Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part_125


__ADS_3

Rara dan Rey sudah berada diruangan Ayu. sekarang Ayu sudah di pindahkan ke ruang inap. Rey sejak tadi terus menggenggam jari jemari istrinya. Rara melihat Rey tampak khawatir. Rara sendiri tak jauh khawatir seperti Rey. dia juga kaget dengan kehamilan Ayu. selama ini Ayu tidak membiacarakan apapun kepadanya. bahkan bercerita mengenai penyakitnya pun tidak. pantas saja akhir-akhir ini Ayu lebih tertutup. mungkin itu sengaja dia lakukan untuk menutupi kehamilannya dari semua orang.


Beberapa saat kemudian, datanglah Juna bersama Bu Farah dan juga Baby Zie.


"Bagaimana kondisi Ayu?" tanya Bu Farah


"Kami belum tahu Mah, karena Ayu belum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. mungkin nunggu Ayu siuman dulu." jawab Rey


Bu Farah yang sedang menggendong Baby Zie, memilih untuk duduk di sofa bersama Rara.


"Astaga Baby Zie, jangan minta digendong Nenek dong. nanti kalau Nenek sakit kerena kecapean gendong Baby Zie gimana?"


"Tak Mah, Nenek sehat." ucap Baby Zie dengan perkataan cadelnya.


"Tidak apa-apa Ra, Mamah malah senang kalau Baby Zie lengket sama Mamah." ucap Bu Farah


Rara hendak berkata lagi namun dia urungkan karena semua orang menatap Ayu yang baru saja siuman.


"Eughh" Ayu memegangi kepalanya karena dia masih merasa pusing.


"Sayang, syukurlah kamu sudah sadar." ucap Rey sambil sesekali menciumi jari jemari istrinya.


"Apakah Mas sudah---"Ayu merasa ragu untuk mengatakan semua kebenaran itu.


"Mas sudah tahu sayang, Mas ikut senang. tapi kenapa tidak bicarakan hal sepenting ini kepada Mas?" tanya Rey


"Ayu hanya takut jika Mas marah sama Ayu dengan kehamilan Ayu." ucapnya


"APA? Ayu hamil?" Bu Farah terkejut mendengar penuturan menantunya.


"Mah, biar Rara yang ceritakan semuanya. lebih baik kita keluar dari ruangan ini dulu. kita ajak Baby Zie jalan-jalan diluar." bujuk Rara


Akhirnya Rara, Juna, Bu Farah dan Baby Zie keluar dari ruangan itu. mereka membiarkan Ayu berduaan saja dengan Rey.


Ayu mengajak Bu Farah duduk di bangku taman. sedangkan Juna mengajak Baby Zie membeli minuman untuk mereka.


"Ra, sebenarnya Ayu sakit apa?" tanya Bu Farah

__ADS_1


Rara bingung mau bicara apa. dia takut jika kondisi Bu Farah akan drop.


"Tapi Mamah janji jangan kaget. kalau Mamah belum siap mendengar semua kebenarannya, Rara bisa bicara kapan-kapan saja." ucap Rara


"Bicaralah, Mamah nggak akan kaget kok."


"Baiklah, Rara akan mengatakan kabar baik dan kabar buruk mengenai kondisi Ayu. Mamah mau mendengar yang mana dulu?" tanya Rara


"Terserah kamu saja Ra" ucapnya


"Baiklah, kabar baiknya Ayu sedang hamil 4 bulan. dan kabar buruknya, Ayu mengidap penyakit leukimia. dan selama hamil, Ayu tidak melakukan kemoterapi sehingga kondisi tubuhnya lemah. namun dia lakukan itu agar janinnya tetap baik-baik saja." jelas Rara


Seketika Bu Farah langsung menitihkan air matanya. dia sedih mendengar semua kebenaran itu.


"Sudah Mah, Mamah jangan terlalu menghawatirkan Ayu. lebih baik kita berdoa saja agar Ayu diberi kesembuhan." Rara mencoba membujuk Bu Farah agar tidak larut dalam kesedihan. dia takut jika akan mempengaruhi kondisi Bu Farah.


