
Tak terasa sudah tujuh hari kelahiran anak kedua dari Alvin dan Zivana. Di hari ke tujuh ini Alvin menyelenggarakan acara syukuran pemberian nama dan aqiqah anaknya. Dia sudah mengundang beberapa orang untuk ikut doa bersama di rumahnya di malam hari nanti.
Saat ini Bu Rara, Bu Asih dan Bi Salma sedang sibuk di dapur. Mereka memasak daging kambing dan jenis makanan lainnya untuk di bagikan ke tetangga, saudara, anak jalanan, dan anak yatim. Tadinya Alvin akan memesan catering, namun Bu Rara menyanggupi untuk masak di rumah. Lagian ada yang membantunya
"Akhirnya selesai juga," gumam Bu Rara.
"Ibu istirahat saja, biar saya yang membungkus semua makanan ini," ucap Bi Salma.
"Baiklah, Bi. Nanti saya minta Alvin untuk membantu," ucap Bu Rara lalu pergi dari hadapan Bi Salma dan Bu Asih.
Bu Rara sudah meminta Alvin untuk membantu Bi Salma. Saat ini Alvin sudah berada di dapur. Dia hanya membantu yang paling mudah saja. Yaitu memasukan nasi ke wadah yang telah di sediakan.
Setelah selesai membungkus semua makanan, mereka menghitung jumlah semuanya. Lalu Bi Salma memisah-misahkannya.
"Bi, apa sudah selesai?" tanya Alvin.
"Sudah Tuan, ini hanya tinggal di bagikan saja." ucap Bi Salma.
"Biar saya yang bagikan, Bi. Nanti mau ajak Eza." ucap Alvin.
"Baik, Tuan."
Alvin pergi dari hadapan Bi Salma. Dia menghampiri Eza yang sedang bersama istrinya. Lalu dia mengajaknya untuk membagikan semua makanan itu.
Mereka pergi menggunakan satu mobil. Di bagasi ataupun di jok belakang sudah penuh dengan bungkusan makanan. Alvin dan Eza langsung masuk ke mobil. Alvin mengemudikan mobilnya dan berhenti di sekitaran rumah tetangganya. Mereka memilih untuk membagikan makanan itu ke yang paling terdekat dulu.
Setelah cukup lama berkeliling, akhirnya Alvin dan Eza sudah selesai juga membagikan makanan. Mereka langsung saja pulang karena sudah lelah.
°°°°
__ADS_1
Saat ini di rumah Alvin sudah rame. Semua orang yang dia undang sudah datang. Acara doa bersama sudah di mulai. Pak ustad yang memimpin doa menyebutkan nama anak dari pasangan Alvin dan Zivana sebelum memimpin doa. Dan bayi mungil itu di beri nama Azela Kiana Argantara.
Setelah acara doa bersama selesai, kini semua tamu menikmati semua hidangan yang sudah di sediakan.
"Vin, itu Rayan rewel," ucap Bu Rara sedikit berbisik. Karena Eza ada di tengah-tengah tamu undangan.
Eza langsung beranjak dari duduknya, lalu dia menghampiri Baby Rayan yang sedang bermain bersama Alana.
Setelah cukup lama menikmati hidangan sambil mengobrol, kini mereka berpamitan untuk pulang. Bu Rara dan pak Juna menyalami mereka di dekat pintu masuk. Sedangkan Eza membagikan amplop putih berisi uang yang memang sebelumnya sudah di sediakan.
Alvin keluar dari kamarnya. Kebetulan dia habis menidurkan Baby Rayan.
"Ini sudah selesai kan, ya sudah aku balik lagi saja ke kamar," ucap Alvin di hadapan Bu Rara.
Bu Rara memegang lengan baju Alvin, kebetulan Alvin akan melangkah pergi untuk kembali ke kamar.
"Eh tunggu dulu! Kamu bantuin kita beres-beres dong." pinta Bu Rara.
"Biar Mamah yang menjaga Rayan, lebih baik kamu bantu beres-beres."
"Yah, Mamah curang," ucap Alvin.
"Curang apanya? Kamu ini laki-laki, sedangkan Mamah perempuan, jadi wajarlah kalau Mamah istirahat duluan," setelah mengatakan itu Bu Rara berlalu pergi dari hadapan Alvin.
Alvin membantu membereskan piring dan gelas kotor yang tergeletak di atas tikar. Hanya Para lelaki dan Asisten rumah tangga yang beres-beres. Sedangkan Lina dan Desi hanya duduk karena sedang hamil.
"Tio, kamu akan menginap disini?" Pak Juna bertanya kepada Asisten Tio.
"Saya mau pulang saja, om." ucapnya.
__ADS_1
"Loh kenapa? Mending menginap disini saja. Lagian Eza dan Istrinya juga menginap disini." ucap Pak Juna.
"Tidak deh, om. Lebih baik saya pulang saja." ucap Asisten Tio.
Setelah selesai beres-beres, Asisten Tio dan Desi berpamitan untuk pulang.
Kevin juga akan kembali ke kamarnya, namun sebelum itu dia menemui anak dan istrinya yang ada di kamar yang berbeda.
Cklek
Alvin membuka pintu kamar yang tidak terkunci.
"Sayang, kamu sudah tidur belum?" tanya Alvin sambil melangkah mendekati istrinya.
"Belum nih, Mas. oh iya, acaranya sudah selesai?"
"Sudah, sayang. Nih sekarang Mas juga mau tidur. Tapi tengokin kamu sana Dede Azel dulu." ucap Alvin
"Nih dede Azel juga baru tidur," kata Zivana.
Cup
Alvin mencium kening anaknya. Lalu dia menatap istrinya. Alvin juga mencium istrinya. Namun bukan di keningnya, tapi di bibirnya. Hanya beberapa menit keduanya saling ber*ciuman. Kini mereka sudah menyudahinya.
"Sayang, itu belum," ucap Alvin sambil menunjuk dada istrinya.
"Jangan, Mas. Nanti Azel kehabisan sama kamu."
"Tidak mungkin habis, sayang. Ya sudah deh Mas pamit mau tidur dulu," ucap Alvin lalu mencium singkat kening istrinya.
__ADS_1
Zivana menatap suaminya yang sedang melangkah meninggalkan kamar itu.
°°°°