
Malam harinya Alvin datang ke rumah Zivana. dia sengaja datang untuk membahas pernikahan yang Zivana katakan.
Bu Rara dan Pak Juna yang sedang bersantai, mendengar ketukan pintu dari luar rumahnya.
"Biar Mamah yang bukain," Bu Rara beranjak dari duduknya lalu membukakan pintu.
Cklek
Bu Rara melihat Alvin yang sedang berdiri di depan pintu.
"Eh Nak Alvin, silahkan masuk!"
Alvin mengekor Bu Rara masuk ke dalam rumah. saat ini Alvin duduk bersama mereka di sofa yang ada di ruang keluarga.
"Maaf kalau saya mengganggu waktu istirahatnya Mah, Pah," ucap Alvin sopan
"Tidak kok Nak, lagian masih jam segini," ucap Pak Juna
"Saya datang untung membahas pernikahan saya dan Zivana. saya menyetujui pernikahan itu."
"Pernikahan?" Pak Juna terlihat bingung karena sebelumnya dia dan Alvin belum membahas masalah pernikahan.
"Jadi gini Pah, Zie dan Alvin itu akan pergi ke New York. Mamah mengijinkan mereka pergi asal mereka menikah dulu." ucap Bu Rara
"Oh seperti itu, kalau Papah sih setuju-setuju saja tapi Alvin tidak boleh
semena-mena lagi sama Zie," kata Pak Juna
"Saya janji Pah, Mah, kali ini saya akan memperlakukan Zivana dengan baik," kata Alvin
"Kami tunggu buktinya Nak," ucap Pak Juna
"Mamah panggilkan Zie dulu sebentar," Bu Rara beranjak dari duduknya lalu memanggil Zivana yang berada di kamarnya.
Setelah memanggil Zivana, Bu Rara ke dapur untuk membuatkan minum untuk Alvin.
Alvin melihat Zivana yang sedang berjalan ke arahnya. Zivana terlihat sexy karena hanya mengenakan jumpsuit pendek di atas lutut.
"Astaga Zie, Papah sudah melarang kamu loh pakai pakain seperti itu," ucap Pak Juna menegur anaknya.
"Biarin Pah, lagian lebih nyaman pakai ginian," jawab Zivana
"Dimana-mana Ibu hamil pakainya daster loh," ucap Alvin
"Terserah dong," ucap Zivana sambil fokus menatap layar ponsel miliknya.
Bu Rara datang dengan membawa nampan berisi minuman dan makanan ringan untuk Alvin.
"Silahkan di minum dulu Nak Alvin!" Bu Rara menaruh gelas berisi air minum di depan Alvin dan di depan suaminya.
__ADS_1
Lalu Bu Rara beralih menatap anaknya yang sedang duduk di sofa.
"Astaga Zie, itu paha di tontonin ih, dari tadi Alvin lihatin terus tuh," ucap Bu Rara
Zivana mengalihkan pandangan dari ponselnya. lalu dia menatap Alvin yang memang sedang menatapnya.
"Lumayan Tan, pemandangan gratis," ucap Alvin
"Cepat ganti bajumu Zie!" ucap Bu Rara
"Malas Mah," Zivana menolak untuk berganti pakaian.
"Jadi, bagaimana keputusanmu Zie?" Alvin bertanya kepada Zivana.
"Keputusan apa?"
"Pernikahan kalian Nak," kata Bu Rara
"Oh, Zie terserah saja," ucap Zivana
"Kalau begitu besok kita ke KUA, kita ijab qabul disana saja sekalian mengurus pernikahan kita secara agama," ucap Alvin
"Harus besok banget yah?" Zivana bertanya kepada Alvin.
"Iya, biar kita cepat pergi ke New York," jawab Alvin
"No no, selama aku hamil, Mas Alvin di larang menyentuhku sedikit pun."
"Lihat saja Zie, apa kamu bakalan tidak terbuai jika sudah ku goda," Alvin menyunggingkan senyum devilnya.
"Jangan ngarep deh, lagian aku bisa menahan," ucap Zivana
Hanya sebentar Alvin bertamu karena dia merasa tidak enak jika lama-lama bertamu padahal hari sudah malam. kini Alvin sudah berpamitan untuk pergi. setelah kepergian Alvin, mereka memilih untuk beristirahat.
