
Sore harinya Rey mengunjungi Rara ke toko. sesuai janjinya tadi pagi, dia berniat mengajak Rara pergi bersama ke rumah sakit. sebenarnya Rara sendiri juga tidak yakin jika dia akan pergi. terlebih lagi ibu mertuanya itu tidak menyukainya. namun, sebagai menantu yang baik, dia akan tetap mengunjungi Ibu mertuanya.
"Assalamu'alaikum" Rey mengucapkan salam saat memasuki toko kue milik Rara.
"Waalaikum'salam" jawab Rara dari dalam. Rara berjalan menghampiri Rey dan mengajaknya untuk duduk bergabung bersamanya, Juna dan Baby Zie. Ayu sendiri sudah ijin pulang dari tadi dengan alasan sakit perut. namun itu hanya alasan, dia tidak ingin bertemu Rey makannya dia mencoba menghindar.
"Loh, Kakak, Kak Juna kapan sampai ke kota?" tanya Rey
"Baru beberapa hari Rey, lama tak jumpa, bagaimana kabarmu?"
"Alhamdulilah sekarang sudah lebih baik. walaupun ada sedikit masalah." Rey langsung menundukan kepalanya.
"Masalah apa?" tanya Juna
Rey menceritakan semuanya. mulai dari pernikahannya dengan Ayu yang merupakan pembantunya. dan sakitnya Bu Farah yang terkena serangan jantung.
"Jadi Mamah sakit? Mas merasa banyak salah sama Mamah. ya sudah, ayo kita kerumah sakit sekarang saja." ucap Juna dengan tidak sabaran.
"Tunggu dulu!" Rara menyela pembicaraan mereka, lalu dia kembali berkata. "Mas Rey, tadi Mas bilang Ayu istri Mas itu berhijab dan sangat cantik. boleh aku lihat fotonya dia?" Rara curiga jika Ayu yang dimaksud Rey itu Ayu yang dia kenal.
"Sebentar, kamu kenal sama Ayu?"
"Aku tidak tahu Ayu yang Mas Rey maksud itu Ayu yang mana, makannya aku ingin lihat fotonya dia."
Rey langsung memperlihatkan fotonya bersama Ayu. Rara terkejut, namun dia langsung berucap syukur. karena wanita yang menjadi istri Rey adalah wanita yang dia kenal. dia juga cukup pendiam namun shalehah.
"Ini itu Ayu karyawanku Mas. jadi Ayu istrimu? pantas saja saat kamu datang kesini dia ngumpet." ungkap Rara saat mengingat kejadian tadi pagi.
"Lalu, dimana dia berada? aku sejak tadi tidak melihatnya?" Rey langsung menatap semua penjuru ruangan.
__ADS_1
"Ayu sudah pulang duluan Mas. dia pulang ke rumahku." jawab Rara
"Ya sudah, ayo kita siap-siap! sekalian nyamperin Ayu terlebih dahulu untuk diajak ke rumah sakit." Rey mengajak mereka agar segera pergi.
"Tapi Ayu sedang sakit perut Mas. katanya sedang datang bulan." jawab Rara
"Mana mungkin dia datang bulan lagi? baru beberapa hari dia selesai datang bulan." timpal Rey
"Jadi?"
"Ya, dia sepertinya menghindar agar tidak bertemu denganku." jawab Rey
"Kalau begitu Rara tutup toko dulu. nanti kita langsung pulang saja untuk mengajak Ayu ikut." ucap Rara
Rara segera menutup tokonya dibantu oleh Juna. sedangkan Rey menggendong Baby Zie. setelah selesai, mereka segera pergi menuju ke rumah yang Rara tinggali saat ini.
"Jadi sekarang kamu tinggal disini, sayang?" Juna menatap Rumah minimalis yang lumayan bagus.
Sedangkan Rey menahan tawanya melihat Kakaknya dicueki oleh istrinya.
Rara langsung menghampiri Ayu dikamarnya. kebetulan Ayu sendiri baru selesai mandi.
"Ayu, ayo cepat siap-siap! kita kerumah sakit sekarang." Rara yang sudah berada dikamar Ayu langsung mengatakan tujuannya.
"Tapi, Ayu tidak mau Mbak." Ayu menolak karena dia tahu jika Rara pergi bersama Rey. dan lagi Bu Farah saat ini tidak menyukainya.
"Itu di depan ada suamimu loh. sampai kapan kamu akan menghindari dia? kalian ini baru menikah loh."
"Tapi Ayu merasa tidak pantas untuk Mas Rey. terlebih lagi Bu Farah sakit gara-gara Ayu. Ayu merasa sangat bersalah." Ayu mengatakan unek-uneknya.
__ADS_1
"Dengarkan Mbak, semua ini sudah takdir dari sang kuasa. kita tidak tahu akan musibah yang menimpa kita itu kapan datangnya. jadi kita harus percaya dan yakin bahwa semua ini sudah ditakdirkan. kita berdua menjadi istri tanpa mendapat restu dari Mamah Farah, itu juga merupakan ujian untuk kita. jadi, jangan menyerah! hadapilah semua masalah ini. semua masalah pasti ada jalan keluarnya." Rara mencoba meyakinkan Ayu agar tidak menyalahkan dirinya sendiri.
"Jadi,Mbak Rara juga tidak mendapat restu dari Bu Farah?"
"Iya Yu, nanti Mbak ceritakan semua
lika-liku pernikahan Mbak. tapi sekarang kamu bersiap-siap dulu. kasihan Mas Juna dan Mas Rey jika menunggu kita terlalu lama." Rara meminta Ayu agar segera bersiap-siap.
"Baiklah, Mbak Rara keluar dulu saja. Ayu akan bersiap-siap."
Ayu segera mencari pakaian terbaik untuk dia kenakan. setelah selesai dia langsung keluar. dia tersenyum canggung menatap suaminya. dia masih merasa tidak pantas mendampingi Rey.
"Ayo sayang, masuklah! Rey membukakan pintu untuk Ayu.
"Rara sayang, kita juga masuk yuk." Juna juga membukakan pintu untuk Rara. namun Rara tidak bersikap manis seperti Ayu. Rara memasang muka cuek dihadapan suaminya.
"Bisa sendiri, jangan so perhatian." jawab Rara lalu dia masuk ke dalam mobil.
"Pfftt kasihan amat dicuekin istri." Rey menahan tawanya melihat Kakaknya dicueki oleh Rara.
"Hey, adik macam apa kamu? masa Kakak sendiri menderita malah diketawain."
"Makannya kalau punya istri cantik itu dijaga, jangan malah selingkuh."
"Jangan omonganmu yah, lihat saja nanti malam kamu bakalan tidur sendiri meluk guling." kata Juna
"Kebalik kali, Kakak tuh yang bakalan tidur sendiri."
"Hey, jika kalian bertengkar terus, kapan kita akan sampainya?" Rara melerai suami dan adiknya yang bertingkah seperti anak kecil.
__ADS_1
"Iya sayang, maaf yah." Juna berkata dan menatap istrinya dengan tatapan imutnya.
Saat ini mereka sudah sampai di Rumah Sakit tempat Bu Farah dirawat. Rara dan Ayu, keduanya merasa deg-degan karena akan bertemu Bu Farah. mereka takut jika kedatangannya hanya akan membuat kondisi Bu Farah memburuk. namun Rara yakin, niat baik pasti akan membuahkan hasil yang baik juga.