Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 54


__ADS_3

Alvin berjalan cepat sehingga saat ini sudah berada di belakang Eza dan Sela.


"Eza, Ayo pulang!" ucap Alvin


Eza dan Sela menghentikan langkahnya. mereka menoleh ke belakang.


"Kak Alvin," Eza terkejut karena Alvin memergokinya saat dia bersama Sela.


"Ayo pulang! Jelaskan semua ini di rumah. Kakak sudah dengar semuanya saat kalian berada di toilet tadi."


Eza tidak pernah melihat raut wajah Alvin semarah itu.


Habiskan aku kalau Mamah dan Papah sampai tahu,' gumam Eza


"Jangan kasih tahu Mamah, Papah,


yah Kak." pinta Eza


"Itu sih tergantung, sekarang ikut Kakak!"


Eza menuruti perintah Alvin. Dia meninggalkan Sela disana sendirian.


Eza yang sedang melangkah, beberapa kali menatap Sela yang masih diam di tempatnya. Sedangkan Sela terlihat biasa saja. Dari tadi dia malah memperhatikan Alvin.


Alvin terlihat marah sekali, apa dia cemburu yah karena aku pacaran dengan Eza,' batin Sela yang terlihat percaya diri.


Alvin dan Eza masuk ke dalam mobil mereka masing-masing. Alvin menyuruh Eza yang terlebih dahulu mengemudikan mobilnya. Barulah dia mengikutinya dari belakang.


Cukup lama mengemudi, kini mereka sudah sampai di kediaman Dirgantara. Keduanya keluar dari dalam mobil. Eza mengikuti Alvin yang melangkah terlebih dahulu. Zivana yang baru keluar dari kamar, melihat kedatangan Alvin dan Eza. Namun saat dia melihat raut wajah Alvin, suaminya itu terlihat sedang emosi.


"Mas Alvin, Kamu kenapa?" tanya Zivana yang kini melangkah menghampiri suaminya.


"Aku mau bicara penting," ucap Alvin


"Kak, jangan kasih tahu Mamah yah," Eza menatap Alvin dengan tatapan memohon.


Zivana menatap raut wajah Eza yang terlihat panik.


"Kita bicara di tempat yang tertutup," kata Alvin


"Di kamar Eza saja Kak," kata Eza


"Zie mau minta Mamah jagain Baby Rayan," Zivana berlalu pergi dari hadapan mereka.

__ADS_1


Alvin dan Eza, terlebih dahulu pergi ke kamar Eza.


Tok tok


Zivana mengetuk pintu kamar Eza. Lalu dia langsung masuk ke dalam kamar. Zivana duduk di sebelah suaminya. Dia memegang jari jemari suaminya.


"Sayang, kamu tahu siapa pacarnya Eza? Kalau kamu dengar ini, pasti kamu terkejut." Alvin menatap Istrinya yang duduk di sebelahnya.


"Siapa Mas?" tanya Zivana yang sangat penasaran.


"Sela, dia pacarku," ucap Eza yang bicara jujur di hadapan Kakaknya.


"Apa kamu bilang?" Zivana terkejut mendengar perkataan adiknya.


"Sela mantannya Mas Alvin, si ja*lang itu. Kamu tidak waras Za?" Zivana mengusap wajahnya kasar.


"Maaf Kak, tapi aku menyukainya," ucap Eza


Plak plak


Zivana menampar pipi Eza.


"Awww," Eza mengaduh sakit sambil memegangi pipinya.


"Kamu tahu Za, siapa itu Sela? Dia itu anaknya Luna. dan Luna itu mantannya Papah di masa lalu. Suka selingkuh dan pandai bersandiwara. dan Sela, dia mantan Mas Alvin. Dia juga bukan wanita baik-baik. Kamu mau menghancurkan keluarga kita, Za? Kalau kamu tetap mempertahankan Sela, silahkan angkat kaki dari rumah ini! Mamah sama Papah juga pasti sepemikiran sama aku. Dan ingat, penyesalan pasti akan datang di akhir." ucap Zivana


Eza tampak termenung memikirkan perkataan Kakaknya.


"Ayo kita keluar, Mas." ucap Zivana sambil menatap suaminya.


"Iya sayang," jawab Alvin


Mereka berdua beranjak dari duduknya. lalu melangkah keluar dari kamar Eza.


Zivana mengambil kunci pintu kamar yang tergantung di lubang kunci. Dia menutup pintu itu dan langsung menguncinya dari luar.


"Sayang, Apa ini tidak berlebihan?" Alvin melihat Istrinya menaruh kunci itu ke dalam saku bajunya.


"Sudahlah Mas, biar dia merenung." ucap Zivana


°°°


Zivana dan keluarganya berkumpul di ruang keluarga. Baby Rayan juga berada disana. namun Eza tidak bersama mereka. Karena Zivana masih menguncinya di kamar.

__ADS_1


"Zie, Adikmu dimana? Apa dia masih di luar?" tanya Bu Rara


"Di kamar, Mah. Zie kunciin," jawab Zivana


"Kenapa kamu kunciin adikmu?"


"Zivana hanya kesal saja sama Eza, Mah." sahut Alvin menjawab pertanyaan Ibunya.


"Bagaimana tidak kesal coba, jika Ez--" Zivana tak melanjutkan perkataannya karena Alvin membekap mulutnya.


"Mas Alvin apa-apan sih? sudahlah, tidak usah di tutup-tutupi segala," Zivana menepis tangan Alvin.


"Papah jadi penasaran nih," ucap Pak Juna


"Jadi begini, Eza itu pacaran sama Sela. Dan Sela itu anaknya Luna. Papah tahu kan siapa Luna? Dia mantan Papah di masalalu. Zie tidak suka Eza berpacaran sama Sela." ucap Zivana


"Papah juga tidak setuju," ucap Pak Juna


Bu Rara menatap suaminya.


"Papah yakin nih kalau tidak setuju," ucap Bu Rara yang sengaja memancing suaminya.


"Tidak, Mamah apaan sih. Lagian Papah itu tidak mau anak-anak kita berurusan dengan Luna dan anaknya." ucap pak Juna


"Kirain Papah setuju," ucap Bu Rara


"Memangnya Mamah mau kita berbesanan dengan Luna?"


"Tidak lah, yang ada nanti Papah CLBK."


"Papah masih waras kali." ucap Pak Juna


Bu Rara beralih menatap Zivana.


"Zie, bukain pintu untuk adikmu. kasihan kalau di kurung terus." pinta Bu Rara


"Iya Zie, biar nanti Papah menasehati adikmu." sahut Pak Juna


"Baik, Mah Pah, Zie mau ke kamar Eza dulu." Zivana beranjak dari duduknya lalu dia melangkah pergi.


Zivana menyuruh Eza keluar kamar. Dia mengajaknya untuk berkumpul dengan keluarganya. Eza terlihat gelisah karena takut di marahin orang tuanya.


°°°°

__ADS_1


__ADS_2