
Alvin sudah berada di dalam pesawat. bahkan pesawatnya sudah ada di atas awan. Alvin mengambil ponselnya karena akan menghubungi Istrinya.
Kok di matiin," gumam Alvin lalu dia menyalakan ponselnya.
Alvin mencoba menghubungi nomor Istrinya. beberapa kali dia menghubungi nomor itu, namun ternyata tidak ada yang mengangkat. akhirnya Alvin menghubungi nomor rumahnya.
π"Hallo Tuan," ucap Bi Salma dari balik telfon.
πHallo Bi, Zivana dimana yah?"
π"Em itu Tuan, anu itu em," Bi Salma tampak ragu-ragu untuk berkata.
π"Kenapa Bi? coba katakan saja!"
π"Neng Zivana hilang Tuan, sekang Den Eza sedang mencarinya."
π"Hilang? kok bisa?"
π"Bibi juga tidak tahu Tuan," Bi Salma merasa takut jika nanti Alvin malah memarahinya.
Alvin mematikan panggilan telfonnya begitu saja.
"Bagaimana ini, arrgghhhhhh....." Alvin mengusap wajahnya kasar.
Alvin yang masih ada di pesawat langsung memesan tiket pesawat lewat online. niatnya dia akan langsung kembali. Alvin memesan penerbangan yang paling awal agar saat dia sampai di bandara, dia tak terlalu lama menunggu jam terbangnya.
Akhirnya pesawat yang Alvin naiki sudah mendarat di bandara. Alvin turun dengan terburu-buru. dia akan langsung mengambil tiket pesawat yang sudah dia pesan.
°°
Kini Alvin sudah kembali di tanah air. dia pulang ke rumahnya dengan perasaan cemas.
Alvin keluar dari dalam taxi dengan tergesa-gesa. dia berlari menuju ke rumahnya.
Tok tok
"Bi, buka pintunya Bi!" Alvin mengetuk pintu rumahnya.
Tak lama Bi Salma membukakan pintu rumah.
"Bagaimana Bi, apa sudah ada kabar dari Zivana?" Alvin terlihat panik. suasana hatinya saat ini tak karuan. Alvin begitu mencemaskan Istrinya.
__ADS_1
"Belum Tuan, Den Eza masih mencarinya," ucap Bi Salma
"Awalnya itu gimana Bi? kenapa Zie bisa hilang?"
"Tadi pagi Neng Zie mengatar Tuan Alvin ke luar saat Tuan mau pergi. namun Neng Zivana tidak kembali ke dalam rumah. tak lama Den Eza datang, dan katanya Den Eza juga tidak melihat Neng Zie di luar."
Alvin tampak terdiam, dia tak bisa memikirkan apa pun untuk saat ini. namun dia teringat satu nama yaitu Sela. dia tahu jika Sela menyukainya. dan bisa saja Sela yang telah menculik Istrinya.
"Bi, aku pergi dulu!" Alvin ke kamar untuk mengambil kunci mobil. lalu dia keluar rumah untuk mencari Zivana.
Bi Salma menatap kepergian Alvin yang terlihat buru-buru. Bi Salma hanya bisa berdoa agar Zivana segera di temukan.
Alvin mengemudikan mobilnya meninggalkan halaman rumahnya. dia mencoba untuk menghubungi Eza.
Tut tut
Panggilan terhubung dan tak lama Eza mengangkat panggilan telfonnya.
π"Hallo Kak"
π"Hallo Za, kamu sudah menemukan Zie?"
π"Belum Kak, Eza juga sudah mencari di kantor Arganta Group, tapi Kak Zie tidak ada."
π"Tolong kamu cari terus Za, ini Kakak juga sedang mencari Zie tapi belum ketemu.
π"Kakak sudah kembali?"
πSudah Za, Kakak tutup dulu yah," ucap Alvin
π"Baik Kak"
Alvin segera mematikan panggilan telfonnya.
Alvin melanjutkan perjalanannya menuju ke rumah Sela. tak butuh waktu lama dia sampai ke alamat yang di tuju. karena hanya 30 menit saja dia sampai di alamat itu.
Alvin keluar dari mobilnya. dia melihat Bu Luna yang kebetulan baru keluar dari rumah.
"Dimana Sela?" tanya Alvin dengan sedikit membentak.
"Kamu kanapa sih baru datang marah-marah?" Bu Luna merasa heran dengan sikap Alvin yang tak biasa.
__ADS_1
"Cepat Tante katakan dimana Sela!"
"Sela sedang keluar rumah," jawab Bu Luna
"Tante tidak usah menutupi kebusukannya, cepat katakan dimana Sela!"
"Mamah sudah katakan kalau Sela tidak ada, kenapa kamu mencari Sela segitunya?"
Alvin tak menjawab perkataan Bu Luna. dia menerobos masuk ke dalam rumah itu.
"Sel, Sela," Alvin berteriak mencari keberadaan Sela. dia juga sudah mencarinya ke semua ruangan yang ada di rumah itu. namun dia tidak menemukan keberadaan Sela.
"Al, Mamah sudah katakan loh kalau Sela tidak ada, kamu ini tidak percayaan amat sih jadi orang."
Alvin menghela nafas kasarnya.
"Baiklah! tolong sampaikan ke Sela. ini hal penting," sejenak Alvin menjeda perkataannya. "Jangan bikin masalah denganku karena dia sudah menculik Zivana," Alvin segera pergi dari hadapan Bu Luna yang masih diam di tempatnya.
Sela menculik Zivana, rasanya tidak mungkin," batin Bu Luna
Bu Luna kembali keluar rumah karena dia hendak pergi.
Baru juga akan mengunci pintu, Bu Luna melihat anaknya baru datang.
"Sel, kamu dari mana saja sih? tadi Alvin datang kesini marah-marah."
"Marah-marah kenapa Mah?"
"Alvin menuduh kamu menculik Istrinya. memangnya Iya?"
"Tidak, buat apa aku menculik Zivana, tidak penting banget sih, mending aku godain saja tuh Alvin kalau memang aku masih mau merebutnya."
"Jadi bukan kamu?"
"Bukanlah, jaga image dong, masa cantik-cantik nyulik."
"Iya deh, Mamah percaya sama kamu Nak, kalau gitu Mamah pergi dulu yah."
"Hati-hati Mah"
"Siap"
__ADS_1
Sela masuk ke dalam rumah setelah melihat Ibunya pergi dari hadapannya.
°°°