Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part.150


__ADS_3

"Zie sayang, berhenti Nak jangan lari-lari." Juna terus mengejar Baby Zie yang berlari di lorong Rumah Sakit.


Juna akhirnya bisa mengejar anaknya. Juna langsung menangkap Baby Zie yang sudah ada di depan matanya.


"Sayang kenapa nangis?" Juna melihat kedua mata Baby Zie berair.


"Huhuhu Zie sama siapa, semua sayang adik kecil." ucap Zie yang menangis sesegukan.


"Kata siapa Papah sama Mamah hanya sayang adik kecil. kita semua juga sayang sama Zie. jadi Zie jangan nangis lagi yah sayang." Juna mencoba untuk membujuk anaknya.


"Iya Pah" Baby Zie memeluk Juna begitu erat.


Juna mengusap kepala putri cantiknya.


"Ayo kita lihat adik kecil lagi. Zie harus sayang juga yah sama adik kecil kayak Zie sayang sama Al." Juna mencoba berbicara dengan perkataan lembut agar tidak menyinggung perasaan anaknya.


Baby Zie hanya menganggukan kepalanya.


Juna menggendong anaknya kembali ke ruangan Istrinya.


"Zie sayang, sinih sama Nenek." Bu Farah mengambil baby Zie yang ada di gendongan Juna.


"Zie mau pulang, Zie mau main sama Al." Baby Zie merengek kepada Bu Farah.


"Iya sayang, nanti kita pulang." ucap Bu Farah


"Mending Mamah sama Putri pulang saja. biar Juna disini menemani Rara." ucap Juna kepada Bu Farah.


"Tapi bagaimana dengan si kembar?" tanya Bu Farah


"Disini dulu saja Mah, lagian Rara sudah siuman berarti sudah bisa menyusui."


"Baiklah, kalau begitu Mamah pulang sekarang saja. kasihan Zie disini sepertinya cemburu sama adik kecilnya. nanti Mamah ajak Zie main bareng Al pasti ceria lagi."


"Iya Mah, hati-hati Mah." ucap Juna


"Zie sayang, sinih sun Mamah dulu." pinta Rara yang masih berbaring.


Bu Farah menggendong Zie mendekati Rara.


"Muach" Baby Zie mencium pipi Mamahnya.


Saat Bu Farah hendak pergi, Baby Zie yang berada di gendongannya kembali mencolek Eza sehingga menangis lagi.


Oek oek


Mendengar Kakaknya menangis, adek Iki juga ikutan menangis.


"Cup cup sayang, Kak Zie nakal yah." Rara mencoba menenangkan anaknya.


Juna juga menggendong adek Iki yang menangis.


Bu Farah sudah membawa Baby Zie pergi dari sana.


Kini Bu Farah, Putri, dan Baby Zie sudah sampai rumah. Zie langsung menghampiri Al di kamarnya. Zie bisa tersenyum lagi setelah dia bertemu dengan Al.


°°°


Beberapa hari kemudian Rara sudah di perbolehkan pulang. Bu Farah juga membuat pesta kecil-kecilan untuk penyambutan mereka.


Disinilah mereka berada, di taman belakang rumah Juna.


Mereka duduk melingkar di atas tikar. sedangkan anak-anak mereka di dalam rumah bersama Baby Sister.


"Ini sayang aemm" Juna terus menyuapi Istrinya.


Pasangan di depannya yaitu Rey dan Putri tak kalah romatisnya. Rey juga menyuapi Putri sambil sesekali mengusap perut Istrinya.


Bu Farah ikut senang melihat keharmonisan rumah tangga anak-anaknya.


"Nenek" Baby Zie berlari ke arah Bu Farah.

__ADS_1


"Sayang jangan lari-lari dong nanti jatuh." ucap Bu Farah


"Tadi adik kecil nangis hehehehe." Baby Zie tampak senang karena habis meledek kedua adiknya.


"Zie jangan nakal dong." Rara menegur anaknya.


"Sayang, lebih baik kamu masuk dulu lihat si kembar." Juna meminta Istrinya untuk melihat keadaan si kembar.