°°°
Keesokan harinya, Bu Rara sibuk memoles wajah anaknya dengan riasan sederhana. mungkin bisa di katakan dadakan. karena memang pernikahan Zivana dan Alvin juga dadakan tanpa persiapan apapun. tidak ada banyak orang yang tahu. karena memang mereka tidak memberitahukan semua orang jika mereka menikah lagi untuk yang ke dua kalinya. nanti fikiran orang bisa bermacam-macam.
Zivana pergi bersama kedua orang tuanya menuju ke KUA. sedangkan Alvin tidak pergi bersama mereka. Alvin pergi bersama pamannya.
Saat ini Zivana dan kedua orang tuanya sudah sampai di KUA. mereka langsung masuk ke dalam. kebetulan Alvin sudah sampai disana. Alvin menatap penampilan Zivana dengan balutan kebaya putih. Zivana terlihat cantik walaupun hanya di rias tipis.
Kini Zivana duduk di sebelah Alvin. Pak penghulu bertanya kepada mereka berdua. keduanya menjawab siap. Pak Juna langsung menikahkan anaknya di depan Pak penghulu dan para saksi.
Setelah mereka berdua sah menjadi suami Istri, kini Alvin mengajak Zivana kembali ke rumahnya. padahal Zivana sedikit malas untuk pergi terburu-buru. namun dia tidak bisa menolak karena sekarang dia dan Alvin suami Istri.
"Nanti biar Mamah kemas semua pakaian kamu Zie, sekalian kita antar ke rumah Alvin tapi nanti malam saja," ucap Bu Rara
"Makasih Mah"
__ADS_1
"Sama-sama Nak, sekarang kalian pergi saja, kita juga akan segera pulang," ucap Bu Rara lalu menatap suaminya.
Zivana dan Alvin segera pergi setelah keduanya berpamitan.
Alvin mengendarai mobilnya sendiri menuju ke rumahnya. karena kebetulan pamannya juga membawa mobil sendiri dan langsung pulang juga.
Saat ini mobil yang di kendarai Alvin sudah sampai di depan rumah. keduanya segera turun dari mobil. Zivana masih berdiri di tempatnya memandangi rumah mewah yang sudah lama dia tinggal pergi.
"Kenapa masih disitu? ayo masuk!" Alvin menatap ke belakang dan melihat Istrinya masih berdiam di tempat.
"Eh iya," Zivana mendekati Alvin yang sudah melangkah terlebih dahulu.
Alvin merengkuh pinggang Zivana saat Zivana sudah ada di sampingnya.
"Ih jangan pegang-pegang!" Zivana melepaskan tangan Alvin yang memeluk pinggangnya.
"Pelit amat sih," gumam Alvin
Bi Salma melihat kedatangan Alvin dan Zivana. Bi Salma sempat terkejut melihat Zivana memakai kebaya pengantin.
"Apa kabar Bi," Zivana tersenyum menatap Bi Salma.
"Baik Neng, ini beneran Neng Zivana?"
"Iya Bi, mulai saat ini saya akan tinggal disini lagi karena kami sudah menikah lagi," ucap Zivana
"Bibi senang mendengarnya Neng," ucap Bi Salma
"Bi, sekarang tugas Bibi menyiapkan makanan yang enak dan sehat untuk Istri saya dan calon anak saya," Alvin memberikan perintah kepada Bi Salma.
"Neng Zie sedang hamil? Wah Bibi senang dengarnya," Bi Salma terlihat bahagia mendengar kehamilan Zivana.
"Iya Bi," jawab Zivana
Setelah selesai mengobrol, Zivana hendak pergi ke kamar yang dulu pernah dia tempati.
"Mau kemana?" tanya Alvin
"Mau ke kamar," jawab Zivana
"Sekarang kamar kamu di lantai atas bareng sama aku," ucap Alvin
"Aku sedang hamil loh, tidak mau jika terus naik turun tangga, ucap Zivana
"Ya sudah, untuk sementara kita tidur di kamar tamu," ucap Alvin
Alvin mengajak Zivana menuju ke kamar tamu. kebetulan setiap hari kamar itu selalu di bersihkan. jadi walaupun tidak ada yang menempati juga akan tetap bersih.
°°°
__ADS_1