Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
Part_115


__ADS_3

"Pah, Papah jangan pergi!" teriak Juna namun Pak Dirga semakin mempercepat langkahnya.


"Biar Rey yang mengejarnya. kalian ke mobil saja dulu, nanti langsung mengejar kita dari belakang." pinta Rey lalu berjalan mengejar Pak Dirga.


Rey sudah berada di belakang Pak Dirga. jarak mereka hanya beberapa cm saja.


"Pah, tunggu!" Rey mencekal pergelangan tangan kanan Pak Dirga.


Juna keluar dari mobilnya diikuti istrinya. mereka menghampiri Rey dan Pak Dirga.


"Pah, kenapa Papah kabur?" tanya Juna yang sudah berdiri tepat di hadapan mereka.


"Papah--" Pak Dirga menghentikan perkataannya sejenak lalu berfikir.


"Maaf saya harus pergi." Pak Dirga mencoba melepaskan diri dari cekalan Rey. namun Juna ikut memegang tangan kirinya. sehingga Pak Dirga tidak bisa melarikan diri.


"Apa seperti ini caranya lari dari masalah, setelah menelantarkan kita dan Mamah. Papah tidak tahu bukan betapa kecewanya Mamah saat tahu Papah menghianatinya. bahkan Papah lebih memilih wanita itu." Juna tak mau lagi melanjutkan perkataannya. terlalu sakit untuk diingingatnya. bahkan dulu dirinya baru lulus sekolah menengah atas saat Papahnya memutuskan pergi membawa setengah dari harta keluarganya.


Hanya satu perusahaan saja yang ditinggalkan Pak Dirga. yaitu Dirgantara Group, yang saat itu masih belum di kenal orang sama sekali. sekarang menjadi terkenal dan mempunyai cabang dimana-mana berkat kerja keras Juna.


Pak Diga tampak diam dihadapkan dengan kedua putranya. dia merasa sangat malu atas dosa-dosanya yang telah lalu.


"Tolong maafkan Papah." Pak Dirga sudah lepas dari cekalan kedua anaknya. sekarang dia berlutut di bawah kaki kedua putranya.


"Pah, jangan seperti ini Pah." Rey mencoba membantu Pak Dirga untuk berdiri. namun Pak Dirga masih saja di posisinya. sedangkan Juna hanya diam saja.


"Juna ingin meminta penjelasan dari Papah. karena saat itu Juna masih bersekolah dan tidak tahu secara detail masalah Papah, Mamah, dan perempuan itu." akhirnya Juna mengatakan permintaannya.


"Baik, Papah akan menceritakan secara detail." ucap Pak Dirga


"Ya sudah, Papah ikut ke dalam mobil. kita jangan bicara disini. kasihan Baby Zie kedinginan diluar." pinta Juna


Mereka masuk ke dalam mobil. Rey mengendarai mobil itu menuju ke rumah Rara. itu semua atas permintaan Rara. karena tidak mungkin jika mereka singgah di cafe atau tempat lainnya. cuacanya cukup dingin karena saat ini menjelang malam. bahkan mereka juga belum sempat istirahat sama sekali setelah kepulangannya tadi.


Setelah sampai di rumah, mereka segera masuk ke dalam. Rey juga ikut masuk, namun dia terlebih dahulu mengirim pesan kepada istrinya agar tidak menghawatirkannya.

__ADS_1


Rara menuju ke dapur untuk membuatkan teh hangat untuk mereka. Baby Zie masih tetap berada di gendongannya. karena sejak tadi Baby Zie tidak mau lepas darinya. mungkin masih trauma dengan kejadian tadi.


"Silahkan diminum!" Rara menghidangkan teh hangat buatannya.


"Baby Zie tidur?" Juna melihat Baby Zie sudah memejamkan matanya.


"Iya Mas, mungkin kecapean. kalau begitu Rara ke kamar dulu mau merebahkan Baby Zie." pamitnya lalu segera melangkah pergi.


Pak Dirga sejak tadi menatap Bayi mungil yang tampak cantik itu.


"Dia cucu Papah?" tanya Pak Dirga


"Iya, dia cucu Papah." jawab Juna


"Kamu menikah dengan ananknya Dewi? apakah ini sebuah kebetulan?"


"Itu semua sudah Juna rencanakan untuk membalaskan dendam."


"Maksudmu?" Pak Dirga tampak terkejut mendengar penuturan anaknya.


"Kenapa kamu seperti itu,Nak? kamu mau mengulang perbuatan Papah yang sudah menyakiti hati perempuan?" Pak Dirga merasa kaget mendengar kejujuran Putranya.


"Saat itu Juna sudah sangat membenci perempuan itu. sehingga Juna mempunyai ide untuk menyakiti anaknya." ucap Juna


"Sudah Mas, jangan diungkit lagi. yang lalu biarlah jadi pelajaran untuk kita. sekarang kita jalani saja masa depan kita bersama. jangan menengok ke belakang, jika itu hanya mengingatkan luka." Rara menepuk-nepuk bahu suaminya untuk menengkannya. karena dia melihat raut wajah Juna yang penuh penyesalan.


