Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part.130


__ADS_3

Kedua orangtua Putri sangat terkejut mendengar pernikahan anaknya secara dadakan. mereka memang tahu jika Bu Farah menginginkan Putri segera menikah dengan Rey. tapi ini terlalu cepat. mereka jadi berfikir yang tidak-tidak mengenai anaknya.


"Pah, kok anak kita nikah besok sih? ini benar tidak?" tanya Bu Finda kepada suaminya.


"Ya benar Mah, masa Bu Farah bohongin kita sih." jawabnya


"Apa jangan-jangan mereka kepergok Jeng Farah sedang anu." Bu Finda mengira-ngira dengan semua dugaannya.


"His Mamah kalau ngomong hati-hati." ucap Pak Leo yang merupakan ayah Putri.


"Ya siapa tahu mereka melakukan itu. Papah tahu sendiri kan kalau Rey baru saja ditinggal istrinya meninggal. bisa saja dia mencari kehangatan bersama anak kita."


"Mamah kalau ngomong nggak di pikir dulu. masa anak sendiri di jelek-jelekin. lebih baik kita sekarang pergi saja ke Mall atau ke butik cari baju untuk dipakai besok." ajak Pak Leo


"Ya sudah ayo" akhirnya Bu Finda dan suaminya pergi untuk mencari baju yang akan dipakai besok.


Karena acaranya mendadak, mereka tidak menyiapkan apapun. mereka hanya memesan catring untuk besok dan makanan ringan untuk hidangan besok.


Bukan hanya kedua orangtua Putri saja yang mendadak sibuk karena acara mendadak ini. Bu Farah juga ikut sibuk mengatur untuk acara besok. bahkan dia sudah memesan parsel di butik langganannya. semua seserahan dia percayakan kepada sahabatnya. sekarang tinggal perhiasan saja. Bu Farah meminjam cincin dan gelang tangan yang dipakai Putri. lalu dia pergi ke toko perhiasan ternama yang ada di kota itu. Bu Farah sudah memesan beberapa set perhiasan super mewah untuk calon menantunya.


Tak terasa waktu sangat cepat berlalu. dan hari ini pun tiba. hari pernikahan Rey dan Putri. Bu Farah mengenakan kebaya modern berwarna dusty pink. begitupun Rara juga mengenakan kebaya dengan warna yang senada dengan bawahan kain bermotif batik. begitupun Juna juga memakai kemeja batik.


Rara menatap suaminya sambil senyum-senyum.


"Kenapa senyum-senyum lihat Mas?" tanya Juna


"Mas cocok pakai batik, terlihat sangat tampan." Rara memuji ketampanan suaminya. memang Juna jarang sekali memakai kemeja batik. karena iasnaya dia selalu memakai kemeja polos ketika pergi ke kantor.


"Wah benarkah" Juna mulai berlagak so cool dan merapihkan rambutnya.


"Mas jangan gitu juga kali. masa berlagak seperti anak muda. inget sudah punya anak loh."


"Iya sayang, lagian apa salahnya ingin terliahat cool di depan istri sendiri." ucap Juna


"Juna, Rara" Bu Farah yang baru muncul langsung memanggil anak dan memantunya.


"Ada apa Mah?" tanya Juna


"Ayo kita berangkat sekarang. Mamah juga sudah menghubungi saudara kita untuk datang. dan juga beberap karyawan kantor untuk membantu membawakan parsel."ucap Bu Farah


"Oke Mah, tapi Rey mana nih?" tanya Juna kepada Bu Farah.

__ADS_1


"Rey sebentar lagi keluar." kata Bu Farah dan benar saja, Rey yang sudah rapih, berjalan menghampiri mereka.


"Widih calon manten kok wajahnya di tekuk seperti itu?" tanya Juna


"Jangan loyo dong, masa sudah loyo duluan sih." ledek Juna


"Apaan sih" ucap Rey lalu dia berjalan mendahului mereka.


Mereka sudah sampai di tempat tujuan. Bu Finda sekeluarga menyambut kedatangan calon besannya.


"Selamat datang Jeng Farah." ucap Bu Finda


"Eh Jeng Finda, lama kita tak jumpa." Bu Farah memeluk calon besannya.


