Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part.143


__ADS_3

Setiap hari Juna semakin menunjukan perhatiannya kepada Rara. dia begitu menjaga Rara. bahkan Juna seringnya hanya berangkat kerja setengah hari saja. itu juga jika tidak ada pertemuan penting yang mengharuskan dirinya untuk hadir.


Sudah 5 bulan mereka tinggal di rumah itu. Juna bersyukur karena anak dan Istrinya nyaman tinggal disana.


"Sayang" Juna menghampiri Rara yang sedang tiduran di sofa sambil menonton televisi. Baby Zie juga sedang main tak jauh dari jangkauan Rara.


"Iya Mas" jawab Rara yang sudah menoleh ke arah suaminya.


"Suami baru datang kok tidak disambut sih sayang." Juna pura-pura merajuk di depan Istrinya.


"Maaf Mas, Rara lagi malas saja." ucap Rara


Juna duduk dan mengangkat kedua kaki Istrinya agar berada di pangkuannya.


"Mas ih geli" Juna memijat-mijat kaki Istrinya. karena kebetulan Rara hanya menggunakan daster rumahan. itu memudahkan Juna untuk menyentuh kaki Istrinya.


"Kamu harus di hukum sayang karena tidak menyambut kedatangan suami tampanmu ini."


Rara mengerti maksud suaminya. dia hanya menurut saja saat Juna yang langsung menggendongnya.


"Uhh beratnya kalian bertiga." gumam Juna yang sudah menggendong Istrinya.


Rara mengalungkan tangannya ke leher suaminya. Juna berjalan menuju kamar mereka yang ada di lantai bawah. setelah sampai di kamar, Juna langsung merebahkan Istrinya disana. lalu Juna meminta Rara untuk melepas jilbab instannya. Juna keluar sebentar menyuruh Bi Inem untuk mengawasi Baby Zie yang sedang bermain sendirian. setelah itu dia kembali ke kamar untuk menghukum Istrinya.


"Sayang, sekarang Mas mau menghukummu." ucap Juna dan sudah memposisikan diri di atas Istrinya tanpa menyentuh perut buncit itu. Juna menopang badannya dengan satu tangannya dan tangan yang satunya lagi sibuk membelai rambut panjang Istrinya.


"Tapi pelan-pelan Mas, kasihan anak-anak kita di dalam sana." pinta Rara agar Juna bermain pelan.


"Siap sayangku" ucap Juna dan langsung memulai aksinya.


Tidak bisa di pungkiri lagi jika Rara juga menginginkan itu. bahkan kehamilannya yang kedua ini membuat dirinya lebih berhasrat. dan Rara juga lebih sering meminta sentuhan suaminya. entah itu di bagian mana. Juna tentu sangat senang melihat perubahan Istrinya. dia dengan senang hati menuruti permintaan Istrinya.


Juna dan Rara terlihat kelelahan. sekarang mereka sudah tertidur di bawah selimut yang sama. dengan posisi Juna memeluk perut buncit Istrinya.

__ADS_1


Brak brak brak


Terdengar ketukan pintu begitu keras dan mengganggu dua insan yang masih terlelap.


"Emm siapa sih berisik sekali." gumam Rara yang baru membuka kedua matanya.


"Baru juga merem udah kebangun." ucap Juna yang juga langsung turun dari ranjang. Juna segera berpakaian kembali. sedangkan Rara masih menutupi tubuh indahnya itu dengan selimut."


"Sayang kamu disitu saja. biar Mas yang buka pintu." ucap Juna lalu segera berjalan menuju pintu kamarnya.


Cklek


Juna membuka pintunya dan melihat Baby Zie berdiri dengan cemberut di depan sana.


"Ada apa sih sayang?"


"Papah sama Mamah lama sekali di kamar. Zie juga mau ikut masuk." ucap Baby Zie dengan suara ala anak kecil lalu berusaha menerobos masuk namun Juna menghalanginya.


"Sayangnya Papah main lagi ayo Papah temenin." Juna mencoba membujuk anaknya agar tidak masuk dan menghampiri Rara yang masih telanjang di bawah selimut.


