
Rey sudah bersiap-siap untuk pulang kerja. di melangkah memasuki lift. sesampainya di lantai bawah dia berjalan dengan beberapa karyawan kantor yang ingin pulang juga.
"Pak Rey" panggil Bu Susan saat melihat Rey yang akan pulang.
Rey menoleh ke belakang saat mendengar seseorang memanggil namanya.
"Eh iya ada apa Bu Susan memanggil saya?" tanya Rey kepada Bu Susan.
"Maaf Pak Rey sebelumnya, saya hanya ingin menanyakan tempat tinggal Rara. saya berniat berkunjung kesana karena saya khawatir dengan dia yang akhir-akhir ini sering sakit."
"Kalau begitu Bu Susan ikut saya saja, kebetulan saya akan langsung pergi ke kontrakannya sekarang untuk menyerahkan uang pesangonnya." Rey berniat mengajak Bu Susan untuk pergi bersama.
"Jadi Rara beneran di pecat?" Bu Susan tampak masih tak percaya.
"Benar Bu, mari Ibu ikut saya." Rey mempersilahkan Bu Susan untuk berjalan berdampingan dengannya.
Rey memang sosok lelaki yang baik dan tidak pernah membeda-bedakan status orang lain. dia selalu menghormati orang yang lebih tua darinya walaupun itu hanya seorang bawahan.
"Maaf Pak Rey, biar saya mengikuti Pak Rey pakai motor. soalnya itu suami saya sudah menunggu." sambil menunjuk ke arah suaminya yang sedang duduk di atas motornya .
"Baiklah Bu" Rey langsung berjalan memasuki mobilnya.
Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di kontrakan Rara. karena tidak ada yang tahu letak kontrakan yang di tempati Rara, Bu Susan bertanya kepada seorang pemilik warung makan yang tak lain adalah Bu Helda. Rey yang sering mengantar Rara juga tidak tahu kontrakan mana yang Rara tinggali. karena setiap mengantar Rara, dia selalu melihat terlebih dulu kepergian Rey baru dia masuk ke dalam.
"Permisi Bu saya mau tanya, apa ibu tahu dimana kontrakan yang di tinggali Rara?" tanya Bu Susan kepada Bu Helda.
__ADS_1
"Saya tahu Bu, kontrakan Rara itu yang nomer empat dari arah kanan." sambil menunjuk ke arah deretan kontrakan bagian lantai satu.
"Terimakasih Bu, saya permisi dulu." lalu Bu Susan mengajak Rey dan suaminya untuk ikut masuk.
Toktok ( Bu Susan mengetuk pintu depan kontrakan Rara.)
"Sebentar "teriak Rara dari dalam sana.
Rara mengambil jilbab instan miliknya lalu memakainya.
Cklek
"Silahkan masuk Bu" Rara mempersilahkan Bu Susan dan yang lainnya untuk masuk.
"Maaf Bu, Pak jika kurang nyaman, tapi seperti inilah kondisi kontrakan saya." Rara merasa tak nyaman jika atasannya hanya duduk di lantai saja.
"Kalau begitu saya permisi sebentar Bu." pamit Rara
Rara membuatkan teh manis hangat untuk mereka. lalu dirinya kembali ikut duduk disana bersama mereka.
"Kamu sakit apa ra sebenarnya?" Bu Susan sangat penasaran dengan sakit yang di derita Rara.
"Cuma pusing kok Bu, tidak ada yang serius." Rara tidak berbicara yang sebenarnya mengenai kehamilannya karena dia takut jika akan mempengaruhi pekerjaannya.
"Apa sudah periksa ke dokter?" tanya Bu Susan.
__ADS_1
"Sudah Bu, Rara tidak sakit kok Rara sehat.
"Maaf Ra saya kesini mau memberikan ini kepadamu." Rey memberikan amplop yang berisi uang kepada Rara.
"Apa ini maksudnya?" Rara bertanya setelah dia melihat isi dari amplop coklat itu.
"Kamu di pecat oleh Oak Juna Ra" ucap Rey tak tega.
"Di pecat?" Rara terkejut mendengar kenyataan itu.
"Iya Ra kamu di pecat, maaf Ibu juga tidak bisa berbuat apa-apa." Bu Susan ikut prihatin atas musibah yang menimpa Rara.
Kenapa aku di pecat Mas, apa ini memang sudah kamu rencanakan agar kita tidak akan bertemu lagi." Rara tersenyum getir mengingat sikap suaminya itu.
"Kenapa kamu malah tersenyum Ra?" tanya Bu Susan
"Ah tidak bu, sekarang Rara harus mencari pekerjaan baru lagi." sambil menghela nafas berat.
"Bagaimana kalau kamu kerja di toko kue suami saya Ra. "tawar Bu Susan
"Iya nak kebetulan di tempat saya lagi butuh karyawan baru." sahut Pak Leo suami Bu Susan.
"Tapi apa kamu mau pindah kesana ra? soalnya ada mess juga untuk karyawan dan biaya makan di tanggung suami saya. karena gaji yang mereka dapat tidak seberapa. tidak sebesar kerja di perusahaan.
"Baiklah Bu yang penting untuk biaya makan sudah terjamin, jadi mau gaji berapapun insya'allah rLRara terima." Rara berucap syukur untuk rezeki yang dia terima saat ini.
__ADS_1
"Baiklah Ra, besok pagi kita jemput kamu jadi kamu segeralah membereskan barang-barangmu." Bu Susan meminta Rara untuk berbenah.
Karena hari yang sudah mulai gelap akhirnya mereka pamit pulang. sebenarnya Rara mengajak mereka untuk makan malam bersama disana tapi mereka menolaknya.