"Iya ih, nggak nyangka loh bakal jadi besan beneran." ucap Bu Finda


"Ayo kita masuk saja Jeng, Rey, semuanya ayo masuk." Bu Finda mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam rumahnya.


Akhirnya acara ijab qabul terlaksana dengan lancar. walaupun tadi Rey mengulangnya dua kali karena mungkin gerogi. tapi seluruh keluarga merasa sangat bahagia. mereka ikut senang dan mendoakan pasangan baru itu agar menjadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah.


Putri melihat Mamahnya dan mertuanya selalu tersenyum. dia ikut bahagia melihat semuanya terlihat ceria. kecuali Rey, Putri melihat Rey tampak diam saja. bahkan dia tidak bergabung mengobrol dengan keluarga lainnya.


Bu Finda melihat ke arah pandang anaknya.


"Iya Mah" jawab Putri


"Siapa yang mau ke kamar?" tanya Bu Farah yang tak sengaja mendengar perkataan besannya.


"Itu loh Jeng, aku suruh Putri ajak Rey ke kamar." kata Bu Finda


"Siang-siang begini ke kamar?"


"Iya Jeng" jawabnya sambil memperlihatkan senyumnya.


Putri menghampiri Rey yang sedang duduk sendirian.


"Kak Rey lelah yah? kalau lelah iatirahat saja ayo ke kamar." ajak Putri


"Tidak lelah, aku mau kesana dulu, permisi." Rey pergi dan berjalan ke arah keluarganya yang sedang berkumpul.


Putri menghela nafas beratnya.

__ADS_1


Tenang Put, ini awal bukan akhir." batin Putri lalu ikut berjalan menyusul suaminya.


Tak terasa hari sudah mulai sore. semua keluarga dan tamu undangan sudah pulang. hanya tinggal keluarga Rey saja yang ada disana.


"Juna, Rara, ayo kita pulang." ajak Bu Farah


"Oke Mah, kita pamitan dulu sama Om dan Tante." jawab Juna


"Rey diajak pulang tidak Mah?" tanya Rara


"Rey juga harus pulang sih. karena tidak mungkin jika dia menginap disini dengan membawa Baby Al. Mamah juga nggak enak sama Jeng Finda." ucap Bu Farah


"Iya juga sih Mah, kalau Baby Al rewel mencari Rey kan repot. mending untuk sementara waktu Rey dan Putri tinggal disana." ucap Rara


Bu Farah dan lainnya segera berpamitan untuk pulang. Rey dan Putri juga ikut pulang. karena tidak mungkin jika Baby Al dan Rey dipisahkan. jika Baby Al ikut tinggal di rumah Putri rasanya tidak mungkin.


"Akhirnya kita sampai juga." gumam Rara


"Mas Rey, sini biar Baby Al sama Rara.


Mas Rey istirahat saja dulu." ucap Rara


"Sayang, kok Al sama kamu? terus nanti Mas tidur sendirian dong?" Juna mulai merajuk kepada istrinya.


Rey sudah memberikan Baby Al kepada Rara.


"Iya lah, masa pengantin baru yang tidur sendirian ya kasihan." ucap Rara


"Tidak apa-apa Ra, biar Baby Al sama aku saja. lagian sekarang aku juga ibunya." sahut Putri ikut berbicara.


"Tidak bisa, malam ini Baby Al sama aku saja. kalian mending cepat masuk kamar siap-siap." Rara memerintah kepada Putri dan Rey.


"Sayang, Mas juga pengen siap-siap." rengek Juna


"Mas sudah kenyang, nggak usah siap-siap lagi." kata Rara


"Tapi kan malam ini belum." rengek Juna


"Papah kaya bayi" celetuk Baby Zie dengan suara cadelnya saat melihat tingkah Juna.


"Hahahaha" semuanya menertawai Juna

__ADS_1


"Tuh nggak malu sama anak sendiri. masa sudah besar masih merengek." sindir Rara


Juna melangkah pergi mendahului mereka. sedangkan yang lainnya masih menertawakannya.


__ADS_2