Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part_79


__ADS_3

Juna berjalan menuju mobilnya. dia segera mengemudikan mobilnya pergi meninggalkan hotel. Juna merasa sudah dibohongi oleh ibunya. apalagi ini masalah pertunangan yang menurutnya sangat sakral tapi seolah-olah dipermainkan.


Juna tidak sengaja melihat seorang perempuan yang sedang menggendong anak kecil sedang berjalan dipinggir jalan. dan anak kecil itu tampak sedang menangis.


Juna menghentikan mobilnya disamping wanita itu.


Ternyata wanita itu Rara dan yang sedang menangis Baby Zie. Juna membuka kaca jendela mobilnya.


"Ra...Rara..."Juna memanggil Rara yang sedang berjalan.


Rara menengok ke sumber suara. dia melihat Juna sudah menghentikan mobilnya.


"Ada apa?"tanya Rara


"Kamu dari mana Ra? kenapa berjalan kaki? kasihan Baby Zie menangis terus."


"Tadi hanya pergi dari tempat teman." ucap Rara


"Ayo masuk kedalam! kasihan Baby Zie nangis terus." pinta Juna


"Tidak usah Mas, nanti juga diem sendiri." Rara menolak ajakan Juna.


Maaf Mas, aku mau menenangkan diriku dulu." Kata Rara dalam hatinya.


"Cup cup sayang jangan nangis lagi yah. itu ada Papah didalam mobil." ucap Rara


Baby Zie menoleh dan langsung menatap Juna.


"Apah...apah...ain apah" Baby Zie ingin bermain bersama Papahnya.


"Sayang sama Mamah saja yah. kita pulang kerumah yah sayang. ini sudah malam loh." Rara membujuk Baby Zie agar mau menurut.


"Apah ain apah" Baby Zie tetap ingin bersama Papahnya.

__ADS_1


"Ya sudah Baby Zie sama Papah, tapi Mamah pulang saja yah. nanti Baby Zie kalau mau pulang diantar Papah." Rara berkata seperti itu karena sebenarnya dia tidak ingin bersama Juna. dia masih terkejut mendengar kenyataan jika Juna sudah bertunangan.


Baby Zie mengangguk mau untuk bersama Papahnya.


Rara berkata kepada Juna untuk membawa Baby Zie untuk sementara.


"Mas, Baby Zie ikut sama kamu dulu yah. nanti kamu antarkan lagi kerumah." pinta Rara


"Kamu tidak mau ikut Ra?" tanya Juna


"Tidak Mas, aku lagi ingin sendiri." ucap Rara


"Baiklah, sini sayang sama Papah." Juna meminta Baby Zie masuk kedalam mobil. lalu Rara membuka pintu mobil samping kemudi dan mendudukan Baby Zie disana.


"Kamu yakin tidak mau ikut Ra? ini malam hari loh." tanya Juna


"Tidak Mas, Rara mau pergi ada kepentingan." kata Rara menolak ajakan Juna.


"Mau sekalian diantarkan?" Juna menawarkan Rara untuk ikut dengannya.


"Tapi....." Juna tidak melanjutkan perkataannya lagi saat dia melihat raut wajah Rara yang tampak bad mood.


"Ya sudah jika kamu ingin sendiri, aku pergi dulu ya. jika ada apa-apa, kamu hubungi aku saja." kata Juna


"Iya" Rara hanya cuek menimpali perkataan Juna.


Juna segera mengemudikan mobilnya. sedangkan Rara mencari kendaraan untuknya pulang ke rumah.


Juna mengajak Baby Zie jalan-jalan ke Mall. Baby Zie tampak riang saat diajak Papahnya masuk kedalam area permainan. karena kebetulan Mall masih buka.


Setelah cukup lama bermain, Juna mengajak Baby Zie pulang karena terlihat sudah tampak kelelahan.


Juna sudah memarkirkan mobilnya di depan rumah Rara. dia menggendong Baby Zie yang sudah tertidur pulas.

__ADS_1


Toktok ( Juna mengetuk pintu rumah itu.)


Rara segera membukakan pintu itu. karena sejak tadi dia sudah menunggu kedatangan anaknya.


"Ini Ra, Baby Zie ketiduran. aku mau menggendongnya ke kamar."


"Biar Rara saja Mas, sebaiknya Mas Juna pulang saja." Rara menyuruh Juna untuk pulang.


"Kok aku tidak disuruh masuk Ra?" tanya Juna


"Aku mau tidur Mas sudah malam. sebaiknya Mas juga pulang saja." ucap Rara sambil mengambil alih Baby Zie dari gendongan Rara.


"Ya sudah aku pulang Ra, jangan lupa hubungi aku jika Baby Zie menanyaiku."


"Baiklah Mas" Bahkan Rara langsung menutup pintu rumahnya begitu saja.


Ada apa dengan Rara? ah mungkin dia sedang PMS." Juna melihat sikap Rara yang tak biasa.


Juna bergegas pulang kerumahnya. dia yang melihat perubahan sikap Rara beranggapan jika dia sedang PMS.


Juna yang baru sampai dirumahnya sudah disambut oleh Bu Farah. karena sejak tadi Bu Farah berdiri didepan rumahnya untuk menunggu kedatangan anak sulungnya.


"Wah wah setelah merusak acara pesta, sekarang berani pulang juga ternyata." Bu Farah menyindir anaknya yang baru pulang.


"Siapa juga yang bikin acara tidak bicara dulu. Mamah tadi lihat kan kalau Putri juga menolak perjodohan itu."


"Putri pasti merasa tidak enak gara-gara kamu bilang sudah punya kekasih." ucap Bu Farah


"Mah, Juna juga sudah katakan beberapa kali jika Juna tidak mau dijodohkan."


"Baiklah jika itu maumu, tapi Mamah tidak akan pernah merestui hubunganmu dengan janda anak satu itu." Bu Farah masih menentang hubungan Juna dengan Rara.


"Terserah Mamah saja, tapi Juna akan tetap pada pendirian." ucapnya lalu dia berlalu pergi dari hadapan Bu Farah yang masih berdiri diluar pintu.

__ADS_1


Di tempat lain yaitu di rumah yang ditinggali Rara, dia sedang membereskan semua pakaiannya dan pakaian Baby Zie. niatnya besok dia akan pergi dari sana.


°°°


__ADS_2