"Iya Mas" Rara langsung beranjak pergi meninggalkan mereka.


Sedangkan Baby Zie sudah asyik melahap berbagai macam makanan yang ada di depannya.


"Bi, kata Zie tadi si kembar nangis." Rara menghampiri Bi Inem yang sedang menjaga si kembar. tapi nyatanya si kembar tidak menangis.


"Iya tadi nangis tapi Zie yang bantu nenangin."


"Jadi bukan nangis karena Zie?" tanya Rara kepada Bi Inem.


"Bukan Nya" jawab Bi Inem


"Ya sudah, Rara titip si kembar lagi yah. Rara mau kembali lagi ke taman belakang."


"Baik Nyonya" jawab Bi Inem


Rara kembali menghampiri mereka.


"Sayang, si kembar masih nangis?" Juna bertanya kepada Istrinya.


"Tidak Kok Mas, tadi kata Bi Inem Zie yang bantu nenangin si kembar saat nangis." ucap Rara


"Iyakah sayang?" Juna sudah menatap Baby Zie. namun Baby Zie tampak serius melahap semua makanan yang ada di kedua tangannya.


"Sayang, sepertinya anak kita kalau sudah besar badannya gemuk. lihat tuh doyan makan." ucap Juna kepada Istrinya.


"Masa sih gemuk? jangan gemuk deh jelek." ucap Rara


"Tapi badan kamu sekarang agak gemukan, Mas lihatnya makin senang."


"Itu mah tatapan lapar." Juna melihat tatapan suaminya yang sudah siap-siap menerkam.


"Tidak kok Mah, kami tidak berantem." kata Rara sambil menatap malu kepada tiga orang yang ada di depannya.


"Sayang, kalau makan pelan-pelan yah." ucap Rara kepada Baby Zie.


Baby Zie hanya menganggukan kepalanya.


"Zie sayang sama adek kecil nggak?" tanya Juna


"Sayang tapi dikit" jawab Baby Zie


"Kok sayangnya dikit, sisanya sayang siapa Nak?" Juna kembali bertanya kepada anaknya.


"Sayang Mamah Papah" jawab Zie


"Kalau sama Al sayang nggak?" Kini giliran Rey yang bertanya kepada Baby Zie.


"Sayang" jawab Zie


"Sepertinya Zie ini calon anak pintar. pasti nanti jadi pewaris perusahaan." ucap Bu Farah


"Tapi kan masih ada Al, adek Iki, sama Eza Mah." ucap Juna


"Kita lihat saja nanti di antara mereka siapa yang paling cocok jadi penerus perusahaan. kalau filing Mamah si ya anak cewek ini." ucap Bu Farah sambil terus menatap Baby Zie.


Mereka hanya diam tak lagi bicara. memang perlu di akui jika Baby Zie itu terlihat sangat pintar.


"Mah, kita ke kamar dulu yah. Kak Juna, kita pinjam dulu kamar tamu." ucap Rey


"Iya, tapi nanti sore kita kumpul lagi. masih ada acara lainnya." pinta Bu Farah


"Siap Mah" jawab Rey lalu pergi menggandeng tangan Istrinya.

__ADS_1


Setelah kepergian Rey dan Putri, Juna juga berbisik kepada Istrinya.


"Kita kapan yah ke kamar?" bisik Juna


"Iish masih siang ngapain ke kamar?"


"Mau anu" ucap Juna


"Baru juga anak-anak kita lahir udah minta anu. libur dulu 6 bulan." ucap Rara kepada suaminya.


"Kok lama banget sih sayang."


"Mas juga harus bantu urus anak-anak. Rara pasti kerepotan ngurus anak kalau sendirian."


"Tapi kan masih ada Bi Inem." ucap Juna


"Jangan terlalu mengandalkan orang lain untuk mengurus anak kita Mas. nantinya malah anak-anak tidak begitu akrab sama kita. sesibuk apapun kita,luangkan waktu untuk anak walaupun hanya sebentar." ujar Rara


"Baik sayang, makin sayang deh." Juna langsung memeluk Istrinya.


