Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 25


__ADS_3

Saat ini Alvin ada di depan rumah Bu Luna. dia berniat untuk menemui Sela. kebetulan Sela baru juga membuka pintu rumahnya. dia melihat kedatangan Alvin.


"Wah Kakak sayang, tumben datang kesini?" Sela terlihat senang saat melihat Alvin mendatanginya.


"Iya nih, mau ngajak kamu jalan," ucap Alvin


"Benarkah?"


"Iya," jawab Alvin


"Sebentar Kak, aku mau siap-siap, ayo masuk dulu!"


"Aku di sini saja," Alvin menolak untuk ikut masuk ke dalam rumah.


Sela hanya berganti pakaian saja. maka dari itu dia tidak lama.


Kini Sela sudah menghampiri Alvin.


"Ayo Kakak sayang!" ajak Sela yang kini sudah membuka pintu mobil Alvin.


Alvin segera mengemudikan mobilnya menuju ke Apartemen yang baru dia sewa. Alvin juga sudah mengirim pesan kepada Asistennya bahwa dia tidak kembali ke kantor.


Kini mobil yang di kendarai Alvin sudah sampai di parkiran Apartemen.


"Kita mau kemana?" tanya Sela


"Apartemen baruku," jawab Alvin


Keduanya segera keluar dari mobil. Sela bergelayut manja di lengan Alvin. mereka berjalan menuju ke Apartemen milik Alvin yang ada di lantai paling atas.


Cklek


Alvin sudah membuka pintu Apartemen itu. keduanya segera masuk ke dalam. sejak tadi Sela sudah menggesek-gesekan dadanya ke Alvin. namun Alvin tetap diam.


"Sayang, kok kamu diam saja sih?"


"Jangan terburu-buru, kita minum teh dulu," ucap Alvin lalu melepaskan tangan Sela yang bergelayut manja kepadanya.


Alvin melangkah menuju ke dapur. sedangkan Sela duduk di ruang depan.


Alvin membawa nampan berisi dua cangkir teh hangat. dia menaruh satu cangkir di depan Sela.


"Ayo di minum dulu!" pinta Alvin


Sela mulai mengambil cangkir itu dan meminum teh buatan Alvin. begitupun Alvin yang juga meminumnya.


"Ayo sayang kita ke kamar," ajak Sela yang kini semakin merapatkan badannya dengan Alvin.


"Sebentar, nunggu lima menit lagi," Alvin mencoba untuk mengulur waktu.


"Nanti atau sekarang sama saja kok,


sama-smaa enak," kata Sela

__ADS_1


Tring


Setelah Alvin mendengar notif dari ponselnya, dia segera membuka pesan itu. ternyata itu pesan dari Asistennya.


"Ayo!" Alvin beranjak dari duduknya. begitupun Sela yang sejak tadi menempel terus dengan Alvin.


Mereka berdua melangkah menuju ke salah satu kamar yang ada di Apartemen itu. Sela langsung naik ke atas ranjang dan berpose ala erotis.


Tahan Vin, tahan, jangan tergoda lagi," batin Alvin yang kini berjalan mendekati Anita. Alvin sudah naik ke atas ranjang.


"Tunggu dulu!" Alvin mencegah Sela yang hendak mendekatkan bibirnya.


"Ada apa sayang? aku sudah tidak tahan nih," ucap Sela


"Aku mau sedikit bercerita, ini mengenai Zivana. sudah satu bulan ini dia pergi dari rumah," kata Alvin


"Lalu?"


"Mungkin hubungan kita memang sampai disini, maka dari itu aku kembali menemuimu," ucap Alvin sambil membelai rambut panjang Sela.


Sela kembali mendekatkan bibirnya namun Alvin menahannya.


"Tunggu dulu!"


"Apa lagi sayang?"


"Aku mau lebih mengenalmu, coba kamu ceritakan mengenai kehidupanmu bersama Ibumu, aku mau tahu semuanya," ucap Alvin yang masih membelai wajah Sela.


"Apa itu rahasia Ibumu?" tanya Alvin yang merasa penasaran.


