Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part.145


__ADS_3

Rara sudah puas liburan seharian bersama suaminya. sekarang tinggal berkemas untuk pulang besok.


Juna menghampiri Istrinya yang sedang duduk sendirian sambil menonton televisi.


"Sayang" Juna langsung duduk di dekat Istrinya. namun Rara tak sedikitpun menoleh karena sedang asyik menonton drama korea.


"Sayang serius amat sih hm."


"Ada apa Mas?"


"Tidak, cuma mau berduaan saja sama kamu." ucap Juna


"Mas pindah kesini duduknya." Rara meminta posisi duduk Juna berpindah.


Juna sudah pindah duduknya dan Rara merebahkan kepalanya di pangkuan suaminya. Rara kembali serius menonton drama korea di layar televisi. lama-lama Rara tertidur dengan posisi yang masih sama. Juna masih terjaga dan setia memandang wajah cantik Istrinya.


Juna mengecup singkah kening Istrinya. lalu Juna menggendong Rara dan memindahkannya ke atas kasur.


"Tidur nyenyak sayang." ucap Juna lalu ikut tidur di samping Istrinya.


Baru juga memejamkan matanya Juna mendengar bunyi alarm.


"Sayang bangun sayang, ayo kita keluar. ada alarm kebakaran berbunyi."


"Euughh ngantuk sekali Mas."


"Ayo cepat keluar alarm berbunyi."


"Mas ambil koper kita!" Rara meminta suaminya mengambil koper mereka yang sudah rapih semua isinya. tinggal dibawa saja.


Juna keluar dari kamar hotel sambil menggandeng tangan istrinya dan tangan yang satunya menarik koper. ternyata tidak hanya dirinya dan Rara, semua penghuni hotel itu tampak panik dan berlarian.


Juna melihat petugas kebersihan yang lewat.


"Permisi Nona, itu bunyi alarm dari mana yah asalnya?" tanya Juna kepada seorang petugas kebersihan yang lewat.


"Dari lantai paling atas Tuan. ayo kita cepat-cepat turun sebelum api menjalar kesini. karena lantai paling atas itu di atas lantai ini."


Rara semakin memegang erat lengan suaminya karena panik. mereka kembali melangkah mencari lift terdekat. namun lagi-lagi penuh dan harus mengantri.


Duar


Terdengar ledakan dari lantai atas. Rara yang kaget langsung pingsan.


"Rara sayang bangun dong." Juna sangat panik melihat Istrinya pingsan.


"Maaf Tuan, biar saya bawakan kopernya. ayo cepat kita turun." petugas kebersihan yang tadi membawakan koper milik Juna. sedangkan Juna langsung menggendong Istrinya.


Juna menggendong Istrinya sampai ke parkiran. Juna berterimakasih kepada petugas kebersihan yang tadi. Juna langsung membawa Rara masuk ke dalam mobilnya. arah tujuannya saat ini yaitu rumah sakit terdekat.


Juna sudah sampai di Rumah Sakit terdekat. dia menggendong Istrinya dan berlarian masuk ke dalam Rumah Sakit.


"Bertahanlah sayang" gumam Juna

__ADS_1


"Dokter, Suster, tolong Istri saya." Juna berteriak karena panik.


"Mari Pak saya bantu." seorang perawat datang dengan membawa kursi roda.


Rara di dudukan di atas kursi roda. lalu mereka membawanya ke ruang pemeriksaan.


"Maaf Pak tunggu dulu di luar." pinta perawat itu kepada Juna.


"Tapi saya takut terjadi sesuatu kepada istri saya Sus." Juna sudah panik tak karuan.


"Tenang saja Pak, ada Dokter yang menangani." ucapnya lalu masuk ke dalam ruangan bersamaan Dokter yang baru datang.


Rara sudah di periksa dan ternyata tidak ada sesuatu yang serius. hanya syok saja yang membuat dirinya tak sadarkan diri.


Beberapa saat kemudian Dokter keluar dari ruangan itu.


"Bagaimana Dok?" tanya Juna kepada Dokter yang telah menangani Istrinya.


