
Akhir-akhir ini Putri lebih sering menghabiskan waktu bersama Baby Al. bahkan dia rela meninggalkan pekerjaannya demi Baby Al. dia mempercayakan Asistennya untuk membantu mengurus perusahaan keluarganya. karena ayahnya sudah tidak mau mengurus perusahaan lagi. ayahnya sudah mempercayakan Putri untuk mengurus perusahaannya.
Pagi ini Rara menyambut kedatangan Putri.
"Eh Putri sudah datang." ucap Rara
"Iya nih Ra, makasih sudah bukain pintu." Putri tersenyum menatap Rara.
"Sama-sama, ayo ikut makan bareng kita." Rara mengajak Putri ikut sarapan bersama.
"Tidak usah Ra, aku sudah sarapan kok." tolak Putri
"Tidak yakin nih, kamu dulu jarang sarapan pagi loh." Rara tidak percaya dengan perkataan yang Putri ucapkan.
"Hehehe maaf Ra, aku beneran nggak lapar." Putri tetap menolak ajakan Rara.
"Sini ikut" Rara menggandeng Putri masuk ke dalam.
Rara menyuruh Putri untuk duduk disebelahnya. Rara berhadapan dengan Juna. sedangkan Putri berhadapan dengan Rey.
"Ayo Putri makan dulu, ngurus anak itu butuh tenaga ekstra loh." ujar Bu Farah
"Iya Tan" Putri tampak malu-malu. Rara mengambilkan nasi dan sayur untuk Putri.
"Aku bisa sendiri Ra." ucap Putri saat Rara mengambilkan nasi dan sayur dan menaruhnya ke dalam piring.
"Sesekali Put, lagian kita bentar lagi jadi adik Kakak." kata Rara
Uhuk uhuk
Rey yang sedang makan tersedak. Putri yang ada di depannya meyodorkan air minum untuknya.
"Kamu kenapa Rey?" tanya Bu Farah
"Tidak apa-apa Mah, cuma keselek." jawab Rey
"Keselek pesona cewek cantik yah Rey." goda Bu Farah
"Mamah apa-apaan sih." ucap Rey lalu dia mengelap sudut bibirnya dengan tisu.
"Rey sudah selesai Mah, kalau begitu Rey pamit dulu." Rey berdiri dari duduknya.
"Dasar Rey bisanya menghindar." sindir Bu Farah
"Om Rey malu sama Tante Putri yah Nek." celetuk Baby Zie ikut berbicara dengan bahasa cadelnya.
"Iya sayang, cucu Nenek sudah pinter nih." Bu Farah memuji Baby Zie.
Baby Zie hanya memperlihatkan deretan gigi putihnya sambil tersenyum menatap Bu Farah.
Seharian ini Putri sibuk mengurus Baby Al. Rara juga ikut senang karena dengan adanya Putri, bisa gantian untuk mrngurus Baby Al. walaupun akhir-akhir ini Baby Al maunya nempel terus sama Putri.
Putri berniat akan pulang karena hari sudah sore.
"Ra, ini Baby Al sama kamu dulu yh. Putri mau pulang saja. ucap Putri sambil memindahkan Baby Al ke dalam gendongan Rara.
Oek oek
__ADS_1
Baby Al menangis saat di gendong Rara. namun saat Rara memberikan Baby Al
kepada Putri, dia terdiam lagi.
"Baby Al kok gitu sih." ucap Putri
"Sudah cocok tuh jadi Mamah. Al saja tidak mau lepas dari gendonganmu." celetuk Rara
"Iisshh apaan sih Ra, gimana nih aku harus pulang." ucap Putri
"Kamu nginap saja disini Put."
"Tapi kata Tante nggak boleh nginap loh." Putri teringat perkataan Bu Farah.
"Boleh kok asal kamu menikah dulu sama Rey." sahut Bu Farah yang baru datang.
"Siapa yang mau menikah Mah?" tanya Rey yang baru pulang dan kebetulan mendengar pembicaraan mereka.
"Putri sama kamu Rey, memangnya siapa lagi coba." jawab Bu Farah menimpali perkataan anaknya.
"Tapi Rey---" Rey hendak menolak karena belum siap. tapi dia tak enak jika berkata jujur.
"Pokoknya Mamah tidak mau ada penolakan. 2 bulan lagi kalian harus menikah." ucap Bu Farah
"Rara juga setuju sama Mamah. lagian Baby Al lebih senang bersama Putri. buktinya tuh nggak mau lepas dari gendongan Putri. padahal Putri harus pulang." Rara ikut menyutujui perkataan Bu Farah.
"Sayang, sinih sama Papah Nak." Rey berniat mengambil Baby Al dari gendongan Putri. namun Baby Al menangis lagi.
