Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 94


__ADS_3

Lina baru keluar dari kamar mandi. Dia menghampiri suaminya yang sedang membuka kado dari keluarganya.


"Kak Eza lagi buka kado?"


"Iya nih, kamu bantuin deh." ucap Eza kepada istrinya.


Lina ikut duduk di sebelah Eza. Dia mulai membuka kado satu persatu. Kebetulan dia membuka kado dari Zivana.


Dia mengeryitkan keningnya saat melihat baju transparan yang sedang dia pegang.


"Ini baju apaan? Kok lebih mirip seperti lap?"


Eza menoleh dan melihat lingeria merah maroon yang sedang di pegang oleh istrinya.


"Itu namanya lingeria, sangat cocok kalau di pakai malam-malam."


"Di pakai aku gitu?"


"Iya," ucap Eza.


Apa iya nanti malam aku harus pakai baju seperti ini, tapi aku pasti bakalan malu,' gumam Lina dalam hati.


Eza membuka kado dari Alvin. Dia hanya sedikit tersenyum sambil melihat obat kuat yang sedang dia pegang.


Mungkin nanti malam aku bisa mencobanya," batin Eza.


Lina menatap ada sesuatu di dalam bungkus kado. Ternyata itu sebuah tiket bulan madu.


"Kak Eza, apa kita akan kesini?" Lina memperlihatkan tiket bulan madu yang sedang dia pegang.


"Boleh sih, tapi bagaimana dengan Alana?"


Lina tampak berpikir, benar juga dia tidak mungkin meninggalkan Alana.


"Iya juga yah, ya sudah deh kalau kita tidak berangkat juga tidak apa-apa."

__ADS_1


Kruyuk kruyuk


Lina memegangi perutnya karena merasa lapar. Dia sedikit malu karena Eza mendengar suara perutnya.


"Kamu lapar? Kita cari makan yuk!" ajak Eza.


"Eh iya, tapi kan kita belum selesai membuka kadonya?"


"Bisa lanjut nanti lagi," ucap Eza


Kini keduanya bersiap untuk keluar untuk mencari makan. Niatnya Eza akan mengajak Lina makan di restoran yang ada di hotel.


Saat sudah sampai di restoran, Eza langsung memesan makanan. Dia mengajak Lina mengobrol sambil menunggu pesanannya datang.


Tak lama, seorang pelayan menghampiri mereka dan menghidangkan makanan yang mereka pesan.


Eza melihat istrinya makan dengan lahap. Mungkin karena Lina sedang lapar.


Ini enak sekali, tapi aku tidak boleh makan banyak-banyak nanti malah kekenyangan. Aku tidak boleh mengecewakan Kak Eza di malam pertama kita.' batin Lina


Eza menatap Lina yang tidak menghabiskan makanannya.


"Aku sudah kenyang, Kak." jawab Lina.


Kini keduanya sudah selesai makan. Mereka memilih kembali ke kamar hotel. Keduanya beristirahat sambil menonton televisi.


°°°


Malam harinya, Lina sudah bersiap dengan memakai lingeria merah maroon yang terlihat transparan. Dia membuka pintu kamar mandi. Dia melihat suaminya yang sedang meminum orange jus.


"Mas," ucap Lina dan seketika Eza menoleh ke sumber suara.


Eza menaruh kembali gelas yang sudah kosong ke atas meja. Dia menatap Lina yang terlihat sexy mengenakan lingeria berwarna merah maroon.


Lina memberanikan diri untuk menghampiri suaminya.

__ADS_1


Melihat Lina yang semakin mendekat, Eza sudah tidak kuasa lagi menahan hasratnya. Apalagi dia baru saja minum obat kuat yang di berikan oleh Alvin.


Sttt, ternyata dia sudah on," gumam Eza sambil melirik bagian bawahnya.


Eza menarik Lina sehingga jatuh ke dalam pangkuannya. Dia tak kuasa menatap dua gundukan yang terlihat menantang.


"Apa aku boleh melakukannya?" Eza menatap istrinya penuh hasrat.


Lina hanya menganggukan kepalanya.


Eza mulai menyambar bibir tipis berwarna pink itu. Dia juga mendaratkan satu tangannya di salah satu dada istrinya. Dia merasa sudah tidak kuat karena bagian bawahnya sudah meronta-ronta.


Lina merasakan sensasi yang berbeda yang baru dia rasakan.


Tanpa sadar, kini keduanya sudah polos tanpa busana. Eza langsung ssja melakukan hal yang dia tunggu-tunggu.


Lina merasakan sakit dan perih karena ini merupakan yang pertama kalinya.


Sudah beberapa kali Eza melakukannya. Namun dia merasa miliknya selalu on.


Sttt, ini pasti karena pengaruh obat itu,' Eza merasa menyesal karena sudah meminum obat yang membuatnya hilang kendali.


Eza menatap istrinya yang terlihat kelelahan. Sebenarnya dia ingin melakukannua lagi. Tapi karena tak tega, dia memilih untuk menuntaskannya di kamar mandi.


Eza kembali ke kamar dan melihat istrinya sudah tidur lelap. Lalu dia naik ke atas tempat tidur dan segera masuk ke dalam selimut yang sama.


Menjelang pagi, Lina terbangun karena merasa haus. Dia mengambil gelas berisi air yang ada di meja kecil dekat tempat tidur lalu meminumnya. Saat hendak kembali tidur, Lina mendengar suaminya mengigau menyebut nama Sela. Dia juga melihat Eza tersenyum dalam tidurnya.


Apa Kak Eza masih menyukai Nona Sela,' batin Lina yang sedikit sendu.


Lina memilih turun dari atas tempat tidur lalu membersihkan diri.


Lina menangis di bawah guyuran air sower. Hingga dia merasakan dingin, barulah dia menyudahinya.


Lina melangkah keluar kamar mandi dengan menyeret satu kakinya. Karena bagian bawahnya masih terasa perih.

__ADS_1


Setelah berganti pakaian, Dia mengemas semua pakaian dan barang lainnya karena pagi ini akan pulang dari hotel.


°°°


__ADS_2