"Sekarang, biar Papah yang bercerita." Pak Dirga menatap mereka yang juga sedang menatapnya.


"Silahkan Pah" ucap Rey


"Awal mula perselingkuhan itu atas kesalahan Papah. kalian tahu bukan jika Farah itu wanita yang inginnya menang sendiri dan tidak mau mengalah. bahkan Papah dan Mamahmu hampir setiap hari bertengkar karena masalah sepele. hingga suatu hari, di rumah kita ada pembantu baru. dia bernama Dewi, dia sangat perhatian dengan Papah. bahkan saat Mamah kalian mendiamkan Papah. Dewi lah yang selalu memberikan Papah semangat.


Hingga suatu ketika Papah merasa nyaman. Papah mulai terbiasa dengan perhatian kecil yang diberikan oleh Dewi. saat itu tumbuhlah rasa cinta diantara kita. bahkan Papah selalu membelikan semua keinginan Dewi. sedangkan Mamahmu, Papah tidak pernah lagi membelikan barang mewah untuknya. kita tidak pernah menyia-nyiakan waktu saat Farah tidak ada di rumah. Papah sering tidur dengan Dewi.


Suatu ketika Dewi meminta kejelasan hubungan kita saat itu. Papah sempat ragu untuk mengatakannya kepada Farah. namun karena sudah dibutakan oleh cinta, Papah akhirnya berkata yang sejujurnya. Papah pergi meninggalkan rumah setelah mengurus semua harta yang Papah bawa saat itu." ucap Pak Dirga tanpa ada yang ditutup-tutupi.

__ADS_1


"Lalu sekarang, kenapa Papah bisa seperti ini?" Juna menatap pakaian yang di kenakan Pak Dirga sangat sederhana bahkan sudah tak layak.


"Harta yang Papah bawa habis dipakai oleh Dewi. dia selalu berfoya-foya menghabiskan ratusan juta tiap harinya. bahkan usaha yang Papah rintis sudah dalam diambang kebangkrutan saat itu. karena Dewi selalu memakai uang perusahaan untuk kepentingannya sendiri." ucapnya lagi


"Lalu Papah menyesal?" tanya Juna


"Papah sudah menyesal dari saat itu. Papah mulai sadar jika Dewi hanya memanfaatkan Papah. namun Papah tidak bisa berbuat apa-apa. untuk kembali kepada Farah juga tidak mungkin. karena Papah sudah terang-terangan menghianatinya."


"Kenapa Papah tidak lapor polisi saja mengenai perbuatan perempuan itu?"


"Papah saat itu yakin, jika Dewi pasti akan menyesali perbuatannya dan aka berubah. namun dia tetap sama, bahkan saat kita jatuh miskin."


"Lantas, atas dasar apa Papah masih bersamanya hingga saat ini?" tanya Juna


"Karena Papah merasa sudah tidak punya tujuan lagi. tak mungkin jika Papah tiba-tiba datang kepada kalian. dan meminta untuk hidup bersama kalian lagi. Papah sudah terlalu malu dengan perbuatan Papah yang sudah menelantarkan kalian. dan juga, semakin lama Papah semakin tua. jadi Papah butuh seseorang untuk mengurus Papah saat masa tua." ucap Pak Dirga panjang lebar.


"Lalu, mengenai penculikan Baby Zie, apa Papah mengetahuinya dari awal?" tanya Juna penuh selidik.


"Papah awalnya curiga dengan Dewi yang berulang kali menelpon seseorang. entah itu siapa, Papah sendiri tidak tahu. akhirnya Papah mengikuti Dewi sampai ke gudang kosong tadi." jelasnya lagi


"Maaf Pah, Maafkan Mamah Dewi yang sudah merusak keluarga kalian." Rara merasa sesak mendengar cerita itu. dia merasa bersalah kepada Juna dan keluarganya.


"Sudah Nak, semua sudah terjadi. lagian itu bukan salahmu." ucap Pak Dirga


"Eh tunggu dulu!" semua menatap Rey yang tiba-tiba angkat bicara.


"Ada apa Rey?" tanya Juna


"Pah, Rara ini bukan anak Papah bersama perempuan itu kan?"tanya Rey


"Bukan, Papah kenal dengan Dewi saat kalian juga sudah besar."


Setelah cukup lama mengobrol, Juna memilih untuk memesan makanan secara online untuk makan malam. Juna meminta Pak Dirga untuk menginap disana malam ini. besok dia akan mencarikan kontrakan yang layak untuk Papahnya. karena tidak mungkin dia mengajak Papahnya tinggal bersamanya sebelum masalah itu selesai. apalagi Bu Farah belum mengetahui tentang keberadaan Mantan suaminya. jika Bu Farah datang disaat Pak Dirga berada disana, semuanya bisa menjadi perselisihan.


Juna sudah mencoba untuk memaafkan Papahnya. kini saatnya mereka membuka lembaran baru.

__ADS_1


__ADS_2