
Sehabis makan siang semua karyawan melanjutkan lagi pekerjaannya begitupun Rara.
"Ra" panggil Bu Susan yang sedang berjalan ke arahnya.
"Iya Bu ada apa?"rara menoleh ke arahnya.
"Kamu bisa bantuin saya tidak, untuk membawakan kopi ke ruangan Bos. saya tiba-tiba sakit perut nih sepertinya nyeri haid." pinta Bu Susan kepada Rara
"Tapi saya tidak tahu ruangannya Bu, saya kan tidak pernah ke lantai paling atas."
"Kamu naik lift ke lantai paling atas. nanti kalau sudah sampai, kamu tinggal berjalan lurus saja. disana hanya ada jalan satu arah saja. terus nanti kamu tanya saja ke Sekretaris Bos.
"Baiklah Bu, apa ibu sekarang mau pulang?" tanya Rara
"Iya Ra, saya sudah izin tadi, ya sudah kamu ambil kopinya di dapur tadi sudah saya buatkan." ucap Bu Susan lalu pamit undur diri karena akan pulang.
Rara berjalan ke arah dapur dan mengambil nampan yang berisi secangkir kopi. dia berjalan ke arah lift dan menuju ke lantai atas. dia bertanya kepada Sekretaris Juna dimana letak ruangan bosnya. dan kata Sekretris itu Rara disuruh masuk saja.
Toktok
"Masuk" teriak seseorang dari dalam sana.
Rara membuka pintu dan segera masuk ke dalam. dia melihat dua orang yang di kenalnya.
__ADS_1
"Permisi saya mau antar kopi." lalu Rara menaruh kopi di atas meja dan berniat akan langsung pergi namun di hentikan oleh Luna.
"Tunggu" Luna menghentikan langkah Rara.
"Kenapa Bu?" tanya Rara dengan wajah menunduk tanpa menoleh ke dua orang di hadapannya. walaupun sebenarnya dia sangat penasaran dengan lelaki di sebelah Luna yang sangat mirip suaminya.
"Kamu sekarang kerja disini yah?" tanya Luna lalu Luna menoleh ke arah suamiya. "sayang, lebih baik kamu berhati-hati dengan dia karena dia itu tangan panjang. masa pernah mencuri di toko bungaku, untung saja langsung di pecat." ucap Luna kepada Juna sedangkan Juna masih menunjukan ekspresi yang sulit di artikan.
Kenapa dia bisa berada disini, bisa gawat jika Luna tahu kalau dia istri siriku. apa harus aku pecat saja, tapi jika di pecat nanti kasihan dia tidak punya pekerjaan." Juna masih bergelut dengan pikirannya dan tidak merespon pembicaraan Luna.
"Sayang kamu kenapa diam saja? kamu tidak akan memecat dia?" tanya Luna
"Nanti biar aku yang urus, mending kamu pulang dulu sayang. biarkan aku bicara sama office girl ini." ucap Juna menyuruh kekasihnya pulang.
"Kok kamu ngusir aku sih?" Luna memanyunkan bibirnya.
Rara memalingkan wajahnya saat melihat kemesraan bos dan istrinya. entah dia sangat merasakan sakit hati melihat itu.
Setelah kepergian Luna, Juna menyuruh Rara duduk di sofa yang berada di ruangan itu dan dia mulai membicarakan sesuatu yang serius.
"Kamu mengenal saya? "tanya Juna yang sudah menatap ke arah Rara.
"Tidak Pak tapi Bapak mirip seseorang."ucap Rara
__ADS_1
"Siapa?" juna penasaran dengan apa yang akan di jawab oleh Rara.
"Suami saya Pak, wajah Bapak mirip sekali dengan suami saya." Rara bicara dengan menunduk karena dia tidak berani menatap atasannya saat bicara. walaupun atasannya bersikap ramah terhadap Rara.
"Sepertinya anda salah orang karena saya sudah mempunyai istri, tadi kamu juga melihatnya sendiri." Juna mencoba meyakinkan rLRara.
"Saya rasa juga begitu Pak, maafkan saya Pak." Rara membungkukan badannya.
"Tidak masalah tapi saya penasaran seperti apa suami kamu yang katanya mirip sama saya. kalau ada kesempatan sepertinya boleh juga jika kita di pertemukan."
"Iya Pak lain kali kalau ada kesempatan."
"Ya sudah kamu boleh pergi." ucap Juna lalu Rara berpamitan untuk keluar ruangan itu.
Siapa yang menerima dia bekerja disini?" batin Juna setelah kepergian Rara.
Juna menghubungi Asistennya untuk segera ke ruangannya.
📞"Rio cepat kesini,ada hal penting yang akan saya bicarakan." ucap Juna dari balik telpon.
Lalu Juna mematikan panggilan telponnya dan beberapa saat kemudian Rio sudah datang ke ruangannya.
"Ada apa bos memanggil saya?"tanya Rio
__ADS_1
"Kamu cari tahu informasi siapa yang menerima Nona Mutiara bekerja disini. karena saya tidak merasa merekrut karyawan baru di bagian office girl." ucap Juna lalu Rio mengiyakan perintah atasannya itu.
Sebenarnya perusahaan Dirgantara Group memang tidak sedang membutuhkan karyawan namun karena Rey kasihan dengan Rara, dia menerima Rara bekerja disitu karena bagaimanapun dirinya adik dari Juna dan menjabat juga sebagai wakil Direktur. tentunya dia juga punya wewenang terhadap karyawan.