
Setelah kepergian Rey, Juna menghubungi Asistennya untuk menemuinya diruangannya. karena Juna akan memberikan perintah kepada Asistennya.
Kini Rio sudah datang di ruangan Atasannya.
"Ada apa Tuan memanggil saya?" Rio bertanya kepada Atasannya.
"Kamu pergilah ke toko yang menjual lemari. beli yang ukuran minimalis tapi yang paling mahal." pinta Juna kepada Asistennya.
"Lemari? memangnya Tuan sedang butuh lemari?" tanya Rio kepada Atasannya. karena tidak pernah sama sekali Juna memerintahkan dia untuk membelikan perlengkapan rumah.
"Iya, kamu cari yang ukurannya kecil saja. yang muat di tempat tinggal Rara."
"Memangnya Tuan membelikan lemari untuk Nona Mutiara?" tanya Rio yang sedikit penasaran
"Iya, saya memang berniat membelikan untuk Rara. Ah sudahlah jangan banyak tanya." ucap Juna lalu dia merogoh saku celananya. Juna mengambil dompet miliknya. setelah itu dia mengambil kartu platinum miliknya dan memberikannya kepada Rio.
"Pakailah kartu ini untuk membayar. dan ingat, jangan sampai kamu mengambil uang dari kartu itu." Juna memperingati Asistennya.
"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi." Rio segera pergi meninggalkan ruangan Atasannya.
Setelah kepergian Rio, Juna kembali mengerjakan pekerjaannya. Juna melihat ada panggilan masuk di ponsel miliknya. dia segera mengangkat panggilan itu.
📞"Hallo" kata Juna
📞"Hallo Tuan Juna, ini saya baru menerima surat pembatalan kontrak anda dengan atasan saya."
📞"Ini siapa?"
📞"Saya Asisten dari Tuan Devan. Tuan Devan menyuruh saya untuk mengurus perihal pembatalan kontrak kerjasama dengan Anda." ucapnya dari balik telpon.
📞Hm, baiklah kamu urus saja dulu. masalah uang ganti rugi, nanti akan saya transfer setelah semuanya beres." ucap Juna lalu dia mengakhiri panggilan telponnya.
Juna memang sudah merencanakan untuk membatalkan kontrak kerjasama dengan Devan. karena dia tidak mau bekerja sama dengan lelaki yang merupakan selingkuhan dari Luna. Juna rela membayar ganti rugi dua kali lipat sesuai yang tertera di surat perjanjian. ya, menurutnya itu lebih baik dari pada dia bekerja sama dengan lelaki seperti Devan.
__ADS_1
°°
Rara yang sedang bersantai bersama Baby Zie, mendengar ketukan pintu dari depan Mess yang dia tinggali. Rara segera berjalan mendekati pintu masuk. Rara membuka pintu itu dan melihat dua orang laki-laki yang tidak dia kenal sedang berdiri disana.
"Maaf cari siapa?" tanya Rara
"Apakah ini dengan Nona Mutiara?" tanya salah satu dari mereka.
"Iya saya Mutiara, Maaf, ada keperluan apa?" Rara bertanya kepada mereka. lalu salah satu dari mereka segera pergi menghampiri temannya untuk mengangkat lemari.
"Kami mengantarkan lemari sesuai dengan pesanan Nona." ucap lelaki itu lalu dia memberikan nota pembayaran kepada Rara.
"Loh, saya tidak pernah beli lemari." Rara heran karena seingatnya dia tidak memesan apapun.
Rara melihat nama Rio tertera di dalam nota pembayaran itu. dia penasaran apalah Rio itu orang yang dia kenal.
"Maaf Pak, ini Rio siapa yang sudah membayar semuanya?" tanya Rara
"Saya tidak tahu, saya hanya menjalani perintah saja. permisi Nona, lemarinya mau dimasukan ke dalam." lelaki itu meminta ijin kepada Rara.
Setelah kepergian lelaki itu, Rara kembali menghampiri Baby Zie yang sedang tidur.
dia teringat jika kemarin, Juna berkata kepadanya akan membelikannya lemari.
dan mungkin saja itu lemari yang Juna janjikan kemarin. tapi entahlah, untuk memastikannya nanti dia akan bertanya jika bertemu dengannya.