"Iya Ra" Bu Farah mengelap kedua sudut matanya.


"Sayang ini minumnya." Juna menyodorkan air mineral dingin untuk istrinya.


"Terimakasih Mas"


"Kalian bahas apa sih? lalu, kenapa Mamah menangis?" tanya Juna


"Nanti Rara ceritakan Mas. lebih baik Mas ikut duduk saja dengan kami." ucap Rara


"Tapi Mamah beneran tidak apa-apa kan?"


"Tidak kok, Mamah baik-baik saja." ucap Bu Farah


Mereka bersantai di Taman itu untuk beberapa saat. karena mereka mau memberi waktu Rey dan Ayu untuk mengobrol berdua tanpa gangguan apapun.


"Ra, ayo kita masuk! rasanya sudah terlalu lama kita disini." ajak Bu Farah


"Ayo Mah, Mas kamu gendong Baby Zie yah." pinta Rara kepada suaminya.


"Siap sayang, tapi Mas mau gandeng Baby Zie saja. sudah besar lah, masa masih digendong terus sih." kata Juna

__ADS_1


"Nah itu lebih baik" kata Rara


Rara dan Bu Farah berjalan berdampingan untuk kembali masuk ke dalam. sedangkan Juna berjalan di belakang lumayan jauh dari mereka. dia berjalan sambil menggandeng Baby Zie. makannya langkahnya lebih lambat karena Baby Zie tak mau diam saat berjalan.


Kini Rara dan Bu Farah sudah sampai di depan ruangan Ayu. baru saja mereka ingin masuk, tiba-tiba pintu terbuka. terlihat bebarapa perawat yang mendorong brankar pasien dan disana ada Ayu. Rara bertanya kepada Rey, sebenarnya apa yang terjadi dan kemana Ayu akan dibawa.


"Mas Rey, apaa yang terjadi? sebenarnya Ayu mau dibawa kemana?" tanya Rara


"Ayu mau melakukan pemeriksaan lebih lanjut di bagian kepalanya. dia harus dibawa ke ruangan lain khusus pemeriksaan." jelas Rey kepada Rara


"Hm baiklah, kita ikuti mereka saja." ucap Rara


"Tidak usah Ra, lebih baik kamu dan Mamah menunggu disini saja. karena juga tidak mungkin jika terlalu banyak orang yang masuk dalam ruangan pemeriksaan."


"Tapi-- Rara tak lagi angkat bicara saat melihat tatapan Rey yang tampak meyakinkannya.


"Sudahlah Ra, kita disini saja. lagian Mamah juga capek. kita istirahat saja yuk disana." Bu Farah menunjuk kursi yang terletak di depan ruang inap Ayu.


"Mah, Mamah lebih baik pulang saja yah. tidak baik jika berlama-lama di rumah sakit." ujar Rara


"Kalau Mamah pulang, siapa yang mau menemani Rey menjaga Ayu?"


"Biar sama Rara saja Mah, Mamah, Mas Juna sama Baby Zie mending pulang saja. nanti juga pasti Rara kabari mengenai kondisi Ayu."


"Ada apa ini Ra? kenapa kalian belum masuk ke ruangan?" sahut Juna yang baru datang.


"Begini Mas, Rara sedang menyuruh Ibu untuk pulang. begitupun Mas Juna dan Baby Zie ikut pulang yah." bujuk Rara


"Tapi kenapa kamu tidak ikut?"


"Rara mau menemani Ayu disini. Masa Mas Rey cuma sendirian nanti repot."ucap Rara


"Tapi kamu tidak apa-apa kan kalau Mas tinggal?"


"Iisshh tidak apa-apa Mas. kan ini juga Rara yang nyuruh."


"Baikah, kamu hati-hati disini yah sayang. nanti kabari Mas mengenai hasil pemeriksaan Ayu."

__ADS_1


"Siap Mas" jawab Rara


Juna, Bu Farah, dan Baby Zie akhirnya pergi dari sana. setelah kepergian mereka, Rara bergegas untuk menyusul Rey yang sedang mengantar Ayu melakukan pemeriksaan.


__ADS_2