
Alvin terbangun karena mendengar anaknya menangis. Dia menatap jam yang ada di dinding. Ternyata sudah pukul lima pagi. Alvin mencoba menenangkan anaknya. Namun Baby Rayan tetap menangis. Akhirnya dia membangunkan istrinya yang masih tidur.
"Sayang, bangun, ini Rayan menangis," ucap Alvin sambil menggoyangkan badan Zivana.
"Emm, masih ngantuk," Zivana mengerjapkan kedua matanya.
Zivana mendudukan dirinya di atas kasur. Lalu dia mengambil alih Baby Rayan dari gendongan suaminya. Zivana mulai me*nyusui anaknya.
"Sayang, besok Rayan ulang tahun loh," ucap Alvin.
"Oh iya, aku lupa. Kita mau rayain tidak?"
"Terserah kamu saja, sayang." ucap Alvin
"Tapi aku masih trauma, Mas. Takutnya besok ada yang datang dan berbuat jahat lagi sama kita."
"Itu tidak akan terjadi, sayang. Lagian hari ini body guard untuk kamu dan Rayan akan datang loh."
"Iya sih, tapi Zie masih khawatir saja. Bagaimana jika kita rayakan dengan keluarga kita saja. Tidak usah mengundang orang banyak."
"Ya sudah kalau itu maumu. Mas terserah kamu saja, sayang." ucap Alvin
Kini Baby Rayan sudah kembali tertidur. Zivana kembali menidurkannya di atas kasur.
"Mas, mandi dulu sanah! nanti gantian sama Zie. Nih anak kita sudah tidur lagi."
"Siap sayang," Alvin beranjak dari duduknya lalu dia pergi ke kamar mandi.
Kini Alvin sudah selesai mandi. Dia menemani anaknya yang sedang tidur. Sekarang gantian Zivana yang akan mandi.
°°°
Zivana sedang duduk bersantai bersama anaknya. Dia mendengar suara Ibunya dari arah pintu masuk.
"Assalamu'alaikum," ucap Bu Rara.
__ADS_1
"Waalaikum'salam," jawab Zivana.
Zivana menatap Ibunya yang sedang berjalan mendekatinya.
"Tumben Mamah datang pagi begini?"
"Iya nih, kamu ini bagaimana sih, masa tidak kasih Mamah kabar apa pun saat anak kamu ada yang menculik. Kalau bukan Eza yang memberitahu, Mamah tidak bakalan tahu loh." ucap Bu Rara
"Zie hanya tidak mau kalau Mamah khawatir."
"Ya, sekarang Mamah sedang khawatir. Jadinya Mamah datang kesini." ucap Bu Rara sambil mendudukan dirinya di sofa depan Zivana.
"Rayan baik-baik saja kok," ucap Zivana.
"Oh iya, siapa itu dua lelaki di depan? Bukan orang nagih hutang kan?"
"Ya bukan, Mah. Mas Alvin mana punya hutang. Itu body guard Zie dan Rayan."
"Wah seperti istri pejabat saja punya body guard."
Hingga menjelang jam makan siang, Bu Rara masih belum pulang. Mungkin karena keasyikan main bersama Rayan.
Zivana menghampiri Ibunya yang sedang bermain bersama anaknya.
"Mah, besok Rayan ulang tahun. Niatnya sih Zie mau undang keluarga saja untuk hadir."
"Mamah juga setuju, nanti biar Mamah bantu masak disini."
"Tidak usah, Mah. Mamah hanya tinggal datang saja."
"Baiklah, oh iya kayaknya Mamah sudah lama sekali nih disini, Mamah pamit pulang yah."
"Nanti, Mah. Mamah makan siang dulu disini bareng kita."
"Baiklah," ucap Bu Rara
__ADS_1
Zivana menuntun Ibunya hingga ke ruang makan. Mereka makan siang bersama. Kebetulan masakan di atas meja masih hangat. Karena Bi Salma baru beberapa menit yang lalu menghidangkan makanan itu ke atas meja.
•••
Pagi ini suasana rumah Alvin terlihat rame. Karena banyak keluarga yang datang untuk menghadiri undangannya. Bukan pesta yang meriah, namun hanya acara potong kue, makan nasi kuning bersama, dan mengobrol bersama. Tidak ada acara hiburan atau acara khusus.
Satu persatu tamu yang datang memberikan kado untuk Baby Rayan. Padahal Zivana dan Alvin tidak mengharapkan mendapat kado apa pun. Mereka hanya berniat di acara ulang tahun anaknya yang ke satu tahun ini, mereka bisa berkumpul dengan semua keluarganya. Karena mereka jarang bisa berkumpul bersama. Kecuali berkumpul jika ada acara-acara tertentu.
"Sayang, nih Mamah bawakan sesuatu untuk Rayan." Bu Rara memperlihatkan bungkusan kado yang dia bawa.
"Tidak usah repot-repot, Mah. Dengan datangnya Mamah saja kami sudah senang kok." ucap Zivana
"Tidak kok, lagian ini untuk cucu sendiri."
"Kak, kok anak Kakak tampan sekali sih? mirip boy band korea loh. Eza saja kalah tampannya."
"Sinih Kakak bisikin," ucap Alvin.
Ezs mendekatkan badannya dengan Alvin. Alvin membisikan sesuatu di telinga Eza.
"Oh iya iya, Eza tahu." terlihat Eza yang senyum-senyuman sendiri.
"Mas, kamu bicara apa sama Eza?" Zivana bertanya kepada suaminya.
"Ini rahasia antar lelaki," jawab Alvin.
"Dasar, bilang saja tidak mau kasih tahu."
"Sudah-sudah, kita jangan ngobrol saja dong. tuh yang lain nungguin," ucap Bu Rara sambil menatap ke beberapa tamu yang sedang mengobrol.
"Oh iya, ayo kita mulai acaranya," ucap Zivana.
Kini mereka bergabung dengan yang lainnya. Alvin mulai membuka suara dengan mengatakan beberapa patah kata. Alvin juga berterima kasih kepada mereka atas kedatangannya ke acara yang memang dia buat secara sederhana.
°°°°°
__ADS_1