
Eza dan Lina sedang bersiap untuk pulang. Mereka keluar dari kamar yang di tempatinya.
Bu Rara melihat Eza dan Lina yang sedang melangkah mendekatinya.
"Za, Kamu mau kemana?" tanya Bu Rara.
"Mau pulang, Mah. Eza pamit dulu yah," ucap Eza lalu bersalaman dengan Bu Rara.
Setelah bersalaman dengan Eza dan Lina, Bu Rara meminta keduanya untuk menunggu sejenak.
"Sebentar yah, Za, Lina, Mamah mau ambilkan bingkisan untuk kalian," Bu Rara beranjak dari duduknya lalu melangkah menuju ke dapur.
Terlihat Bu Asih menghampiri Eza dan Lina.
"Za, Biar Alana sama ibu," ucap Bu Asih.
"Iya nih, Mah. Kebetulan Eza juga mau bawa barang-barang kami." Eza memberikan Alana kepada Bu Asih.
Bu Rara kembali menghampiri Eza dan memberikan bingkisan kepadanya.
"Mah, ini apa saja isinya?" tanya Eza.
"Itu ada daging kambing, ayam goreng, makanan ringan juga ada. Kamu bawa saja, biar di rumah tidak usah masak." ucap Bu Rara.
"Terima kasih, Mah." ucap Eza
Eza dan Lina langsung melangkah keluar rumah. Sedangkan Bu Asih berpamitan dulu dengan Bu Rara.
Bu Rara kembali duduk menemani Zivana.
"Zie, Azel tidur?"
"Iya, Mah. Lagi tidur di temani Mas Alvin.
Oh iya, nanti Mamah menginap lagi kan?" tanya Zivana.
"Sepertinya tidak, Nak. Paling bolak-balik saja. Kalau siang Mamah kesini, tapi sorenya pulang."
"Baiklah," ucap Zivana.
"Kamu tidak ada niatan untuk mencari baby sister baru lagi?" tanya Bu Rara.
"Entahlah, Zie belum kepikiran."
"Kalau mau nanti biar Mamah yang cariin," ucap Bu Rara.
"Baiklah kalau Mamah tidak keberatan. Pasti pilihan Mamah itu yang terbaik." ucap Zivana.
__ADS_1
Oek oek
Zivana mendengar suara anaknya menangis.
"Mah, Zie mau ke kamar dulu yah. Itu Azel sepertinya bangun. Mamah jagain Rayan dulu yah," Zivana menatap Baby Rayan yang sedang main sendirian."
"Iya, Nak." Bu Rara menatap Zivana yang sedang melangkah pergi. Zivana masih pelan saat berjalan karena sedikit susah.
Seharian ini Bu Rara menemani Rayan main. Menjelang sore, barulah dia pulang.
°°°
°°°
Bu Rara sudah pergi ke yayasan baby sister. Dia mencari Baby sister yang cocok untuk menjadi calon Baby sister cucunya. Ternyata ada tiga kandidat dan semuanya masih muda. Setelah melihat-lihat foto mereka dan membaca daftar riwayat hidupnya, Bu Rara terarik dengan satu-satunya wanita yang berhijab. Dia meminta pihak yayasan untuk segera mengirimkan Baby Sister itu ke rumah Alvin.
Terlihat seorang wanita yang kini berdiri di gerbang rumah Alvin. Dia memasuki gerbang itu karena kebetulan tidak terkunci.
Saat ini wanita itu berdiri di depan pintu.
Tok tok
Kebetulan Bi Salma sedang berada di dapur. Bi Salam menghentikan aktivitasnya sejenak, lalu membukakan pintu rumah.
Cklek
"Cari siapa yah?" tanya Bi Salma.
"Saya cari Ibu Zivana, kebetulan saya baby sister yang di utus oleh Bu Rara untuk bekerja di sini." ucapnya.
"Silahkan masuk!" pinta Bi Salma.
Wanita itu mengikuti Bi Salma masuk ke rumah.
"Silahkan duduk dulu! Saya mau panggilkan Neng Zivana," ucap Bi Salma.
Bi Salma pergi memanggil Zivana yang berada di kamar.
Tok tok
"Neng Zie, di luar ada baby sister baru yang mencari Neng Zie," ucap Bi Salma.
Zivana sudah membuka pintu kamarnya.
"Siapa Bi?"
"Itu, Baby Sister baru," ucap Bi Salma.
__ADS_1
"Bibi ajak kesini!" pinta Zivana.
"Baik, Neng." Bi Salma kembali ke depan dan menyuruh baby sister yang baru itu untuk ikut dengannya.
Saat ini Baby Sister itu sudah berdiri di depan Zivana.
"Duduk saja di sofa, Kak." ucap Zivana
Kini keduanya duduk berhadapan. Sedangkan Bi Salma menjaga Azel dan mengawasi Rayan yang sedang main sendirian di lantai. Kamar itu sangatlah berantakan karena banyak mainan Rayan berserakan di lantai.
"Nama kamu siapa?" tanya Zivana.
"Saya Asila, panggil saja Sila."
"Sepertinya masih muda sekali, kamu umur berapa?" tanya Zivana.
"Saya masih 20 tahun, Kak."
"Wah, berarti saya panggil Sila saja yah biar lebih cocok. Oh iya tugas kamu itu menjaga anak pertama saya, dia namanya Rayan," ucap Zivana sambil menunjuk Rayan.
"Baik, Kak." ucapnya.
Zivana menatap Bi Salma yang sedang menemani Azel.
"Bi, tolong tunjukan kamar Sila!" pinta Zivana.
"Baik, Non." ucapnya.
Bi Salma dan Asila kembali keluar dari kamar Zivana.
Setelah membereskan semua barang-barangnya di kamar baru, Asila kembali ke kamar Zivana untuk mengajak Baby Rayan bermain.
Tin
Alvin menghentikan mobilnya di depan rumah. Dia masuk ke rumah dengan membawa barang belanjaannya. Kebetulan dia habis membeli jajan untuk Rayan, dan kebutuhan lainnya.
Alvin melangkah masuk ke rumah. Saat di ruang depan, dia melihat anaknya sedang bermain bersama seorang wanita berhijab.
"Kamu siapa?" tanya Alvin sambil menatap wanita itu.
"Saya Asila, Kak. Saya baby sister baru
di sini." ucapnya.
"Oh, oke, baiklah." Alvin kembali melanjutkan langkahnya menuju ke dapur untuk menyimpan barang belanjaannya.
°°°°
__ADS_1