna menaiki taxi menuju ke club malam tempat dia janjian dengan rey. Setelah turun dari taxi, dia langsung memasuki club itu.


Dia duduk di salah satu kursi sambil menunggu kedatangan rey. beberapa wanita berpakaian sexy mencoba menghampirinya tapi dia tidak merespon mereka.


15 menit menunggu, tibalah seorang lelaki menghampirinya. siapa lagi kalau bukan rey.


"Kenapa keluar dari arah sana, "tanya juna saat melihat rey melangkah dari lantai atas. tepatnya dimana tempat kamar-kamar yang biasa di sewakan kepada pengunjung club.


"Sorry kak, gue habis main bentaran. "ucap rey


"Kamu yah enak-enakan main, nggak tahu apa dari tadi sudah di tungguin sampai jamuran nih. "ucap juna


"Sorry kak, oh iya kak belum pesan minum. "tanyanya


"Nggak minat buat minum gituan.


"Haiss so suci banget loe kak. "lalu rey segera memesan vodka favoritenya dan tidak lupa dia memesankan juna satu gelas sirup biasa.


Mereka hanya bercengkrama membahas pertemuan rey dengan wanita pujaannya. lebih tepatnya rey yang bercerita dan juna hanya menjadi pendengar setia.


"Dia cantik sekali kak, wajah putih mulus gituh, gue jadi nggak tahan ngebayanginnya. "ucap rey


"Dari pada di bayangin mending di samperin. "ucap juna


"Siap kak besok gue samperin dia, kebetulan gue sudah tahu tempat dia bekerja. "sambil menyunggingkan senyumannya.


Lalu keduanya memutuskan untuk pulang kerena pembicaraan mereka sudah selesai dan rey sudah memikirkan cara dia memikat hati wanita pujaan hatinya yang dia sama sekali belum mengetahui namanya itu.


Juna memilih pulang ke kontrakannya. dia pulang diantar rey. rey tidak bertanya kenapa kakaknya itu tidak pulang ke rumahnya. karena memang dia bukan tipe orang yang suka kepo dan suka mencampuri urusan orang lain.


Juna membuka pintu kontrakan dengan kunci cadangan yang biasa dia bawa.


kemudian arah pandanganya tertuju ke wanita yang sedang tertidur sambil duduk di karpet dan menyenderkan kepalanya ke tembok.


Ngapain dia tidur disini, apa dia sengaja menunggu kepulanganku. "gumam juna


Juna melangkah begitu saja tanpa membangunkan rara yang sedang tidur.


Pukul 03:00 pagi rara mengerjapkan kedua matanya. rasanya pegal sekali badannya.

__ADS_1


Ah aku ketiduran disini, pantas saja badan pegel-pegel. batin rara


Rara langsung berdiri dan melangkah menuju kamarnya. dia tidak tidur lagi melainkan bergegas untuk mandi. ya, walaupun masih pagi tapi tidak berlaku untuk dirinya bermalas-malasan. setelah membersihkan dirinya rara memulai membersihkan semua sudut ruangan kontrakannya kecuali kamar milik juna. karena dia yang pernah di tuduh mencuri, sehingga dirinya tidak berani untuk masuk ke kamar suaminya. takutnya ada barang yang hilang nanti malah dirinya yang disalahkan lagi.


Pukul 5 pagi rara melangkah meninggalkan kontrakan untuk berangkat ke tempat kerja. walaupun dalam keadaan perut yang kosong karena dia hanya meminum segelas air putih saja, itu tidak menjadikan alasan dia pantang menyerah. dia tetap semangat walaupun badannya terasa lemas dan lesu karena belum mendapat asupan energi sama sekali.


Seperti biasa, pukul 6 pagi dia sampai di tempat kerja. dia segera membersihkan toko karena hari ini jadwal dia piket.


"Ah akhirnya selesai juga "sambil merentangkan kedua tangannya.


"Hey cantik "sapa seseorang dari arah belakang rara.


"Eh mas akbar sudah datang, gasik amat kak.


"Ah tidak kok sebentar lagi juga masuk. tinggal 30 menit lagi.


"30 menit lagi ya lama kak.


"Biarin lama juga yang penting disini di temanin bidadari cantik. "sambil menatap ke arah rara.


"Haaiiss masih pagi kak jangan gombal.


"Hey kalian pagi-pagi sudah pacaran. "sahut santi tiba-tiba yang sudah berada di depan mereka.


"Eh tidak kok kami tidak pacaran. "ucap rara


"Ah masa sih nggak percaya nih. "goda santi


"Beneran tahu. "ucapnya


"Pacaran juga tidak masalah, tidak ada yang melarang kan. "ucapnya


"Sudahlah san, kita memang tidak pacaran kok. "ucap akbar


Lalu mereka segera memasuki toko itu dan bersiap untuk bekerja sesuai bagiannya masing-masing.


°°°°°


Siang harinya rey sudah berada di depan toko bunga langganannya. dia sengaja pergi kesana agar bisa bertemu dengan rara lagi.

__ADS_1


"Permisi "ucap rey


Santi yang melihat lelaki tampan memasuki toko segera menghampirinya.


"Maaf tuan nyari bunga apa "tanyanya


"Emm maaf tapi saya mau di layani sama dia. "sambil menunjuk ke arah rara


"Oh iya sebentar "lalu santi menghampiri rara.


"Ra ada pelanggan tuh tapi katanya pengennya di layanin kamu.


"Siapa sih san "tanyanya


"Nggak tahu tuh yang jelas orangnya tampan.


Lalu raina berjalan menuju lelaki itu.


"Maaf ada yang bisa saya bantu "tanya rara namun rey hanya sibuk memandang wajah rara.


"Cantik "kata itu lolos dari bibir rey yang masih memandang kagum kepada wanita di hadapannya itu.


"Mas mau cari bunga apa "tanya rara


"Eh iya saya cari bunga mawar merah.


"Ya sudah ayo masnya ikut saya. "lalu rey mengikuti rara dari belakang.


Setelah mendapatkan bunga yang dicarinya rey segera membayarnya lalu sebelum pergi dia menitipkan bunga itu ke rara.


"Ini untuk kamu "sambil menyodorkan bunga yang ada di tangannya.


"Maksudnya "rara heran dengan lelaki di depannya itu.


"Ini untukmu cantik "sambil tersenyum ramah.


Rara hanya pergi dari sana meninggalkan rey yang masih memperhatikanya.


Dasar aneh "sambil menatap ke arah belakang yang ternyata rey masih berdiri disana.

__ADS_1


__ADS_2