Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 21


__ADS_3

Setelah kepergian Alvin, Bu Rara dan Pak Juna masih mengobrol.


"Pah, apa Papah yakin mau membantu Alvin memecahkan kasus itu?" Bu Rara bertanya kepada suaminya karena dia kurang yakin dengan keputusan yang suaminya ambil.


"Yakin Mah, lagian ini menyangkut keluarga kita loh, lagian kita juga harus tahu siapa sebenarnya yang membawa nama Papah dalam masalah itu," ucap Pak Juna kepada Istrinya.


"Iya sih Pah, tapi Mamah takut kalau Papah kenapa-napa," ucap Bu Rara yang merasa khawatir.


"Sudah Mah, Mamah tidak perlu mencemaskan apapun, Papah pasti baik-baik saja kok," Pak Juna mencoba menenangkan Istrinya agar tidak khawatir.


"Baiklah, semoga saja semuanya baik-baik saja."


Tring


Obrolan mereka terhenti saat Bu Hilya mendengar ponsel miliknya berdering. ternyata itu panggilan masuk dari Zivana.


📞"Hallo, Assalamu'alaikum Zie," ucap Bu Rara dengan ramah.


📞"Waalaikum'salam Mah, Zie cuma mau memberitahukan Mamah kalau Zie akan pulang besok," kata Zivana dari balik telfon.


📞"Kok cepat sekali liburannya?"


📞"Iya Mah," jawab Zivana


📞"Kak Zie bete Mah, karena gebetannya sudah pulang duluan," terdengar suara Eza dari balik telfon.


Bu Rara mendengar suara ribut-ribut. sepertinya Eza merebut telfon milik Zivana dan langsung bicara dengan Ibunya.


📞"Eza juga punya gebetan Mah, namanya Lina yang suka beres-beres di vila," ucap Zivana yang sudah merebut kembali ponsel miliknya dari tangan Eza.


📞"Kalian ini apa-apaan sih pakai rebutan ponsel segala, Mamah pusing tahu dengar kalian ribut-ribut," ucap Bu Rara


📞"Maaf Mah, biasa tuh Eza suka bikin onar, ya sudah Mah, Zie masih ada urusan nih," kata Zivana yang ingin menyudahi panggilan telfonnya.


📞"Iya sayang, kamu urus dulu urusanmu, Assalamu'alaikum," ucap Bu Rara

__ADS_1


📞"Waalaikum'salam, Mah" jawab Zivana


Setelah mengucapkan salam, Zivana langsung mematikan panggilan telfonnya.


°°°


Keesokan harinya Bu Rara menyambut kedatangan anak-anaknya. dia tidak bertanya lebih hubungan Rara dengan Aldo. Bu Rara hanya berharap jika mereka berjodoh.


"Akhirnya kamu pulang juga Nak," ucap Bu Rara yang kini memeluk Zivana.


"Aku tidak di peluk nih," ucap Eza yang berdiri di sebelah Zivana.


"Apaan kamu anak laki masa di peluk."


"Tidak ada larangan loh anak laki tidak boleh di peluk," ucap Eza menimpali perkataan Ibunya.


"Sinih biar Papah yang peluk," Pak Juna mendekati Eza dan hendak memeluknya. namun Eza menjauhkan dirinya.


"Tidak mau ah, nanti di ketawain Mamah," Eza langsung pergi begitu saja dari hadapan mereka.


"Zie, bagaimana nih liburannya? pasti seru yah," Pak Juna bertanya kepada anaknya.


"Ya lumayan Pah, harusnya Papah sama Mamah juga ikut pasti lebih seru."


"Ah kami sudah tua, liburan cukup satu tahun sekali," ucap Bu Rara


"Zie, besok kamu ke kantor lagi yah bantuin Papah kerja," pinta Pak Juna kepada anaknya.


"Kan sudah ada Iki, Kok Zie suruh kerja lagi," ucap Zivana


"Lebih banyak karyawan maka pekerjaan akan lebih cepat selesai," sahut Bu Rara


"Nah betul itu kata Mamahmu," ucap Pak Juna


"Baiklah, dari pada bete di rumah besok Zie ikut ke kantor," ucap Zivana

__ADS_1


Pak Juna merasa senang karena Zivana mau kembali kerja di kantor. setelah selesai mengobrol, kini Zivana memilih untuk pergi ke kamarnya.


°°°°


Menjelang malam, Zivana asyik bertelfonan. ternyata orang yang menelfonnya itu Aldo. Bu Rara menghampiri anaknya yang sudah selesai bertelfonan.


"Siapa yang menelfon kamu Zie? kayaknya sejak tadi kamu asyik cekikikan," ucap Bu Rara lalu duduk di sebelah anaknya.


"Ini Mah, tadi Kak Aldo menelfon, dia asyik sekali loh kalau di ajak ngobrol," kata Zivana


"Wah, Aldo pacar kamu?"


"Bukan sih Mah, hanya teman saja. lagian kita baru kenal saat di puncak.


"Mamah hanya mendukung kamu Nak, mau kamu cari kekasih baru ya silahkan, bahkan kalau mau menikah lagi Mamah juga tidak mempermasalahkannya. yang penting lelaki itu tulus mencintai kamu." ujar Bu Rara


"Iya Mah, lagian Zie belum ada niatan untuk menikah lagi." ucap Zivana


Saat mereka mengobrol, Bu Rara mendengar suara adzan maghrib. lalu Bu Rara mengajak Zivana untuk melaksanakan sholat maghrib.


"Zie, sudah adzan tuh, yuk kita sholat!" ajak Bu Rara


"Hehe lupa doanya Mah," ucap Zivana sedikit cengengesan.


"Astaga, lihat tuh Farizki rajin ibadah," ucap Bu Rara membandingkan Zivana dan adiknya.


"Iya nanti minta di ajarin Mah," kata Zivana


"Sekarang kamu bersiap dulu, kita jamaah saja Zie," kata Bu Rara


"Baik Mah," jawab Zivana lalu dia segera melangkah menuju ke kamarnya untuk mengambil wudhu.


Setelah selesai sholat jamaah, Bu Rara mengajak yang lainnya untuk makan malam bersama.


°°°

__ADS_1


__ADS_2