Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part_9


__ADS_3

Rara sampai di kontrakan menjelang maghrib. karena dia berjalan kaki dari toko bunga selama satu jam lamanya. tapi dia tidak merasa cape berjalan jarak jauh karena di kampung sudah terbiasa berjalan kaki keliling kampung untuk berjualan.


Memang ada kendaraan umum yang terus berlalu lalang. tapi jika dia naik kendaraan umum pastinya uang yang dia punya sekarang akan berkurang. setidaknya satu bulan ke depan dia harus terbiasa berjalan kaki sampai menunggu gaji pertamanya nanti.


Mau meminta ongkos ke suaminya merasa tak enak, mengingat suaminya juga baru memulai kerja. pastinya belum punya uang lebih.


belum lagi harus membeli makan untuk mereka berdua.


Rara nampak gelisah karena suaminya belum pulang juga, karena sudah menunggu lumayan lama akhirnya Rara segera pergi ke warung depan untuk membeli nasi bungkus. alhamdulilah uang tadi pagi sisa 30.000


Rara beli nasi dengan oseng kangkung saja biar tidak terlalu banyak pengeluaran.


setelah membeli nasi bungkus, Rara kembali ke kontrakan. karena sudah merasa lapar, Rara memilih makan terlebih dahulu tanpa menunggu suaminya pulang.


Waktu terus berlalu namun tidak ada tanda-tanda kepulagan juna.


Rara memilih menunggu di ruang depan yang hanya ada tikar yang di hampar di atas lantai.


karena sudah menunggu sangat lama akhirnya Rara tertidur dengan posisi duduk di atas tikar dan badan yang bersender ke tembok.


Rara tampak menggeliat, dia terbangun dari tidurnya saat waktu menunjukan pukul 02.00 pagi. lalu dia pergi melihat kamar Juna, ternyata masih kosong.


Kemana kamu semalaman Mas, kenapa tidak pulang." gumam Rara lalu menutup kembali pintu kamar Juna.


Rara melangkah ke kamar mandi untuk mengambil wudhu lalu segera melaksanakan shalat malam.tak lupa dia mendoakan agar selalu di beri ke harmonisan di dalam bahtera rumah tangganya.


Setelah selesai shalat malam, Rara memilih untuk sahur karena semalam sudah berniat puasa senin kamis sekalian untuk menghemat pengeluarannya. Rara memakan nasi bungkus yang semalam dia belikan untuk suaminya. karena kebetulan sayurnya tidak di campur dengan nasi sehingga tidak basi.


Pukul 05.00 Rara segera bersiap-siap untuk pergi ke tempat kerja. karena jaraknya yang jauh jadi dia memilih berangkat lebih pagi. baru juga menutup pintu kontrakan Rara di kejutkan dengan seseorang yang sudah berdiri di belakangnya.


"Eh mas Juna" ucap Rara saat melihat suaminya pulang.


Ada rasa senang ketika melihat suami yang di cintainya itu sudah pulang, namun ada rasa kecewa juga karena suaminya tidak memberi kabar sama sekali dari kemarin.


"Oh jadi begini caranya menyambut suami pulang." sindir Juna saat melihat istrinya sudah berpakaian rapih seperti hendak pergi.


"Maaf mas, Rara nggak tau kalau mas juna akan pulang sekarang." ucap Rara kepada suaminya.

__ADS_1


"Mau kemana pagi sekali sudah rapih? atau jangan-jangan mau cari lelaki kaya di luaran sana karena bosan punya suami yang hanya orang miskin." sambil menatap tajam ke arah Rara.


"Tidak mas, Rara tidak berniat untuk mencari lelaki lain." jawab Rara sambil mengusap air matanya yang menetes begitu saja.


"Rara hanya akan berangkat kerja lebih pagi. karena jarak ke tempat kerja lumayan jauh." Rara mencoba menjelaskan niatnya namun Juna hanya menatap datar ke arahnya.


"Mari mas kita masuk, biar Rara menyiapkan keperluan Mas terlebih dahulu." ucap Rara sambil menundukan pandangannya karena sedikit takut melihat tatapan yang terpancar dari wajah suaminya.