"Iya sayang, nanti Mamah nyusul kok. kamu duluan saja yah." Juna meminta anaknya untuk pergi duluan.


Juna kembali masuk ke dalam dan menyuruh Rara untuk mandi.


"Sayang kamu mandi dulu yah, nanti langsung keluar temenin Baby Zie."


"Iya Mas" Rara keluar dari dalam selimut dan tampak sibuk memunguti pakaiannya yang tergeletak.


Juna yang melihat itu ingin sekali kembali menerkam Istrinya. namun ini bukan waktunya mereka melakukan itu. masih ada satu anak lagi yang butuh perhatiaannya. bukan hanya anak kembarnya saja yang harus dia tengok.


Juna keluar dari kamar dan langsung menghampiri Baby Zie.


Di lain rumah yang masih satu kompleks, yaitu di kediaman Dirgantara tampak heboh karena mendengar berita kehamilan Putri. Putri juga sangat senang mengetahui jika dirinya sedang hamil. Bu Farah juga berniat akan membuat acara syukuran kecil-kecilan yang hanya keluarga mereka saja yang hadir.

__ADS_1


Putri sedang duduk bersama Rey. Rey sejak tadi sibuk mengusap perut rata Istrinya dari balik baju.


"Terima kasih sayang." ucap Rey lalu mengecup sekilas kening Istrinya.


"Selamat Rey akhirnya kamu menjadi bapak dua anak." ucap Bu Farah yang sudah hadir diantara mereka.


"Makasih Mah, semoga saja Ibu dan bayinya terus sehat." ucap Rey


"Amin, kalau gitu Mamah mau telfon Rara dulu mau memberitahukan kabar gembira ini. dan menyuruhnya datang nanti malam." ucap Bu Farah lalu segera ke kamarnya untuk mengambil ponsel miliknya karena akan menelfon Rara.


Rara begitu senang mendengar kabar kehamilan Putri. dia juga ingin segera ke rumah Bu Farah untuk memberikan selamat secara langsung kepada Putri. dan juga ingin membantu Bu Farah menyiapkan hidangan untuk nanti malam. namun Bu Farah melarang Rara untuk membantu. karena memang Bu Farah tidak masak sendiri. namun sudah pesan catring beserta snack untuk mereka nanti malam.


Acara syukuran kecil-kecilan sudah di mulai. hanya kerabat dekat saja yang di undang. itupun karena mendadak jadi ada beberapa kerabat yang tidak datang karena berhalangan.


Baby Zie tampak senang karena bisa mamakan semua menu itu. apalagi cemilan-cemilan itu kesukaannya semua. ada Es krim, puding, kue lapis, dan berbagai makanan manis lainnya.


"Sayang jangan makan es krim terus dong. nanti kalau sakit perut gimana." Rara menegur anaknya agar jangan terlalu banyak makan es krim.


"Enak Mah" Baby Zie menyodorkan es krim cup yang sedang dia pegang.


Rara mengusap bibir Baby Zie yang berantakan karena sisa-sisa es krim menempel.


"Sudah yah sayang, kalau nurut besok Zie di belikan boneka besar sama Papah." sahut Juna yang sudah bergabung di antara anak dan Istrinya.


"Yey, oke deh Zie mau. sekarang Zie mau tidur saja." ucap Baby Zie dengan suara cadelnya.


"Habis makan masa langsung tidur sih sayang." ucap Juna


"Gosok gigi dulu ya sayang bareng bi inem. sikat gigi Zie masih kan yang disini?" tanya Rara


Baby Zie hanya menggelengkan kepalanya.


"Biar aku yang tanya ke Mamah." ucap Juna lalu menggandeng Baby Zie dan mengajaknya untuk menghampiri Bu Farah yang sedang asyik mengobrol dengan beberapa kerabat mereka.

__ADS_1


Acara terus berlanjut sedangkan anak kecil sudah pada tidur. Zie tidur di kamar Bu Farah. sedangkan Al di kamarnya di temani Inara.


__ADS_2