"Aw" Rara meringis karena perutnya sedikit sakit.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Juna kepada Istrinya.


"Mas kalau peluk jangan erat-erat. ini bekas operasi terkadang masih suka sakit."


"Maaf sayang, Ayo Mas bantu kamu duduk di kursi saja." Juna membantu Rara untuk duduk di kursi taman.


Sore harinya mereka kembali berkumpul bersama. namun kali ini bukan di taman belakang. tapi mereka berkumpul di ruang keluarga. bukan hanya keluarga saja, namun para pelayan juga ikut bergabung dengan mereka. mereka merayakan pesta kecil-kecilan yang di lakukan untuk kepulangan Rara dari Rumah Sakit. dan hadirnya kedua bayi tampan di antara kebahagiaan mereka.


Mereka asyik bercanda tawa sambil menikmati hidangan di hadapannya. Putri mendengar ada yang mengetuk pintu depan.


Putri langsung beranjak berdiri dan membukakan pintu depan.


"Silahkan masuk, cari siapa yah?" Putri bertanya kepada orang di hadapannya karena dia tidak tahu itu siapa.


"Saya Akbar suaminya Inara. tadi saya di telfon Istri saya katanya suruh datang ke alamat ini." ucap Akbar


"Oh Suaminya Kak Inar, ayo masuk!" Putri mengajak Akbar untuk masuk ke dalam dan bergabung dengan yang lainnya.


"Hay Mas Akbar apa kabar?" Rara menyambut baik kedatangan sahabat lamanya.


"Alhamdulilah baik, selamat yah Ra atas kelahiran anaknya."


"Terima kasih, sini ikut bergabung." Rara meminta Akbar untuk bergabung.


"Sayang ayo kita bersiap-siap." pinta Juna kepada Istrinya.


"Bersiap kemana Mas?"


"Kita mau ambil foto keluarga. bentar lagi fotografer sewaan Mas datang."


"Loh kok Mas tidak bilang-bilang?" tanya Rara


"Ini kejutan sayang" jawab Juna


Kini Fotografer sewaan sudah datang. mereka berfoto bersama. pengambilan foto pertama kelurga besar Dirgantara. lalu Keluarga baru Juna. terlihat Juna menggendong Eza, Rara menggendong Adek Iki. dan Baby Zie duduk di antara mereka. bagitupun Rey dan Putri, mereka mengambil beberapa pose. ada pose saat Rey memeluk Putri dengan posisi tangan memegang perutnya. dan masih banyak lagi moment kebersamaan mereka yang di abadikan.


TAMAT


Penting wajib baca


Terima kasih untuk readers setia novel saya. mohon maaf novel ini saya tamatkan. dan maaf jika ada yang kecewa karena ceritanya tidak sesuai ekspetasi kalian. tapi akhir cerita semua sudah bahagia. Rara dan Juna di karuniai 3 anak dan Rey yang sudah menerima Putri sebagai Istinya. bahkan sedang menunggu kehamilan anak pertamanya.


kalau ada yang minta kisah Baby Zie, mohon maaf belum bisa di teruskan sekarang. karena saya mau fokus novel ke.3 saya yang berjudul Playboy Tampan Idaman. untuk kisah Baby Zie bisa sih saya tuliskan novelnya. itupun kalau kalian masih mau membaca kisahnya. saya usahakan akhir bulan depan saya UP novelnya. tapi kalau tidak usah di lanjut berarti cukup disini kisah baby Zie😂😂


komentar terbanyak kalian yang akan jadikan saya patokan mau lanjut atau tidaknya kisah Baby Zie.😂


Jangan lupa baca juga novel saya Playboy Tampan Idaman. bisa cek di profil saya😉


sungguh butuh perjuangan karena novel saya yang itu sepi pembaca😭😭😭 mulai sekarang rutin UP tiap hari karena saya sudah tidak bekerja lagi.

__ADS_1


Maaf sedikit curhat😅😅😅



__ADS_2