"Tapi Kakak janji yah jika mendengar ini tidak akan membenciku," ucap Sela


"Kamu tenang saja, aku mencintaimu dan tidak akan pernah membencimu," ucap Alvin


Sela mulai menceritakan jika dia mendengar Ibunya sedang bertelfonan dengan seseorang. dari yang dia dengar, Ibunya ada kaitannya dengan kematian ayahnya. namun saat Sela akan bertanya lebih, Bu Luna malah menyuruhnya ke luar negeri. dan saat Sela pulang, Bu Luna sengaja menyuruhnya untuk mendaftar kerja di kantor Alvin. sekaligus menyuruhnya untuk merayunya.


Alvin terkejut mendengar penjelasan dari Sela. namun dia buru-buru menetralkan raut wajahnya.


"Kak Alvin tidak marah?" Sela bertanya sambil menatap Alvin.


"Tidak," jawab Alvin yang sedikit menyunggingkan senyumannya.


"Kalau begitu sekarang kita bisa melakukan itu," ucap Sela sambil mengedipan matanya.


"Tapi ada syaratnya," ucap Alvin


"Apa itu?"


"Kamu harus pakai penutup mata dulu, bukankah kita belum pernah melakukan dengan cara ini?"


"Baiklah," ucap Sela yang menurut dengan Alvin.


Alvin mencari kain untuk menutupi kedua mata Sela. saat ini Sela tidak melihat apapun karena kedua matanya di tutup pakai kain.

__ADS_1


"Sebentar Sel, aku mau ke toilet dulu," ucap Alvin


"Belum mulai kok sudah kebelet," ucap Sela


Alvin hanya diam lalu dia beranjak dari atas tempat tidur.


Tak lama, Sela merasakan seseorang sudah naik ke atas tempat tidur.


"Kamu sudah kembali sayang?"


"Hm" hanya itu yang keluar dari mulutnya.


Kini keduanya sudah tak mengenakan apapun. Sela merasa jika kali ini Alvin berbeda. bahkan lebih kaku seperti baru pertama kali. namun Sela menepiskan pemikirannya yang tidak-tidak. dia terus mend*sahkan nama Alvin. karena merasa kurang, Sela beralih memimpin permainan. sekarang dia lebih puas. tak terasa sudah satu jam melakukan itu, Sela menidurkan tubuhnya saat dia merasa sudah cape dan tak bertenaga.


"Terima kasih sayang," ucap Sela dan langsung memejamkan kedua matanya tanpa melepas penutup mata yang menutupi matanya.


Alvin menatap pintu kamar terbuka. Asisten Tio keluar dari dalam dengan badan berkeringat.


"Bagaimana bro?"


"Mantap Pak Bos, kalau ada kesempatan lagi, boleh dong menawarkannya ke saya," ucap Asisten Tio


"Ini bayaranmu," Alvin memberikan sejumlah uang kepada Asisten Tio


"Makasih Pak Bos, saya mau kembali ke kantor," setelah mengatakan itu, Asisten Tio segera pergi meninggalkan Apartemen itu.


Sudah beres, sekarang tinggal tugasku," batin Alvin


Satu jam kemudian Alvin melihat Sela keluar dari kamar.


"Sayang, kok kamu sudah rapih saja?" Sela berjalan menghampiri Alvin.


"Iya nih, banyak kerjaan," jawab Alvin


"Yah, kita tidak bisa berduaan dong," terlihat Sela memanyunkan bibirnya.


"Jangan cemberut, jelek loh," ucap Alvin sambil menatap Sela.


"Tidak kok, oh iya tumben tadi Kak Alvin tidak pakai pengaman," ucap Sela yang merasa heran.


Astaga dasar Tio, bisa-bisanya dia ceroboh." batin Alvin


"Tapi kamu suka kan?"


"Suka, aku malah ingin lagi," ucap Sela


"Lain waktu saja yah, sekarang kita pergi saja karena aku banyak kerjaan," ucap Alvin


"Baiklah," ucap Sela pasrah, padahal dia masih ingin menghabiskan waktunya bersama Alvin.


Kini keduanya segera pergi meninggalkan Apartemen itu.


°°°°

__ADS_1


__ADS_2