Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part_103


__ADS_3

Rara melihat Ayu keluar dari dapur. dia langsung menyapanya.


"Eh, Ayu habis ngapain di dapur?" tanya Rara karena memang Ayu belum bisa membuat kue. jadi jarang masuk ke dapur.


"Ini Mbak, tadi Ayu habis membenarkan hijab. tadi disini ada cowok, jadi Ayu masuk ke dapur."


"Sayang sekali tadi kamu tidak berkenalan Yu. dia adik ipar Mbak loh, ganteng lagi, kayaknya masih jomblo tuh."


"Masa sihMbak?"


"Iya kayaknya, terakhir kali kita ketemu, dia masih jomblo." jawab Rara lalu dia berkata lagi. " Nanti tolong jagain Baby Zie yah, Mbak kok tiba-tiba ingin makan bubur Ayam. nanti Mbak mau beli dekat lampu merah." Rara berkata kepada Ayu.


"Oke Mbak, nanti Ayu jagain Baby Zie."


"Ya sudah Mbak siap-siap dulu, nanti langsung berangkat." ucap Rara sambil memberikan Baby Zie yang berada di gendongannya.


Rara sudah sampai di perempatan lampu merah. dia turun dari angkot dan langsung melangkah ke pinggir jalan. disana sudah terlihat tenda yang sudah cukup rame pengunjung.


"Pak, saya mau pesan!" ucap Rara dan seorang lelaki secara bersamaan. Rara menoleh kesampingnya. dia terkejut dan beberapa kali mengucek kedua matanya. dia tak percaya jika lelaki yang ada di hadapannya saat ini adalah suaminya.


"Sayang, ini beneran kamu?" Juna langsung memeluk Rara dihadapan para pembeli lainnya.


"Cie cie, ekhem, ini tempat umum loh." ucap salah satu pengunjung yang sedang duduk sambil menikmati bubur ayam miliknya.


"Lepas Mas, malu dilihatin orang tuh." Rara mencoba melepaskan diri dari pelukan Juna.


"Ngapain malu sayang, Mas ini suamimu loh."


"Mas waras kan? mana pacarmu?" tanya Rara sambil menengok ke belakang Juna.


"Pacar, pacar yang mana? pacar Mas cuma kamu saja loh sayang." sambil mencubit hidung mancung istrinya.


"Iish apaan sih, sakit tahu." Rara menapis tangan suaminya.


"Pak, bubur ayamnya tiga dibungkus." ucap Rara memesan pesanannya.


"Empat pak, satu lagi punya saya."sahut Juna


"Ah baik Mas, Mbak" jawabnya

__ADS_1


Bubur pesanan Rara sudah jadi. Rara hendak membayar namun Juna sudah terlebih dahulu membayarkannya. Rara hendak pulang, namun Juna mengikutinya hingga memasuki angkot.


"Mas mau kemana? kenapa ngikutin Rara?" tanya Rara


"Mas mau ikut istri Mas dong. sekalian mau ketemu Baby Zie juga. rasanya sudah lama sekali tidak menggendong Baby Zie."


"Iyalah, asyik pacaran terus sih, mana perduli sama anak istri." sindir Rara


"Maaf sayang, waktu itu Mas tidak sadar. lagian Mas kena guna-guna. kamu juga main pergi saja."


"Yehh, ngapain nyalahin Rara? Mas yang salah koh, malah Rara yang disalahin."


"Sttt Mas, Mbak, maaf kalau mau beranten jangan diangkot. ditunda dulu, nanti saja dikamar berantemnya." ucap salah satu penumpang yang mendengar perdebatan mereka. sedangkan penumpang lainnya hanya senyum-senyum saja melihat drama keluarga itu.


Rara melotot kepada Juna lalu dia mengalihkan arah pandangnya.


"Jadi istri jangan jutek-jutek dong sayang, nanti jelek loh."


"Kurang jatah kali Mas itu istrinya." sahut penumpang lainnya.


