Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part_73


__ADS_3

10 bulan telah berlalu, Hari ini Juna pergi ke Pengadilan Agama untuk menghadiri sidang dan ikrar talak.


Juna datang bersama dengan ibunya.


saat mereka sampai keduanya melihat Luna yang didampingi kedua orang tuanya yang sudah berada disana. Devan juga ikut menemaninya.


Luna baru melahirkan beberapa minggu yang lalu. padahal dari pihak keluarganya meminta agar sidang perceraiannya dilakukan satu bulan atau dua bulan setelah Luna melahirkan. tapi Bu Farah menolaknya. dia ingin masalah perceraian anaknya segera diselesaikan secepatnya. karena dia ingin segera melihat Juna bersanding bersama Putri. mengenai masalah pertunangan yang dia rencanakan, Juna tidak tahu sama sekali. hanya dia dan Bu Finda saja yang mengetahui.


Dengan terpaksa Luna yang masih tampak lemah tetap hadir di persidangan. dia masih memakai kursi roda karena masih sulit untuk jalan.


Sidang ikrar talak sudah selesai, kini keduanya sudah resmi bercerai. tahap selanjutnya adalah penyelesaian masalah yang meliputi tingkat perkara, tingkat banding, tingkat kasasi dan peninjauan kembali.


Anak yang dilahirkan Luna sudah terbukti bukan anak kandung Juna. melainkan anak hasil perselingkuhannya dengan Devan. dari pihak keluarga Luna sendiri tidak menentang gugatan perceraian yang diajukan Juna.


karena mereka sudah mengetahui jika yang bersalah disini adalah Luna. jadi mereka menerima semua keputusan itu.


°°°


Juna sudah resmi bercerai dan sudah memiliki akta cerai. kini saatnya dia mengatakan niatnya untuk melamar Rara.


Juna mengendarai mobilnya menuju ke Mess yang Rara tinggali. dia membawa susu dan beberapa cemilan sehat untuk anaknya. sesampainya disana dia langsung disambut oleh Baby Zie yang sedang bermain boneka di ruang depan. kini usia Baby Zie sudah 1tahun lebih 3 bulan. Juna selalu melihat perkembangan anaknya. karena memang setiap hari dia selalu berkunjung kesana.


"Assalamu'alaikum" Juna yang baru datang langsung masuk begitu saja karena pintu terbuka lebar. dia juga melihat anaknya sedang bermain boneka sendirian.


Baby Zie yang melihat kedatangan Papahnya langsung melempar sembarang boneka yang dia pegang. dia berlari menghampiri Juna.


"Aduh sayangnya Papah jangan lari-lari dong, nanti jatuh." Juna langsung menggendong Baby Zie.


"Hehehehe" Baby Zie hanya tersenyum sambil memperlihatkan deretan gigi putihnya yang baru tumbuh beberapa.


"Mas Juna sudah datang." Rara yang baru keluar dari kamar langsung menghampiri Juna.


"Iya nih Ra, oh iya Ra, Mas mau bicara sesuatu yang penting."


"Bicara apa Mas?" tanya Rara


"Mas mau kita kembali menikah. Mas tidak mau berpisah lagi dengan kalian."

__ADS_1


Rara sedikit takut saat mendengar mantan suaminya melamarnya. dia masih trauma dengan semua yang dia alami di masalalu.


"Kasih Rara waktu Mas, Rara belum siap."


"Baiklah, tapi Mas minta kamu jangan bekerja terlalu keras. kamu tidak usah lagi membuat banyak kue untuk dijual. cukup menjaga Baby Zie saja." pinta Juna


"Tapi Mas, Rara tidak enak jika tinggal disini tidak ngapa-ngapain."


"Mas akan membawa kalian berdua untuk tinggal di rumah yang sudah Mas siapkan untuk kalian."