"Tidak perlu, saya tidak butuh bantuanmu." lalu melangkah masuk ke dalam kontrakan meninggalkan Rara yang masih berdiri di dekat pintu.


Rara memilih pergi meninggalkan kontrakan setelah mendengar penolakan dari suaminya.


Apa salahku Mas, kenapa kamu sekarang seolah-olah tidak menginginkanku." gumam Rara sambil menatap ke arah kontrakannya dari jarak jauh lalu kembali melanjutkan perjalanannya.


Rara sudah sampai di tempat kerja barunya. ternyata masih sepi karena karyawan lain belum berangkat. hanya ada Santi yang sepertinya sedang membuka toko bunga itu.


"As'salamu'alaikum Mba Santi"


"Waalaikum'salam"jawabnya sambil menoleh ke arah Rara.


"Sudah datang Ra?ko pagi sekali?" tanya Santi kepada Rara yang baru datang.


"Kebetulan sekarang jadwal saya piket Ra, jadi harus berangkat sebelum jam masuk kerja." memang sekarang jadwal Santi piket di toko.


"Ya sudah Rara bantuin Mba." Rara menawarkan diri untuk membantu Santi.


Lalu keduanya bersama-sama membersihkan setiap sudut ruangan toko.


Jam masuk kerja sudah tiba, semua karyawan sudah memulai pekerjaan mereka masing-masing.


"Perhatian -perhatian" teriak Luna lalu semua karyawan berkumpul untuk mendengarkan pengumuman dari atasannya itu.


"Semuanya perkenalkan ini namanya Akbar,


dia karyawan baru disini yang akan membantu Pak Jojo mengurus kebun bunga di belakang." ucap Luna memperkenalkan Akbar kepada karyawan lainnya.


Sedangkan Akbar sudah menatap ke arah Rara sejak tadi. begitupun Rara tampak terkejut bisa bertemu dengan akbar di kota yang seluas ini.

__ADS_1


"Perkenalkan saya akbar, mohon bimbingannya." Akbar tersenyum ramah kepada semua karyawan toko yang berada di hadapannya.


Setelah Luna memperkenalkan Akbar, semua karyawan di bubarkan dan kembali melakukan pekerjaannya masing-masing.


°°°°°°°


Seorang pria tampan diikuti asistennya berjalan masuk ke dalam kantor miliknya.


semua karyawan yang melihat kedatangan bos mereka itu menyapanya dengan ramah.


"Selamat pagi pak Juna" sapa Sekretaris Risna saat melihat atasannya datang.


"Pagi" lalu berjalan memasuki ruangannya sedangkan Rio sang Asisten tampak bertatapan muka dan saling melempar senyum dengan Risna.


"Rio" panggil Juna saat melihat Asistennya masih saling tatap dengan Sekretarisnya.


"Eh iya bos" lalu pergi dari hadapan Risna dan melangkah memasuki ruangan Juna.


Risna hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Rio. memang Rio sudah beberapa kali mengungkapkan perasaannya kepada Risna. hanya saja Risna belum memberi jawaban sampai detik ini.


Rio sudah berdiri di depan Juna.


"Ada yang bisa saya bantu bos?" tanya Rio kepada atasannya.


"Selidiki orang ini, dimana dia bekerja dan apa pekerjaannya." sambil memberikan foto dan biodata Mutiara.


"Waw cantik bos, boleh saya colek nih." sambil menatap kagum saat melihat foto Rara.


"Hey mau kemanain itu si Risna "ucap Juna


"Nyerah saja saya bos, habisnya susah sekali dapetin tuh Sekretaris." Rio memang sudah berulang kali mengungkapkan perasaannya kepada Risna. tapi Risna hanya menanggapinya dengan cuek.


"Dasar, nggak ada seriusnya sama sekali." sindir Juna kepada Asistennya.


"Serius bos, apalagi kalau sama wanita di foto ini. mungkin saya akan betah di rumah nggak mau ngapa-ngapain."


"Dasar, lihat yang bening saja sudah mulai ganjennya." Juna menyindir Asistennya.

__ADS_1


"Ya sudah bos saya pamit, mau cari cewek cantik ini." lalu Rio meninggalkan ruangan atasannya.


__ADS_2