"Istri Bapak baik-baik saja. tadi pingsan karena syok. kandungannya juga baik-baik saja. sekarang Bapak boleh menengoknya." ucap Dokter


"Syukurlah, terima kasih Dok." Juna merasa tenang saat mengetahui bahwa tidak ada hal serius yang terjadi kepada Istrinya.


Kini Juna sudah duduk di kursi sambil memegang tangan Istrinya. lama-lama dia merasa ngantuk dan tertidur dengan posisi duduk. kepalanya berada di ranjang samping Rara.


Rara perlahan mengerjapkan kedua matanya.


"Mas Juna" Rara melihat Juna yang tertidur sambil duduk.


Rara yang merasa kasihan akhirnya membangunkan suaminya.


"Sayang sudah bangun." Juna merasa senang karena Istrinya sudah sadar.


"Iya Mas, Mas Juna ngapain tidur disini?"


"Mau di dekat kamu sayang." ucap Rara


"Disini saja naik Mas biar lebih deket."


"Apa muat sayang?"


"Muat kok Mas, Rara tinggal geser dikit."


Akhirnya Juna tiduran di samping Istrinya.


"Mas, Rara mau tidur lagi. Mas peluk perut Rara." Rara meminta Juna untuk melakukan kebiasaannya yaitu memeluk perut buncitnya saat tidur.


"Baiklah sayangku" Juna langsung memeluk Istrinya.


Juna kembali tidur sambil memeluk istrinya.


Rara juga ikut memejamkan matanya karena sudah di posisi paling nyaman menurutnya.


Pagi hari terlihat Dokter masuk ke dalam ruang inap Rara. pandangan yang pertama di lihatnya yaitu pasangan yang sedang tidur berpelukan. Dokter tersenyum melihat kedua insan yang masih tertidur.

__ADS_1


Sret


Dokter membuka horden agar cahaya masuk ke dalam ruangan itu.


Rara mengerjapkan matanya karena merasa ada orang di ruangan itu. ternyata Pak Dokter sedang berdiri di depan jendela sambil menengok ke luar.


"Mas bangun ada Dokter tuh." Rara mencoba membangunkan suaminya.


"Emmm" hanya itu yang terdengar dari mulut Juna. namun Juna masih memejamkan kedua matanya.


"Mas bangun" Rara mencubit lengan suaminya dan barulah Juna membuka matanya.


"Sayang nakal sekali sih, kalau mau nakal nanti saja di kamar." ucap Juna kepada Istrinya. Juna belum tahu jika di ruangan itu ada orang lain selain mereka.


"Apaan sih Mas?" Rara merasa malu karena Dokter itu sedang menatap mereka.


Juna akan mencium Istrinya namun dia mendengar suara di ruangan itu. sehingga Juna mengurungkan niatnya.


"Ekhm ekhm masih pagi." ucapDokter


Juna menengok ke sumber suara dan ternyata mereka sedang di perhatikan oleh Dokter.


"Eh Pak Dokter" Juna merasa malu dengan tingkahnya sendiri.


Juna langsung turun dari ranjang pasien.


dan Dokter langsung menghampiri Rara untuk memeriksa.


"Nona Rara nanti siang sudah boleh pulang. tapi nunggu infusnya habis." kata Dokter


"Baik Dok"


"Kalau begitu saya permisi dulu. silahkan lanjutkan kegiatan kalian." ucap Dokter lalu langsung pergi dari ruangan itu.


Setelah kepergian Dokter, Rara menutupi wajahnya dengan satu tangannya.


"Kenapa di tutupin sayang?" Juna melihat tingkah aneh istrinya.


"Rara malu Mas" ucap Rara sambil mengintip dari balik jarinya.


"Tidak usah malu sayang. lagian kita tidak ngapa-ngapain cuma tidur saja." ucap Juna


Juna gemas dengan tingkah Istrinya.


Kalau bukan di Rumah Sakit pasti kamu sudah ku terkam sayang." batin Juna yang merasa gemas kepada Istrinya.


♡♡♡♡♡♡


Yeh mereka pelukan😅😅


terus kapan aku tidur ada yang peluk😣


Berasa kayak sinetron dah kagak tamat-tamat🤔🤔

__ADS_1


Terima kasih readers yang sudah setia baca kisah Rara😂😂


jangan lupa like & komennya😊


__ADS_2