Hanya Istri Siri

Hanya Istri Siri
S2_Episode 7


__ADS_3

Zivana melangkah masuk ke dalam rumah. kebetulan Alvin juga sedang berjalan menuruni tangga. dia melihat Istrinya yang sedang berjalan menuju ke kamarnya.


"Ekhm, sudah pacarannya?" Alvin bertanya kepada Istrinya. namun Zivana tetap melanjutkan langkahnya. dia tidak tahu jika yang di tanya itu adalah dirinya.


"Zivana, kalau di tanya itu di jawab dong," ucap Alvin dengan nada sedikit meninggi.


Zivana menoleh menatap Alvin.


"Tuan memanggilku?" tanya Zivana kepada Alvin. namun ekspresinya seperti tak punya salah apapun.


Kenapa kamu malah membuatku terlihat bodoh?" batin Alvin sambil berjalan mendekati Istrinya.


Zivana masih berdiri di tempatnya. dia menatap suaminya yang kini sedang berjalan menghampirinya.


"Siapa lelaki itu?" tanya Alvin sambil menyilangkah kedua tangan di dadanya.


"Lelaki yang mana?" Zivana tidak mengerti yang di maksud oleh suaminya.


"Lelaki yang tadi mengantar kamu pulang," ucap Alvin


"Itu Eza, memangnya kenapa?"


"Menurutmu aku percaya?"


Dia yang selingkuh dengan sekretarisnya sendiri, ngapain pakai curiga denganku. dasar tidak tahu diri." batin Zivana yang malas meladeni suaminya.


"Ya sudah kalau tidak percaya," Zivana membalikan tubuhnya lalu dia hendak melanjutkan langkahnya.


"Kamu semakin lama semakin berani saja," Alvin mencekal lengan kanan Istrinya. dia memegangnya sedikit kasar.


"Aww lepaskan!" Zivana mencoba untuk melepaskan diri dari Alvin. namun itu hanya sia-sia karena tenaga Alvin lebih besar darinya.


Alvin menarik Zivana menuju ke dalam salah satu ruang tamu. dia langsung mengunci pintu dan mendorong Zivana ke atas kasur.


sekarang Zivana sudah terlentang di atas tempat tidur.


"Mau apa?" Zivana terlihat panik saat suaminya sudah melepaskan kancing bajunya satu persatu.


Alvin menyeringai sambil menatap wajah panik Istrinya.

__ADS_1


"Memangnya mau apa lagi? aku mau mengetes jika kamu masih PW atau tidak. jangan-jangan kamu sering di pakai para mantanmu." ucap Alvin


Plak


Zivana langsung menapar pipi Alvin.


"Beraninya kamu menamparku hah" Alvin mendaratkan tangannya di salah satu dada Zivana dan memegangnya kasar.


Zivana menggigit tangan Alvin sehingga Alvin melepakan tangannya. lalu Zivana bergerak menjauh.


"Jangan asal fitnah! yang ada kamu yang sudah bekasan orang lain. tidak sudi aku mau dengan milikmu yang sering masuk sana masuk sini." ucap Zivana penuh amarah.


"Awas saja! nanti kamu bakalan ketagihan kalau sudah merasakan milikku."


"Jangan harap" setelah mengatakan itu Zivana langsung turun dari atas kasur. dia memilih untuk keluar kamar.


Alvin tersenyum sambil menatap kepergian Istrinya. entah rencana apa yang sedang dia fikirkan sekarang.


Zivana merasa emosi dengan tingkah Alvin. dia secepatnya harus tahu apa yang sebenarnya suaminya rencanakan. tidak mungkin Alvin memperlakukannya seperti itu jika tanpa alasan.


Zivana memilih mandi keramas untuk meredakan emosinya. niatnya dia akan terus di dalam kamar mengurung dirinya. ada rasa malas jika dia bertemu Alvin.


°°°


Bi Salma yang hendak ke kamar Alvin, melihat majikannya itu sedang berjalan menuruni tangga.


