Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 38


__ADS_3

Alvin baru pulang dengan membawa buah mangga yang di petik langsung dari pohonnya. walaupun butuh perjuangan untuk mendapatkan semua itu. namun demi Istrinya dia rela berbuat apapun. termasuk di suruh memotong rumput sama nenek tua pemilik pohon mangga.


Bi Salma melihat majikannya pulang. namun penuh keringat dan terlihat sangat kecapean.


"Bi, Zie ada?"


"Ada Tuan, sedang tidur," jawab Bi Salma


"Ini Bi, tolong bikinin rujak untuk Zie," Alvin memberikan plastik isi mangga itu kepada Bi Salma.


"Baik Tuan," Bi Salma pergi ke dapur untuk segera membuatkan rujak.


Alvin tidak langsung menghampiri Istrinya. dia akan membersihkan diri terlebih dahulu di kamarnya yang ada di lantai atas.


Kini Alvin berjalan menuruni tangga. hal pertama yang ingin dia lakukan yaitu menghampiri Istrinya. Alvin membuka pintu kamar tamu. dia masuk ke dalam dan melihat Istrinya yang masih tidur. Alvin duduk di pinggiran ranjang dan mencoba untuk membangunkan Istrinya.


"Eughhh...." Zivana mengerjapkan kedua matanya saat Alvin menepuk pelan bahunya.


"Itu mangganya sudah dapat," ucap Alvin


"Mana?"


"Ada di dapur," jawab Alvin


Zivana langsung beranjak dari duduknya lalu dia pergi ke dapur. Alvin mengekor Zivana hingga dia sampai di dapur.


Kedua mata Zivana berbinar saat dia melihat Bi Salma yang sedang memotong mangga. Zivana mendekati Bi Salma dan berdiri di depannya.


"Bi, apa sudah selesai?" dengan tak sabar, Zivana mengambil satu potongan mangga lalu dia melahapnya.


"Sudah Neng, sebentar yah!" Bi Salma mengambil sendok lalu mengaduk rujak itu agar bumbunya merata. setelah merata barulah piring yang berisi rujak itu di berikan kepada Zivana.


Zivana mengambil piring itu lalu dia bawa ke ruang makan. dia menarik salah satu kursi untuk dia duduki. Zivana menatap Alvin yang sedang berdiri tak jauh darinya.


"Mas, sini dong," Zivana menyuruh Alvin agar sedikit mendekat.


"Ada apa?" kini Alvin mendekati Istrinya.


Zivana menyuruh Alvin untuk duduk di sebelahnya.


"Debaynya minta agar Mamah sama Papahnya makan sepiring berdua," ucap Zivana sambil menatap suaminya.


"Wah enak dong makan berdua, tapi makan apa sayang?"

__ADS_1


"Ini," Zivana menunjuk piring di depannya yang masih penuh dengan potongan mangga muda.


Alvin meneguk ludahnya kasar. dia sudah bisa merasakan seperti apa rasa asam dari mangga itu.


"Harus sekarang yah? bagaimana kalau besok saja?"


"Sekarang saja Mas, maunya juga sekarang," Zivana tak mau ada bantahan apa pun dari suaminya.


Alvin hanya menghebuskan nafasnya pasrah. dia mulai mengambil satu potongan mangga muda lalu dia melahapnya. Alvin meringis karena merasakan asam.


Zivana terkekeh geli melihat Alvin yang tak sanggup merasakan rasa asam itu. namun dia tak berani untuk tertawa karena nanti bisa ketahuan jika dia hanya mengerjai Alvin agar mau memakan mangga muda itu.


Alvin tak kuat lagi menahan gejolak dari dalam perutnya. dia berlari menuju ke toilet. Zivana melihat Alvin yang kini kembali menghampirinya. namun beberapa detik kemudian dia kembali berlari menuju ke toilet.


Zivana merasa kasihan karena niatnya mengerjai malah membuat suaminya sakit.


Alvin berjalan lesu lalu duduk di kursi yang ada di ruang makan.


"Tuan, ini obatnya," Bi Salma datang dengan membawa obat diare lalu memberikannya kepada Alvin.


"Terima kasih Bi," Alvin mengambil obat itu dan langsung membukanya.


Zivana yang duduk di depan Alvin mengambil gelas kosong lalu menuangkan air putih untuk Alvin.


Zivana menatap Alvin hingga Alvin meneguk habis air yang ada di dalam gelas.


"Ada apa? sepertinya ada yang ingin kamu katakan."


"Maaf," ucap Zivana


"Untuk?"


"Karena tadi sudah menyuruh Mas Alvin makan mangga muda. padahal itu bukan keinginan debay."


Alvin terdiam karena merasa sudah di kerjai oleh Istrinya.


"Aku maafkan, tapi nanti akan ada hukuman untuk kamu."


"Apa itu?"


"Nanti juga kamu tahu," setelah mengatakan itu Alvin pergi dari hadapan Istrinya.


Zivana menduga-duga hukuman apa yang akan Alvin berikan untuknya.

__ADS_1


Apa dia menyuruhku membersihkan rumah lagi," batin Zivana


°°°


Malam harinya, Bi salma membantu zivana berkemas. Bi salma memasukan beberapa pakaian milik Zivana ke dalam koper karena besok pagi Zivana akan pergi ke New York.


"Neng Zie mau pergi berapa hari? jangan lama-lama yah, nanti Bibi kangen," Bi Salma memang sangat menyayangi Zivana.


"Belum tahu pergi berapa lama sih Bi, paling dua sampai tiga hari juga beres," ucap Zivana


"Bibi doakan semoga pekerjaannya beres sesuai dengan harapan Neng Zie."


"Amin Bi," ucap Zivana sambil menutup kopernya. karena saat ini dia sedang membantu Bi Marni membereskan pakaian yang akan dia bawa.


Bi Marni keluar dari kamar itu. baru juga pintu tertutup, namun pintu itu kembali terbuka.


"Ada apa Bi?" Zivana bertanya sambil membalikan badannya. ternyata yang datang itu suaminya, bukanlah Bi Marni.


"Ada apa Mas kesini?"


"Mau memberimu hukuman," ucap Alvin sambil mengunci pintu kamar.


"Maaf Mas, jangan suruh Zie beres-beres rumah lagi, kasihan debaynya nanti kelelahan," ucap Zivana sambil menundukan pandangannya agar terlihat lebih memelas di hadapan Alvin.


"Siapa yang akan menyuruhmu membereskan rumah? aku akan memberikan hukuman yang lain sayang," Alvin mendekati Istrinya. kini jarak keduanya sangat dekat.


"Mas mau apa?"


"Tadi sudah di katakan loh jika Mas mau kasih kamu hukuman," ucap Alvin


"Hukuman apa?"


"Karena kamu sedang hamil, Mas akan mengajakmu making out."


Zivana mendadak merinding saat suaminya mengatakan itu. karena ini kedua kalinya mereka akan saling melihat tanpa busana.


"Apa tidak ada hukuman yang lain?"


"Tidak ada," jawab Alvin yang kini sudah mendudukan Zivana di pangkuannya.


Alvin memulainya dengan mengusap perut Zivana yang belum terlihat buncit itu. Zivana merasakan usapan itu sambil memejamkan matanya. hingga dia tak menyadari jika Alvin sudah membuka semua kancing piyamanya.


Alvin menuntun Zivana ke atas tempat tidur. Zivana yang awalnya menolak akhirnya terbuai dengan perlakuan suaminya.

__ADS_1


°°°°


__ADS_2