
Kedua pasangan sedang berbahagia. yaitu Juna dan Rara, Rey dan Ayu. mereka memiliki niat untuk pergi berbulan madu. ya, memang Rara merasa jika itu berlebihan. tapi semuanya mendukung mereka agar tetap pergi bersama Rey dan Ayu yang memang akan berbulan Madu.
Sebenarnya Rara merasa berat jika harus meninggalkan Baby Zie. namun itu kemauan Bu Farah. Bu Farah ingin jika Juna dan Rara mengulang momen masa-masa indah layaknya pengantin baru.
Mereka sudah sampai di hotel mewah yang mereka sewa. tentunya dengan fasilitas mewah khusus berbulan madu. hari ini mereka memilih untuk beristirahat dulu. mereka akan berjalan-jalan besok saja saat sudah tidak merasa lelah.
Rara yang sedang tiduran di ranjang, merasa ada yang meraba badannya dari belakang.
"Mas lagi ngapain?" Rara kaget dengan tingkah suaminya.
"Mas ingin, bolehkah sayang?" Juna menatap
"Baru juga sampai Mas, Rara masih lelah." ucap Rara
"Mas tidak mau penolakan!" ucap Juna lalu dia langsung melanjutkan aksinya.
Rara hanya pasrah membiarkan suaminya bekerja sendiri.
Juna memeluk tubuh polos istrinya dan menaikan selimutnya. mereka segera tidur karena hari sudah menjelang pagi.
Pagi harinya, Rara terbangun terlebih dahulu. dia segera membersihkan badannya yang lengket akibat percintaannya semalam.
Rara yang sedang mandi di bawah guyuran sower, tiba-tiba kaget karena ada yang memeluknya dari belakang. Rara menengok dan melihat suaminya sedang menatapnya. bahkan suaminya bertelanjang bulat sama sepertinya.
"Mas ngapain disini?" tanya Rara
"Mau ikut mandi, sayang." jawab Juna santai
"Tapi Rara belum selesai loh."
"Hm, kita mandi berdua sayang. sudah lama kita tidak mandi bersama."
"Tapi janji loh cuma mandi." Rara merasa was-was jika suaminya kembali menyerangnya.
"Mas janji sayang, kamu santai saja. kenapa terlihat takut seperti itu hm." Juna memandang badan polos istrinya dari atas sampai bawah. lalu dia hanya tersenyum.
Mereka memang hanya mandi saja. tidak terjadi apapun diantara keduanya di dalam kamar mandi.
__ADS_1
°°°
Bu Farah sedang mencari cucunya yang tadi keluar rumah. memang sudah biasa Baby Zie bermain di halaman depan rumah. karena kebetulan dirumah itu ada satpam yang berjaga di depan, jadi menurut Bu Farah cukup aman.
Bu Farah melihat satpam yang berjaga sedang tidur di post. tidak biasanya satpam rumahnya tidur jam segitu. apalagi sekarang masih pagi.
"Pak, bangun Pak!" Bu Farah menggoyang-goyangkan badan satpam itu. namun tidak ada pergerakan sama sekali.
Ini aneh, jika hanya tertidur pasti dibangunkan juga akan bangun. tapi ini seperti tidak sadarkan diri. apa hilangnya Baby Zie itu sudah di rencanakan." Bu Farah masih bergelut dengan pikirannya.
Bu Farah langsung mencari bantuan di sekitar rumahnya untuk membawa satpam rumahnya ke dalam.
Bu Farah masih bingung dan cemas. dia ingin menghubungi anaknya namun takut mengganggu acara bulan madunya. jika dia menghubungi polisi harus menunggu 24jam dulu. baginya itu terlalu lama.
Akhirnya Bu Farah menghubungi orang suruhannya untuk mencari Baby Zie.
Bu Farah yang hendak masuk kedalam rumah, tak sengaja melihat sebuah amplop kecil yang tergeletak di lantai. tepatnya di pojokan rumahnya. dia mengambil surat itu dan membukanya. perlahan-lahan dia membacanya.
Jika ingin anak ini kembali, segeralah datang ke alamat ini. dan bawa sertifikat rumah & perusahaan Dirgantara." sekiranya seperti itu isi surat ancamannya.
"Siapa yang berani mengirimkan surat ini? mengapa mereka mencari masalah dengan keluarga Dirgantara?" gumam Bu Farah
📲Bu Farah memghubungi nomer Juna.
📱"Hallo Mah, ada apa pagi-pagi menelpon Juna?" tanya Juna di seberang sana.
📱"Nak, kamu cepatlah bersiap untuk pulang. dirumah sedang ada masalah besar." ucap Bu Farah
📱"Masalah apa Mah?" tanyanya lagi
📱"Baby Zie di culik dan Mamah mendapat pesan ancaman."
📱"APA?" Juna terkejut mendengar anaknya di culik.
📱"Ya sudah Mah, sekarang juga Juna bersiap untuk pulang." ucap Juna lalu dia mengakhiri panggilan telponnya.
Rara melihat raut wajah suaminya berubah cemas.
__ADS_1
"Siapa yang menelpon, Mas?" tanya Rara
"Mamah tadi yang menelpon, kita harus segera pulang karena Baby Zie hilang."
"Hilang? kok bisa?" Rara mulai panik dan berkaca-kaca.
"Iya sayang, kamu jangan panik dulu. kita akan segera pulang dan membawa Baby Zie kembali." ucap Juna sambil merengkuh Rara kedalam pelukannya.
Juna memberikatahukan masalah ini kepada Rey. mereka langsung bersiap-siap untuk pulang. tapi tidak bisa pulang saat ini juga. karena Juna memesan penerbangan untuk siang hari. karena hanya itu jadwal penerbangan tercepat pada hari ini.
°°°
Baby Zie yang tadi di bius, sekarang sudah sadarkan diri.
"Mah Mamah, Mamah dimana?" Baby Zie melihat sekelilingnya terlihat asing. bahkan bangunan itu terlihat seperti gudang yang tidak terurus.
"Kau sudah bangun anak kecil." seseorang menghampiri Baby Zie.
"Kakek siapa?" tanya Baby Zie
"Enak saja panggil saya Kakek." ucap preman yang berbadan besar dan berambut putih. karena memang sengaja di warnai seperti itu.
"Ini makanlah!" preman itu memberikan satu bungkus roti kepada Baby Zie. karena tuannya mengatakan jika anak kecil itu tidak boleh lecet sedikitpun. apalagi terlihat kelaparan.
"Saya tidak mau, itu tidak enak." ucap Baby Zie
"Kamu maunya apa?" tanya preman itu.
"Roti yang dijual di Mall, bukan roti seperti itu." pinta Baby Zie
Anak kecil ini tidak ada takut-takutnya sama sekali. dia pemberani dan terlihat angkuh." gumam preman itu
Lalu preman itu menyuruh kawannya untuk membelikan roti yang mahal.
Baby Zie melihat kepergian orang itu.
Lucu sekali badut itu" gumam Baby Zie
__ADS_1
Baby Zie belum menyadari jika dia diculik. dia kira ini hanyalah mimpi. karena tadi saat dia pingsan dia bermimpi di bawa ke gudang kosong.