"Cup cup jangan nangis sayang. tidak apa-apa biar sama saya saja." Putri kembali menimang-nimang Baby Al. Putri membawa Baby Al kembali ke kamar karena Putri tidak jadi pulang.
"Iya Mah, jangan-jangan hanya pura-pura nggak mau Mah." Rara tak mau kalah untuk meledek Rey.
"Bener juga Ra, padahal mau tapi ngakunya ogah. nanti giliran nyantol sama yang lain baru nyesel." Bu Farah mencoba memanas-manasi Rey.
"Kalian apa-apan sih?" Rey pergi dari sana meninggalkan Rara dan Bu Farah.
Setelah kepergian Rey, Rara dan Bu Farah saling pandang lalu tersenyum.
Malam harinya setelah makan malam, semua memilih untuk beristirahat di kamar masing-masing.
Rara sedang menonton Televisi dikamarnya bersama suami dan anaknya.
"Mas, kalau menurut kamu Rey dan Putri cocok nggak?" tanya Rara meminta pendapat suaminya.
"Ya cocok-cocok saja sih kalau merekanya saling suka." jawab Juna
"Mereka mau menikah tahu." kata Rara
"Kapan? kok Mas tidak tahu?" Juna mengalihkan pandangannya dari layar Televisi. sekarang dia sedang menatap istrinya.
"Baru rencananya Mamah. habisnya Baby Al nempel terus sama Putri. cocok sekali sudah seperti ibu dan anak." ucap Rara
"Iya Mas juga melihat Baby Al akhir-akhir ini lebih sering bersama Putri dari pada sama kamu." ucap Juna
"Rara jadi bisa santai dikit. paling gantiin Putri cuma sebentar saja."
"Semoga saja mereka segera menikah biar kamu tidak tidur di kamar Baby Al lagi."
__ADS_1
"Malam ini juga tidur disini kok. kan Putri menginap disini."
"Oh iya Mas lupa."
"Sayang, jangan lupa nanti kamu antar Baby Zie ke kamar Mamah." Juna berbisik kepada istrinya.
"Iya gampang nanti saja. lagian sekarang kita belum mau tidur." ucap Rara
Di lain kamar, Rey tampak termenung memikirkan perkataan Mamahnya.
Bu Farah sepertinya ingin sekali jika Rey cepat-cepat menikah. namum Rey belum bisa menerima perempuan lain di hatinya.
Aku harus bicara empat mata dengan Putri." gumam Rey lalu dia keluar dari kamarnya.
Ret berjalan memasuki kamar anaknya.
Cklek
Rey membuka pintu yang tidak terkunci itu. lalu dia kembali menutupnya. Rey berjalan mendekati Putri yang sedang berdiri di dekat ranjang bayi.
"Putri" ucap Rey lirih karena takut ketenangan Baby Al terusik.
"Kenapa Kak?" tanya Putri
"Aku ingin bertanya sesuatu kepadamu." ucap Rey sambil memajukan satu langkahnya.
Refleks Putri ikut mundur satu langkah karena jarak mereka terlalu dekat.
"Tanya apa?" Putri penasaran dengan hal yang akan Rey tanyakan. tampaknya Rey terlihat sangat serius.
"Apa kamu beneran mau menikah denganku?" tanya Rey lalu memajukan lagi langkahnya.
"Memamgnya kenapa?" Putri mundur satu langkah lagi.
"Hanya penasaran saja." ucap Juna
"Aku..ahhh..." Putri terjatuh ke atas kasur karena hilang keseimbangan. dia mau melangkah kebelakang selangkah lagi namun kepentok ranjang. Rey yang niatnya akan menarik tangan Putri malah ikutan terjatuh. posisi mereka sangat intim dengan Rey berada diatas Putri.
Cklek
Bu Farah yang berniat melihat cucunya, terkejut saat melihat adegan di depan matanya.
"Hey kalian, apa yang kalian lakukan?" tanya Bu Farah dan seketika Rey dan Putri menengok ke sumber suara.
Rey segera bangkit begitupun Putri kembali berdiri.
"Maaf Tan, ini tidak seperti yang Tante pikirkan." kata Putri
"No no..Tante tidak percaya sama kalian. kalian besok harus segera menikah." ucap Bu Farah
"APA MENIKAH?" ucap Rey dan Putri yang terlihat kompak.
"Iya, sekarang Mamah mau langsung menghubungi orangtua Putri. jadi kalian bersabarlah, kalau mau tidur bersama nunggu besok." ucap Bu Farah lalu dia kembali keluar dari kamar itu.
"Ah sial" gumam Rey
Sedangkan Putri masih terdiam karena terkejut dengan ucapan Bu Farah.
__ADS_1