"Tapi jika Rara tidak bekerja lagi, siapa yang akan membantu Pak Sam ditoko. Putri sudah tidak bekerja lagi disini." ujar Rara


Memang setelah Putri memutuskan untuk tidak bekerja lagi, Rara yang selalu sibuk bekerja menggantikannya. karena karyawan baru yang bekerja beberapa bulan langsung resign dengan alasan sudah menemukan pekerjaan yang lebih baik.


"Biar nanti Mas bicara kepada Pak Sam untuk mencarikan calon pekerja baru." ucap Juna


"Terimakasih Mas karena sudah banyak membantu Rara."


"Mas hanya tidak ingin jika calon istri Mas ini kecapean."


"Karena Mas sudah disini, Rara mau pamit ke toko dulu. nanti kalau Baby Zie rewel, Mas panggil Rara saja."


"Baiklah Ra"


Rara segera pergi ke toko untuk bekerja. biasanya dia mengajak Baby Zie. tapi karena hari ini ada Juna yang menjaganya, jadi dia tidak mengajaknya. Juna sendiri sedang libur kerja karena sekarang tanggal merah. tapi tidak bagi Rara yang hanya karyawan toko, mau tanggal merah atau tidak tetap saja harus bekerja.


Sore hari, Rara sudah pulang bekerja. dia memasuki Mess yang tampak sepi.


"Assalamu'alaikum" Rara mengucapkan salam saat masuk ke dalam. namun tidak ada sahutan dari dalam.


Kemana mereka, apa Mas Juna mengajak Baby Zie pergi." Rara masih sibuk menatap ruang depan yang tampak sepi.


"Aduh" Rara hampir terjatuh karena tidak sengaja menginjak mainan Baby Zie yang berserakan di lantai.


Rara langsung membereskan semua mainan yang berserakan seperti kapal pecah.


"Aduh capenya" Rara langsung berdiri saat melihat sudah tidak ada mainan yang tergeletak dilantai.

__ADS_1


Rara berjalan memasuki kamarnya.


Ceklek


Rara membuka pintu itu dan dia melihat Baby Zie yang sedang tertidur di dalam pelukan Papahnya. Rara ikut bahagia melihat anak dan ayah yang tidur dengan posisi seperti itu.


Rara mengambil baju ganti karena dia akan membersihkan diri. setelah mengambil baju ganti, Rara kembali keluar dari kamar.


Malam harinya, Juna ikut makan malam bersama mereka. dengan telaten dia menyuapi Baby Zie. setelah makan malam, Juna memutuskan untuk pulang.


Bu Farah mendengar suara mobil yang memasuki halaman rumahnya. dia keluar dari rumah untuk menyambut kedatangan anaknya.


"Kok baru pulang sih?" tanya Bu Farah


"Iya Mah, Mamah kenapa keluar?"


"Mamah nungguin kamu loh dari siang. katanya cuma pergi sebentar tapi tidak pulang-pulang."


"Juna main Mah dirumah teman." ucap Juna.


"Mamah sampai tidak enak sama Jeng Finda karena menolak ajakannya."


"Memangnya mengajak kemana?"


"Jeng Finda itu mengajak kita makan siang diluar. Mamah sedikit tidak enak karena menolak ajakannya." ujar Bu Farah


"Oh" hanya satu kata yang diucapkan Juna.


"Kok kamu jawabnya Oh doang, Jeng Finda itu calon mertuamu loh."


"Terus?" Juna memang tidak terlalu suka jika ibunya membahas mengenai Bu Finda atau Putri. karena menurutnya itu tidak terlalu penting.


"Sejak kapan sikapmu berubah seperti ini kepada orang lain? dulu kamu selalu sopan kepada orang. selalu patuh dengan apa yang Mamah ucapkan. pasti ini gara-gara janda itu kan?" Bu Farah menceramahi Juna panjang lebar.


Juna yang mendengar ocehan ibunya hanya diam tanpa menanggapi.


°°

__ADS_1


__ADS_2