Sore hari, Juna yang sudah selesai dengan pekerjaannya segera pergi meninggalkan kantor. akhir-akhir ini dia memilih untuk mengemudikan mobilnya sendiri. karena memang itu keinginannya. Rio yang biasanya menjadi supir untuk Juna, kali ini dia membawa mobil sendiri. mobil mewah yang dipinjamkan oleh Juna kepadanya.
Juna berniat untuk berkunjung dulu ke tempat Rara. dia menghentikan mobilnya di depan restoran mewah. lalu dia masuk untuk memesan makanan. setelah membayar makanannya, Juna segera pergi meninggalkan restoran. niatnya dia akan makan bersama Rara. tapi jika dia mengajaknya makan diluar, itu tidak mungkin. mengingat Baby Zie masih kecil dan tidak punya pengasuh juga.
Juna sudah sampai di depan toko Pak Sam. dia memarkirkan mobilnya disana. lalu diasegwra turun dan melangkah pergi menuju ke Mess tempat tinggal Rara.
"Assalamu'alaikum" Juna yang sudah berdiri didepan pintu segera mengetuk pintu itu dan mengucapakan salam.
__ADS_1
"Waalaikum'salam" sahut Rara dari arah dalam lalu dia membukakan pintu itu.
"Eh Mas Juna, silahkan masuk Mas." Rara mempersilahkan Juna untuk masuk ke dalam.
Juna masuk ke dalam Mess. dia langsung menghampiri Baby Zie yang sedang diam menatap layar televisi.
"Baby Zie sayangnya Papah lagi ngapain? lagi nonton televisi yah. kayak orang dewasa saja nonton televisi. uuhhh anak Papah memang pintar." Juna yang merasa gemas langsung mencium kedua pipi anaknya.
Baby Zie yang dicium oleh ayahnya hanya tersenyum saja.
"Duhh anak gadis Papah pintar sekali." Juna langsung menggendong Baby Zie.
Rara menghampiri mereka dengan membawakan minum untuk Juna.
"Ini Mas diminum dulu." Rara menaruh cangkir yang berisi kopi di atas meja. lalu Rara ikut duduk bergabung dengan Juna.
"Mas, apa Mas Juna yang membelikan lemari?" tanya Rara
"Iya Ra, kemarin saya sudah berjanji untuk membelikan lemari yang baru. biar baju dan barang kalian yang lainnya tidak terlihat berserakan." ucap Juna
"Terimakasih yah Mas, maaf Rara tidak bisa membalas kebaikan Mas." kata Rara yang merasa tidak enak hati.
"Itu memang sudah kewajiban Mas sebagai ayah Baby Zie. oh iya hampir lupa, kamu sudah makan Ra?" Juna bertanya kepada Rara.
"Belum Mas, memangnya kenapa?" tanya Rara
"Ayo temani Mas makan." pinta Juna lalu dia membarigkan Baby Zie di atas kasur yang ada di depan televisi. Juna segera mengambil bungkusan yang dia beli tadi.
Rara mengajak Juna untuk cuci tangan terlebih dahulu. setelah itu keduanya menikmati makanan mereka. Juna yang baru pertama kalinya makan langsung menggunakan tangan merasakan nikmat tersendiri. dan makannya juga menjadi lahap karena rasa nikmat. apalagi dia bisa makan berdua dengan Rara. Juna terus menatap Rara disela-sela dia makan.
"Hm enak sekali Mas." Rara tampak lahap memakan makanannya. karena memang dia jarang makan makanan yang enak. paling juga jika sehabis gajian atau jika dibelikan Bu Susan. dan juga jatah makan di Mess hanya makan seadanya saja.
Setelah selesai makan, Juna kembali mengajak Baby Zie mengobrol. dia tampak gemas melihat anaknya yang tampak cantik dan imut persis seperti Rara. Juna juga berniat untuk shalat maghrib disana. karena waktunya sudah sangat mepet dan juga jika dia pulang sekarang dia harus tetap singgah di masjid untuk melaksanakan kewajibannya.
__ADS_1
°°°