"Iya kayaknya, beberapa hari ini saya tidak kasih jatah. nanti malam deh saya kasih." kata Juna sambil cengengesan.


"Hahaha Mas ini bisa saja, ini loh Mas ini." penumpang itu mengisyaratkan pakai jari maksud omongannya itu.


Sedangkan Rara bersikap masabodo kepada mereka berdua.


Kini angkot yang ditumpangi Rara sudah sampai di tempat tujuan. Rara segera turun diikuti Juna dibelakangnya.


"Pelan-pelan dong sayang jalannya." Juna mengejar Rara yang berjalan begitu cepat.


"Assalamu'alaikum" ucap Rara saat memasuki toko kue miliknya.


"Waalaikum'salam" jawab Ayu yang sedang bermain dengan Baby Zie.


Ayu menatap lelaki yang berjalan dibelakang Rara. sedangkan Baby Zie sudah dari tadi memanggil-manggil Papahnya.


"Apah apah" ucapnya sambil merentangkan kedua tangannya.


"Sayang, Papah kangen sekali sama kamu Nak." Juna membawa Baby Zie kedalam gendongannya. lalu dia mencium kedua pipi itu dengan gemas.

__ADS_1


"Ayo Yu, kita makan dulu!"


"Iya Mbak, sebentar!" Ayu membereskan mainan Baby Zie lalu dia ikut bergabung dengan Rara yang sudah duduk di salah satu kursi yang ada di ruangan itu.


Rara dan Ayu menyantap bubur ayam miliknya. sedangkan Juna makan sambil menyuapi Baby Zie. Baby Zie tampak lahap disuapi oleh Papahnya.


"Oh iya Yu, kenalin dia Mas Juna ayah Baby Zie." kata Rara yang sudah terlebih dahulu selesai dengan kegiatan sarapannya.


"Iya Mbak, mirip banget sama Mas yang kemarin."


"Iya, memang sekilas mirip Mas Rey. tapi kalau sering lihat mereka, pasti beda."


"Kenapa kalian menatapku seperti itu?" tanya Juna yang sadar jika diperhatikan oleh kedua gadis berhijab itu.


"Pede banget sih, siapa juga yang lihatin." ucap Rara kepada suaminya.


Ayu melihat sikap Rara ke Juna seperti ada suatu masalah. namun dia diam, tak mau bertanya. karena itu juga bukan urusannya. jadi,dia tidak perlu tahu.


TING


Terdengar notif dari Ponsel milik Juna. dia merogoh saku celananya untuk mengambil Ponsel miliknya.


"Astaga, aku lupa, aisshh sudahlah." Juna kembali menaruh ponselnya.


"Sayang, ini Baby Zie sama kamu dulu yah. Mas mau ketempat kerja dulu. sekalian mau ijin resign." pamit Juna kepada Rara. lalu dia memberikan Baby Zie kepada Rara.


"Kenapa resign? memangnya anak sama istrimu ini tidak akan kamu nafkahi?" sindir Rara


"Sayang, gini loh, Mas itu berniat membantumu mengurus toko. masa Mas biarin istri Mas ini bekerja sendirian."


"Tapi Rara sudah dibantu Ayu, lebih baik Mas bekerja diluar saja."


Juna memikirkan lagi perkataan istrinya. dia akan tetap resign, namun dia akan mencari pekerjaan yang cukup layak. tentunya agar waktu dia bersama keluarga kecilnya tidak banyak terkuras.


°°°°


Seperti drama keluarga/sinetron, ya, seperti itulah penggambaran mengenai novel ini. tapi saya berterimakasih untuk kalian yang masih mau baca. gratis juga kanπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


jujur saja, sudah dua novel yang saya tulis sampai sejauh ini. namun, apalah daya jika kemampuan saya tidak sebaik oranglain.

__ADS_1


Intinya, tetep semangat untuk diri sendiri.πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ


Setidaknya novelnya tidak terlalu mengecewakan.😁


__ADS_2