Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part_94


__ADS_3

Setelah melihat anaknya yang baru selesai dipijat, Juna memutuskan untuk segera berangkat berjualan.


Juna mengendarai motornya menuju ke keramaian sekitar kecamatan. dia memilih untuk stay di dekat lapangan tempat ibu-ibu melakukan senam pagi.


Beberapa pelanggan menghampirinya dan membeli kue yang dia jual.


"Mas cakep-cakep kok jualan kue." kata ibu-ibu paruh baya.


"Iya Mas, dari pada jualan kue mending kerja bareng anak saya jadi satpam." timpal ibu-ibu lainnya.


"Jangan jadi satpam Mas, mending jadi menantu saya saja. nanti nerusin usaha suami saya jadi juragan kambing." sahut ibu-ibu lainnya.


Juna hanya tersenyum menaggapi perkataan para pelanggannya. baginya sudah biasa jika ada pelanggan yang menggodanya.


Juna kembali mengendarai motornya untuk berjualan ditempat lain. kebetulan kue yang dia jual tinggal sedikit.


Juna menghentikan motornya saat ada wanita muda yang mencegatnya.


"Mau beli kue mba?" tanya Juna yang sudah menghentikan motornya di depan wanita itu.


"Boleh Mas, saya mau borong semua." ucap wanita itu lalu seketika mereka berdua perpandangan. wanita itu mengedipkan sebelah matanya kepada Juna.


"Perkenalkan saya Sari." ucapnya sambil mengulurkan tangannya.


"Saya Juna" jawab Juna sambil menerima uluran tangan sari.


Setelah menerima uang pembayaran kue, Juna langsung pergi mengendarai motornya menuju ke rumahnya.


Juna memarkirkan motornya di halaman rumah.


"Sudah pulang Mas?" tanya Rara yang baru keluar dari dalam rumah.

__ADS_1


"Iya sayang, oh iya, bagaimana keadaan Baby Zie? apa sudah baik-baik saja?" tanya Juna kepada istrinya.


"Baby Zie sudah lebih tenang Mas, tadi dia nangis terus tapi sekarang sudah tidur." ucap Rara


Rara mengajak suaminya masuk ke dalam rumah. karena sudah siang, Rara langsung mengajak suaminya makan siang bersama. kebetulan tadi dia sudah memasak untuk keluarga kecilnya.


"Sayang, apa tidak sebaiknya kita tungguin Baby Zie bangun saja baru kita makan." ujar Juna karena dia mengingat jika Baby Zie selalu lahap jika makan bersama kedua orang tuanya.


"Kelamaan Mas, Baby Zie baru juga tidur. lagian Mas juga pasti sudah lapar. biar nanti saja Rara ajak Baby Zie makan saat dia sudah bangun." kata Rara


"Baiklah sayang" jawab Juna lalu keduanya memulai untuk makan siang bersama.


Setelah makan siang bersama, Rara mengajak suaminya untuk shalat dzuhur berjama'ah.


Rara dan Juna menghabiskan waktu luang mereka dengan bercanda tawa hingga menjelang sore. Rara sangat bahagia akhirnya dia bisa menjalani pernikahan yang dia impikan sejak dulu. selalu bersama dengan suami yang sangat dia cintai dan juga mencintainya. selalu hidup rukun walaupun dengan ekonomi yang pas-pasan.


Rara menghentikan percakapan dengan suaminya karena dirinya harus segera memasak untuk makan malam. setelah kepergian istrinya ke dapur, Juna memilih menghampiri anaknya yang sedang tidur di dalam kamar.


Malam harinya Juna,Rara dan Baby Zie berkumpul bersama seperti biasa di ruang depan. Baby Zie sudah lebih tenang dan mendingan karena sudah dipijat tadi siang.


Juna yang sedang tidur beberapa kali mengusap keningnya yang berkeringat. tidak biasanya dia tidur dengan kegelisahan seperti itu. apalagi dia memimpikan bayang-bayang wanita lain yang bukan istrinya.


Juna bangun lebih awal dari biasanya. jujur saja semalam dia tidak bisa tidur karena gelisah. dia berniat untuk joging keliling kampung. itu cara yang dia lakukan agar pikirannya lebih fres dan badan lebih segar. apalagi udara pedesaan saat pagi sangat sejuk.


Rara melihat suaminya yang sudah rapih.


"Mas mau kemana?" tanya Rara


"Mau joging Ra, kamu mau ikut?" tanya Juna


"Tidak Mas, lagian ini masih pagi buta loh. masa mau joging jam segini sih." Rara heran melihat suaminya mau pergi jogging pagi sekali.

__ADS_1


"Jalan santai dulu Ra sekitar sini. sepertinya udara di luar sejuk." kata Juna


"Bukan sejuk lagi Mas tapi dingin. nanti kalau Mas masuk angin gimana?" tanya Rara


"Mana ada orang joging jadi masuk angin Ra? ada-ada saja kamu mah." ucap Juna


"Iya sih, terserah Mas Juna deh. tapi kalau capek putar balik saja yah Mas. masa mau joging keliling kampung sih."


"Iya sayang, ya sudah Mas pergi dulu yah." pamit Juna


"Hati-hati Mas" Rara menyalami tangan suaminya dan mencium punggung tangannya.


Setelah pulang joging, Juna istirahat sebentar sambil menunggu badannya tidak berkeringat lagi. lalu dia baru memutuskan untuk mandi. karena jika masih berkeringat tidak boleh terkena air. semangatnya pagi ini begitu besar. entah kenapa hari ini Juna ingin segera pergi berjualan. padahal tadi pagi dia merasa malas sekali.


Rara melihat suaminya yang tampil rapih tidak seperti biasanya.


"Mas mau berjualan kok pakaiannya rapih sekali sih. atau mau ada acara diluar?" tanya Rara


"Tidak kok Ra, Mas cuma ingin tampil beda dari sebelumnya." ucap Juna sambil menyemprotkan parfum miliknya.


Sebenarnya ada apa dengan Mas Juna? kenapa aura dia berbeda sekali hari ini." Batin Rara saat melihat suaminya.


Rara merasa aneh saat melihat suaminya mau pergi jogging tadi pagi. padahal biasanya tidak pernah mau kalau tidak disuruh dulu olehnya. dan juga penampilannya hari ini tampak rapih dan lebih terlihat tampan. seperti mau bertemu dengan orang spesial saja.


Juna memutuskan untuk berjualan ke tempat kemarin. ditengah jalan dia melihat wanita cantik sedang tersenyum ke arahnya. dia Sari, wanita yang memborong sisa kue jualannya kemarin.


Juna menghentikan motor yang dia kendarai tepat di samping Sari.


"Mau jualan Mas?" tanya Sari


"Iya" ucap Juna tanpa mengalihkan pandangannya dari Sari.

__ADS_1


"Ya sudah saya pergi dulu." ucap Juna lalu dia pergi meninggalkan Sari yang sedang berdiri di pinggir jalan.


Kena kau" batin Sari sambil menatap kepergian Juna.


__ADS_2