Alvin melihat Bi Salma sedang berdiri di dekat tangga.


"Ada apa Bi?" tanya Alvin saat dia sudah melewati tangga terakhir.


"Itu Neng Zivana mengurung diri di kamar. Bibi khawatir jika Neng Zivana sakit." ucap Bi Salma kepada Alvin.


"Sudah biarkan saja, nanti kalau lapar pasti keluar sendiri." kata Alvin lalu dia kembali melanjutkan langkahnya menuju ke ruang makan. karena dia akan makan malam


Bi Salma hanya menurut. dia tidak berani menentang perkataan majikannya.


Apa Neng Zivana sedang tidur yah." batin Bi Salma sambil memandangi pintu kamar Zivana yang masih tertutup rapat.


Setelah makan malam, Alvin memilih untuk kembali ke kamarnya. namun baru juga masuk ke kamar, Bi Salma memanggilnya dan mengatakan ada Bu Luna yang datang mencarinya.

__ADS_1


Kini Alvin sudah duduk di sofa depan Bu Luna.


"Ngapain Tante pakai kesini segala?" tanya Alvin kepada Bu Luna.


"Mamah kangen sama kamu Nak. kenapa kamu tidak pernah mengunjungi Mamah?" Bu Luna bertanya kepada Alvin.


"Aku sibuk" jawab Alvin


"Mamah itu sudah menganggap kamu sebagai anak sendiri. jadi kalau ada masalah, kamu bisa bicarakan dengan Mamah."


"Iya nanti" hanya itu yang Alvin ucapkan.


"Oh iya, adik tirimu sudah pulang loh dari luar Negeri. sudah cukup lama sih. sekitar enam bulan dia pulangnya. sekarang juga sudah kerja tapi dia tidak pernah mengatakan kerja dimana." ujar Bu Luna memberitahukan kepulangan anaknya. memang Alvin sama sekali belum bertemu dengan adik tirinya. dia juga tidak terlalu perduli. semenjak ayahnya meninggal, dia lebih cuek dan tak mau tahu. apalagi Bu Luna tidak pernah mengurusnya. karena sebelum ayahnya meninggal, Alvin tinggal di rumah Ibunya. baru setelah menikah dia membeli rumah yang lebih besar.


"Iya nanti aku temui" ucap Alvin


"Mamah tunggu Nak, pintu rumah Mamah selalu terbuka lebar untuk kamu." ucap Bu Luna


Zivana yang kebetulan dari dapur mendengar suara seseorang yang sedang mengobrol dari ruang depan. dia niatnya akan ke kamar karena dia sudah kenyang makan. namun karena rasa penasarannya, dia memilih untuk sedikit mengintip.


Bu Luna melihat Zivana yang sedang menatap ke ruang keluarga.


"Zivana, sini Nak!" pinta Bu Luna ramah.


Siapa wanita cantik itu? dia kok tahu namaku? " batin Zivana sambil menatap wanita cantik yang mungkin beberapa tahun lebih tua dari Ibunya.


Zivana memilih untuk menemui wanita itu. lalu dia bersalaman dan mengecup singkat punggung tangan Bu Luna.


Sopan sekali seperti ibunya. beruntung sekali Mas Juna memiliki anak sepertinya." batin Bu Luna sambil memandang Zivana.


Sok ramah sekali dia" batin Alvin sambil menatap Istrinya.


Zivana memilih untuk duduk di sebelah Bu Luna.


"Kenalin sayang, saya Luna Ibu tiri Alvin." ucap Bu Luna sambil tersenyum menatap Zivana.


Kebohongan apa lagi ini, kenapa Mas Alvin bilang kalau dia sudah tidak punya keluarga? apa dia tidak menganggap wanita ini sebagai ibunya? " Batin Zivana


Mereka memilih untuk mengobrol santai. sedangkan Alvin memilih untuk kembali ke kamar. karena memang hubungannya dengan Bu Luna kurang baik.

__ADS_1


°°°


__ADS_2