Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 76


__ADS_3

Tak terasa cukup lelah seharian pergi ke beberapa tempat wisata di kota Yogyakarta. Menjelang Malam, Alvin dan Zivana memilih untuk kembali ke hotel. Mereka akan langsung beristirahat. Seharian ini hanya jalan-jalan saja, tanpa membeli apa pun kecuali untuk mengisi perut. Niatnya besok mereka akan berbelanja oleh-oleh untuk di bawa pulang.


"Ah lelahnya," Zivana merebahkan dirinya di atas kasur.


"Mau Mas pijitin tidak?"


"Tidak usah, Mas. tolong siapin air hangat saja deh. Zie mau berendam biar badan lebih rileks."


"Siap, sayang." Alvin berlalu pergi ke kamar mandi. Dia mengisi bathup dengan air hangat.


Alvin sudah kembali ke kamar. Dia melihat Istrinya yang masih tiduran di atas kasur.


"Sayang, airnya sudah siap loh." ucap Alvin


"Nanti deh," ucap Zivana


"Kalau nanti keburu dingin, sayang."


"Kalau dingin tinggal di ganti air hangat lagi."


Alvin menggendong Istrinya karena belum juga beranjak dari atas tempat tidur.


"Mas, ngapain ih?" Zivana mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya. Dia kaget karena suaminya mengangkatnya tanpa memberikan aba-aba.


"Kamu sih malas-malasan, ya sudah Mas gendong saja." Alvin membuka pintu kamar mandi.


Alvin membantu Istrinya melepaskan semua pakaiannya. Begitu juga dirinya yang ikut melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuhnya. Mereka berdua masuk ke dalam bathup dan berendam bersama.


Alvin memeluk Istrinya dari belakang.


"Mas, jangan peluk-peluk ih."


"Hangat sayang," kata Alvin.


"Iyalah hangat, namanya juga berendam di air hangat. udah ah, aku mau kasih sabun nih." Zivana melepaskan pelukan suaminya.


Mereka hanya mandi sebentar. Tidak ada terjadi apa pun di antara keduanya. Mungkin karena Zivana yang suka ngambek jika suaminya jail, jadi Alvin tidak melakukan apa pun.

__ADS_1


Kini keduanya sudah berada di kamar. Mereka memakai piyama dan segera bersantai sambil menonton televisi yang ada di kamar itu. Di layar televisi menayangkan sepasang kekasih yang sedang ber*ciuman. Alvin menatap Istrinya yang ada di sebelahnya.


"Mas Alvin kenapa lihatin Aku seperti itu?"


"Ingin sayang," ucap Alvin lalu mendekatkan wajahnya dengan Istrinya.


Tok tok


"Stt, mengganggu saja," gumam Alvin lalu kembali menjauhkan wajahnya dari wajah Istrinya.


"Zie buka pintu dulu," Zivana beranjak dari atas tempat tidur untuk membuka pintu.


Ternyata yang datang Desi dengan menggendong Baby Rayan.


"Maaf Nona, tadi Rayan rewel. Sepertinya mau ASI, kelihatannya sudah mau tidur juga." ucap Desi


"Iya Kak, biar sama saya," Zivana mengambil anaknya yang ada di gendongan Desi. " Kak Desi bisa kembali lagi, Rayan tidur sama saya saja malam ini," ucap Zivana.


"Baik Nona," Desi segera kembali ke kamar sebelah.


Zivana membawa Baby Rayan ke kamarnya.


"Sayang, Rayan kenapa?"


"Rewel Mas, sepertinya dia haus," jawab Zivana.


"Ya sudah kamu kasih ASI yah, sayang. Nanti di antar lagi ke kamar sebelah." ucap Alvin


"Malam ini Rayan disini saja yah, Mas. Zie ingin tidur sama anak kita."


"Baiklah, Mas juga ingin tidur sama anak kita," kata Alvin


Zivana menidurkan anaknya di atas kasur. Lalu dia mulai memberinya ASI.


Gagal deh malam ini mau beraksi," batin Alvin lalu kembali menonton televisi.


°°°°

__ADS_1


Pagi ini, Alvin dan Zivana pergi ke bandara. Mereka akan pulang ke Ibu kota. Mereka sudah membeli oleh-oleh untuk keluarganya di rumah.


"Mas, kita tak out jam berapa?"


"Sebentar lagi, sayang." jawab Alvin


Terlihat ada pengumuman di bandara jika calon penumpang di suruh untuk menaiki pesawat. Kini Alvin dan Zivana segera naik ke pesawat bersama penumpang lainnya. Kali ini Baby Rayan berada bersama mereka. Karena Baby Rayan sedang rewel dan maunya sama ibunya saja.


Zivana menenangkan anaknya. Bahkan perjalanan satu jam baginya tidak terasa. Karena sepanjang perjalanan dia hanya bermain saja bersama Baby Rayan.


"Sayang, sebentar lagi kita sampai," ucap Alvin kepada Istrinya.


"Kok cepat sekali sih? Perasaan tadi kita baru naik pesawat," ucap Zivana.


"Itu karena kamu serius sekali menenangkan Rayan," ucap Alvin.


"Sepertinya Iya deh." ucap Zivana


Pesawat telah mendarat di bandara. Alvin dan penumpang yang lainnya segera turun. Alvin memesan taxi online untuk mengantar mereka.


Zivana melihat suaminya yang sedang fokus menatap ponsel.


"Mas, sepertinya kita harus mencari supir pribadi deh," ucap Zivana kepada suaminya.


"Kamu mau supir, sayang. Nanti malah pergi keluar terus."


"Bukan begitu juga, Mas. Kalau ada supir, pekerjaan Mas lebih ringan loh. Bibi juga kalau mau ke pasar ada yang mengantar."


Alvin memikirkan perkataan Istrinya.


"Benar juga sih, nanti deh Mas cariin," ucap Alvin


"Makasih, Mas."


"Sama-sama, sayang." jawab Alvin


Tak lama, taxi yang di pesan oleh Alvin sudah datang. Mereka segera masuk ke dalam taxi itu.

__ADS_1


°°°


__ADS_2